Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Soto Legendaris Dekat Stasiun Poncol, Cuma Jalan Kaki 10 Menit!
Suasana di depan Stasiun Poncol Semarang dipadati calon penumpang kereta api. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang)
  • Empat warung soto legendaris dekat Stasiun Poncol Semarang bisa dijangkau dengan berjalan kaki kurang dari 10 menit, cocok untuk pelancong yang baru turun dari kereta.
  • Soto Ayam Bang Ari, Pak Doel, Pak No, dan Pak Man menawarkan cita rasa khas Semarang dengan kuah bening atau kuning gurih serta lauk pendamping beragam dan harga terjangkau.
  • Setiap warung memiliki keunikan tersendiri mulai dari resep turun-temurun, lokasi strategis, hingga pilihan lauk melimpah yang membuat pengalaman kuliner di sekitar stasiun makin lengkap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times — Stasiun Poncol Semarang sering kali jadi titik turun favorit bagi para backpacker atau pelancong yang menggunakan kereta api ekonomi. Begitu menapakkan kaki di luar stasiun saat perut sedang keroncongan, semangkuk soto hangat khas Semarang dengan kuah bening yang gurih beraroma bawang putih pasti langsung terbayang di pikiran, Lur.

Kabar baiknya, kamu gak perlu merogoh kocek dalam-dalam buat bayar ojek online cuma demi mencari sarapan atau makan siang yang enak. Di sekitar Stasiun Poncol, bertebaran warung soto legendaris, murah, dan bisa dikunjungi hanya dengan berjalan kaki kurang dari 10 menit.

Yuk, langsung gendong tas ranselmu dan serbu 4 rekomendasi kuliner soto legendaris dekat Stasiun Poncol Semarang berikut ini, Lur!

1. Soto Ayam Bang Ari (Jl. Imam Bonjol)

Soto Ayam Bang Ari (google.com/maps/Mama Odel)

Keluar dari pintu gerbang Stasiun Poncol, kamu cukup berjalan kaki ke arah kiri menyusuri trotoar Jalan Imam Bonjol sekitar 3 hingga 5 menit saja untuk menemukan warung soto yang satu ini.

Daya Tarik: Soto Ayam Bang Ari terkenal dengan kuahnya yang bening namun kaya rempah dan disajikan dalam mangkuk kecil khas Semarangan. Potongan daging ayam kampungnya melimpah dan teksturnya empuk.

Surganya Lauk Pauk: Nilai plus di warung ini adalah deretan mangkuk besar berisi aneka sate pendamping yang menggugah selera. Mulai dari sate kerang, sate telur puyuh, sate tempe, perkedel, hingga paru goreng garing bisa kamu ambil sepuasnya (dan bayar belakangan). Harga per mangkuk sotonya pun sangat ramah kantong mahasiswa!

2. Soto Ayam Pak Doel (Jl. Imam Bonjol)

ilustrasi soto ayam bening (vecteezy.com/Abilawa Dyan Mayland)

Masih berada di jalur jalan yang sama dengan stasiun, Soto Ayam Pak Doel menjadi andalan para penumpang kereta yang baru tiba pagi buta maupun yang sedang menunggu jadwal keberangkatan kereta malam.

Daya Tarik: Warung ini menyajikan cita rasa asli soto Semarang tempo dulu dengan kuah panas yang segar dan gurih pas. Taburan bawang putih gorengnya yang melimpah memberikan aroma wangi yang khas.

Lokasi Strategis: Jaraknya hanya sekitar 300 meter dari depan stasiun. Tempatnya yang bersih dan pelayanan yang super cepat bikin warung ini sangat ideal buat kamu yang sedang memburu waktu mengejar jadwal kereta tanpa takut kelaparan.

3. Soto Ayam Kampung Pak No (Area Pierre Tendean)

Soto Ayam Pak No (google.com/maps/Salma Me)

Jika kamu mau berjalan sedikit menuju ke arah simpang Jalan Pierre Tendean yang letaknya persis di sekitar area Stasiun Poncol, kamu akan menemukan salah satu cabang Soto Ayam Kampung Pak No yang legendaris di Semarang.

Daya Tarik: Racikan soto di sini menggunakan resep turun-temurun yang konsisten. Ciri khasnya terletak pada kuah kaldu ayam kampung asli yang gurihnya alami tanpa dominasi penyedap rasa berlebih.

Menu Tambahan: Selain soto campur nasi yang super murah, kamu wajib mencicipi tempe goreng kemulnya yang disajikan hangat-hangat mendidih langsung dari wajan penggorengan. Kombinasi soto panas dan tempe kriuk ini dijamin bikin lelah selama di gerbong kereta langsung sirna!

4. Khas Semarang Soto Pak Man (Cabang Pembantu Poncol)

ilustrasi soto ayam (pexels.com/Azzam Najib)

Siapa sih kulineran Semarang yang gak tahu nama besar Soto Pak Man? Sering jadi langganan para pejabat dan artis ibu kota, warung soto ini juga membuka cabang yang lokasinya sangat dekat dan bisa diakses berjalan kaki dari Stasiun Poncol.

Daya Tarik: Karakter kuah soto Pak Man cenderung sedikit lebih kuning gurih dibanding soto bening konvensional, namun rasanya tetap ringan di lidah. Suwiran ayamnya tebal-tebal dan disajikan bersama soun, tauge, serta daun seledri segar.

Tips Makan: Jangan lupa untuk memeras jeruk nipis dan menambahkan sedikit kecap manis khas Jawa Tengah yang kental di atasnya demi mendapatkan sensasi rasa asam-manis-gurih yang paripurna, Lur!

Karena mayoritas warung soto di atas menyajikan sotonya dalam mangkuk ukuran kecil (pori cilik), buat kamu yang sedang lapar berat sehabis perjalanan jauh, disarankan untuk langsung memesan porsi pisah (nasi dan soto mangkuk besar) atau langsung memesan dua mangkuk sekaligus agar puas. Jangan lupa selalu tanyakan harga sate-satean pendampingnya terlebih dahulu biar kamu bisa mengira-ngira total budget makanmu ya, Lur!

Nah, itulah 4 pilihan soto legendaris di dekat Stasiun Poncol Semarang yang siap mengganjal perut laparmu dengan modal jalan kaki saja. Jadi, gak perlu bingung lagi ya mau sarapan di mana begitu turun dari kereta ekononimu. Selamat berburu kuliner di Kota Atlas, Sedulur!

Editorial Team

Related Article