Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Membuat Es Teh Kampul Khas Solo, Segar Alami Usir Cuaca Panas
Ilustrasi Perbedaan Es Teh Kampul dan Lemon Tea (pexels.com/id-id/@reneasmussen)
  • Es teh kampul khas Solo memadukan teh melati lokal yang pekat dengan segarnya jeruk peras, menciptakan rasa unik berbeda dari es teh manis biasa.
  • Proses pembuatannya meliputi penyeduhan teh hingga kental, pencampuran air jeruk dan gula, lalu penambahan irisan jeruk serta es batu untuk sensasi segar alami.
  • Agar tidak pahit, irisan jeruk dimasukkan setelah teh dingin karena kulit jeruk yang terkena panas berlebih bisa mengeluarkan rasa getir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times – Cuaca terik paling pas diobati dengan segelas es teh. Jika bosan dengan es teh manis biasa, kamu wajib mencoba es teh kampul khas Solo. Nama "kampul" sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti terapung atau melayang, merujuk pada potongan jeruk yang mengapung di dalam teh.

Bukan menggunakan lemon barat, keunikan es teh kampul terletak pada racikan teh lokal yang pekat berpadu dengan segarnya jeruk peras asli. Yuk, intip resep mudah membuat es teh kampul Solo yang otentik di rumah!

1. Bahan-Bahan yang Diperlukan

ilustrasi jeruk peras (freepik.com/topntp26)

Untuk mendapatkan rasa "wasgitel" (wangi, panas, sepet, legi, dan kenthel) khas wedangan Solo, pastikan kamu menggunakan kombinasi teh melati lokal yang tepat:

  • 2 bungkus teh kering lokal (Disarankan mencampur 2 merek berbeda seperti Teh Nyapu, Gardoe, atau Sintren untuk aroma melati yang kuat dan rasa sepet yang pas).

  • 500 ml air bersih (untuk merebus teh).

  • 2 buah jeruk peras lokal (bisa menggunakan jeruk keprok, jeruk nipis, atau jeruk wedang yang kulitnya bersih).

  • 4-5 sendok makan gula pasir (sesuai selera kemanisan).

  • Es batu secukupnya.

2. Cara Membuat Es Teh Kampul Solo

ilustrasi campuran teh tubruk (unsplash.com/Drew Jemmett)

Ikuti langkah-langkah mudah berikut agar rasa sepat teh dan segarnya jeruk seimbang tanpa memicu rasa pahit:

  • Seduh Teh Pekat: Rebus 500 ml air hingga benar-benar mendidih. Masukkan campuran teh kering kemasan, matikan api, lalu tutup panci. Biarkan teh terekstrak (di-klethuk) selama 10–15 minutes sampai warnanya berubah menjadi merah tua kehitaman dan kental. Saring ampasnya.

  • Siapkan Jeruk Peras: Cuci bersih kulit jeruk. Potong satu buah jeruk menjadi dua bagian, lalu peras airnya ke dalam gelas saji. Untuk satu buah jeruk sisanya, iris tipis-tipis melingkar secara utuh beserta kulitnya (buang bijinya agar tidak pahit).

  • Larutkan Gula: Masukkan gula pasir ke dalam gelas yang sudah berisi air perasan jeruk. Tuangkan air teh yang masih hangat, lalu aduk cepat hingga gula benar-benar larut.

  • Tahap Penyajian: Masukkan potongan jeruk yang telah diiris tipis ke dalam gelas. Tekan sedikit menggunakan sendok agar aroma minyak atsiri dari kulit jeruknya keluar sedikit.

  • Tambahkan Es Batu: Masukkan bongkahan es batu hingga memenuhi gelas. Potongan jeruk yang mengapung (kampul-kampul) di sela-sela es batu siap memberikan sensasi segar di setiap tegukan.

3. Tips Rahasia Biar Gak Pahit:

Ilustrasi Es Teh (Freepik.com/mrsiraphol)

Saat memasukkan irisan jeruk beserta kulitnya ke dalam es teh, pastikan teh sudah dalam kondisi dingin atau dicampur es batu. Kulit jeruk yang terendam di dalam air teh yang terlalu panas dalam waktu lama bisa mengeluarkan zat kitin yang memicu rasa pahit getir di tenggorokan.

Segelas es teh kampul khas Solo ini siap menemani menu makan siangmu atau sekadar jadi pelepas dahaga di sore hari. Selamat mencoba racikan legendaris ini di dapurmu sendiri!

Editorial Team