Jangan Telat! Kenali 7 Tanda Kucing Sakit yang Sering Disembunyikan

- Kucing yang tiba-tiba makan lebih banyak, kurang makan, atau tidak mau makan bisa mengindikasikan masalah kesehatan seperti gangguan pencernaan atau hipertiroidisme.
- Nafsu minum air yang berlebihan atau buang air kecil terlalu sering bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan seperti diabetes, penyakit ginjal, atau infeksi saluran kemih.
- Muntah berlebihan, perubahan perilaku grooming, pernapasan abnormal, dan perubahan aktivitas kucing dapat menjadi tanda awal adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian medis.
Sebagai pemilik kucing (cat owner), kesehatan anabul adalah prioritas utama. Sayangnya, kucing adalah hewan yang ahli menyembunyikan rasa sakit. Insting alamiah ini sering kali membuat pemilik terlambat menyadari bahwa kucing kesayangannya sedang tidak baik-baik saja.
Agar penanganan tidak terlambat, kamu wajib peka terhadap perubahan perilaku sekecil apa pun. Berikut 7 tanda fisik dan perilaku yang menunjukkan bahwa kucingmu sedang sakit dan butuh pertolongan segera.
1. Perubahan nafsu makan

Kalau kamu menyadari kucingmu tiba-tiba makan lebih banyak, makan lebih sedikit, atau bahkan sama sekali gak mau makan, ini bisa jadi tanda ada masalah. Nafsu makan yang meningkat bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan atau penyakit seperti hipertiroidisme.
Sebaliknya, nafsu makan yang menurun bisa mengindikasikan rasa mual, demam, atau bahkan masalah pada gigi. Jangan abaikan perubahan ini, ya, karena bisa jadi sinyal awal penyakit serius.
2. Minum air lebih banyak dari biasanya

Kucing yang minum air lebih banyak dari biasanya mungkin sedang mengalami gangguan kesehatan seperti diabetes, penyakit ginjal, atau hipertiroidisme. Kamu juga perlu waspada jika kucingmu mulai terlalu sering buang air kecil. Perhatikan kebiasaan mereka sehari-hari agar perubahan ini lebih mudah terdeteksi.
3. Tidak menggunakan litter box

Kalau kucingmu tiba-tiba buang air di luar litter box, ini bisa jadi tanda mereka gak nyaman atau sakit. Masalah seperti infeksi saluran kemih, diare, atau sembelit sering kali membuat kucing menghindari litter box. Pastikan litter box selalu bersih dan mudah diakses, tetapi jika perilaku ini tetap terjadi, konsultasikan ke dokter hewan, ya.
4. Muntah atau diare

Meskipun sesekali muntah bisa dianggap normal, muntah yang berlebihan atau disertai diare adalah tanda peringatan. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari gangguan pencernaan, alergi makanan, hingga penyakit serius seperti pankreatitis atau kanker. Jangan ragu untuk segera membawa kucingmu ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
5. Perubahan kebiasaan grooming

Kucing yang berhenti merawat diri biasanya sedang merasa gak enak badan. Sebaliknya, over-grooming atau menjilat tubuh secara berlebihan bisa jadi tanda mereka sedang stres atau mengalami rasa sakit di area tertentu. Misalnya, kucing dengan masalah kandung kemih sering menjilat bagian perutnya hingga bulunya rontok.
6. Nafas terengah-engah atau batuk

Berbeda dengan anjing, kucing jarang bernapas terengah-engah kecuali mereka merasa stres atau kepanasan. Kalau kamu melihat kucingmu batuk, mengi, atau bernapas dengan susah payah, ini bisa menjadi gejala penyakit pernapasan, asma, atau bahkan penyakit jantung. Segera periksakan ke dokter hewan jika ini terjadi.
7. Menjadi lebih pendiam atau terlalu aktif

Kucing yang mendadak jadi pendiam atau sebaliknya, terlalu hiperaktif, bisa jadi sedang mengalami masalah kesehatan. Hipertiroidisme, misalnya, sering menyebabkan kucing menjadi lebih aktif dari biasanya. Sedangkan kucing yang terlihat lesu mungkin sedang mengalami nyeri sendi, anemia, atau penyakit lain.
Kesehatan kucingmu sangat bergantung pada kepekaanmu sebagai pemilik. Jika kamu menemukan salah satu tanda di atas, jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter hewan. Deteksi dini adalah kunci kesembuhan.
Ingat, kucing yang sehat dan aktif adalah sumber kebahagiaan terbesar bagi pemiliknya.


















