Aksi Perwira Polda Jateng Wujudkan Slogan Polri Untuk Masyarakat

- PT KAI Daop 4 Semarang mencatat 20 kecelakaan di perlintasan sebidang selama Januari-Desember 2025, menurun dari tahun sebelumnya.
- Pengendara perlu waspada dan mematuhi rambu lalu lintas di perlintasan sebidang untuk menghindari kecelakaan.
- Kombes Pol Artanto berhasil menyelamatkan pengemudi minibus yang mogok di tengah rel kereta api, menunjukkan tindakan nyata sesuai slogan Polri untuk masyarakat.
Semarang, IDN Times - Tingginya angka kecelakaan di jalur perlintasan sebidang memunculkan keprihatinan di kalangan masyarakat. Di wilayah Pantai Utara Jawa Tengah bahkan masih banyak ditemukan sejumlah warga maupun pengendara roda dua maupun roda empat yang terlibat kecelakaan dengan modal kereta api.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan PT KAI Daop 4 Semarang, tercatat selama periode Januari-Desember 2025 telah terjadi 20 kali kecelakaan di perlintasan sebidang.
Tak hanya membutuhkan kesadaran dalam berlalu lintas, disiplin berkendara serta kewaspadaan juga menjadi kunci keselamatan saat melintasi jalur perlintasan yang ada di setiap kabupaten/kota.
Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menuturkan walaupun angka kecelakaan di perlintasan sebidang tahun 2025 cenderung menurun ketimbang kondisi 2024 yang masih ada kejadian 26 kali, namun adanya rentetan kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu lebih menyadari kedisiplinan dalam berlalu lintas.
"Setiap kali terjadinya kecelakaan selalu dimulai dari aksi pelanggaran. Karena mungkin pengendara kurang memperhatikan rambu lalu lintas di dekat perlintasan, kurang waspada kondisi perlintasan sebidang yang terjaga maupun tidak terjaga. Walaupun sekarang sudah banyak terpasang informasi-informasi peringatan, tetapi sikap ketataan harus senantiasa diingatkan oleh KAI dan petugas penjaga palang pintu. Ini jadi kunci disiplin berkendara agar terhindar kecelakaan di perlintasan," ujar Luqman kepada IDN Times, Rabu (14/1/2026).
KAI Daop 4 Semarang saban tahun rutin melakukan upaya preventif untuk mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.
Upaya preventif dilakukan dengan menyambangi lokasi palang pintu kereta api untuk menyosialisasikan aturan keselamatan berlalu lintas sebanyak 351 kali.
Pihak Daop 4 Semarang juga rajin mendatangi sekolah-sekolah dan area stasiun untuk menyosialisasikan kedisiplinan berlalu lintas sebanyak 24 kali.
Selain itu, selama tahun kemarin pihaknya melakukan penutupan perlintasan tak terjaga sebanyak 21 kali.
"Data di kami tahun 2025 ada 20 kali kecelakaan. Jumlah itu menurun dari 2024 masih 26 kali. Allhamdulilah jumlahnya menurun. Ini sejalan dengan upaya preventif yang dilakukan kami tahun kemarin. Kami lakukan sosialisasi di perlintasan sebidang ada 351 kali. Dan juga sosialisasi keselamatan di sekolah, kampung-kampung dan stasiun sudah sebanyak 24 kali," ujarnya.
Table of Content
Pengendara perlu wasapdai perlintasan sebidang
Luqman mengimbau untuk meminimalisir kecelakaan di perlintasan sebidang, sebaiknya pengendara mempersiapkan kondisi kendaraannya dengan baik. Secara berkala kondisi kendaraan harus dirawat agar sistem pengereman senantiasa berfungsi dengan baik.
Di samping itu saat melintasi palang pintu kereta api, pengendara harus ekstra waspada. Terutama ketika melewati badan rel harus menengok sisi kiri dan sisi kanan.
"Yang perlu ditekankan ialah selalu mematuhi rambu-rambu yang ada di lokasi. Sikap disiplin juga harus ditegakan agar terhindari dari lakalantas," ungkapnya.
Tindakan Artanto jadi aksi nyata sesuai slogan Polri
Berbagai sosialisasi dari KAI juga selaras dengan upaya kepolisian dalam menegakan peraturan berlalu lintas. Tindakan humanis sesuai slogan Polri untuk masyarakat memang perlu dimasifkan guna mengurangi angka fatalitas kecelakaan di perlintasan sebidang.
Aksi yang humanis salah satunya ditunjukkan Kombes Pol Artanto, seorang perwira menengah (pamen) yang bertugas di Bidhumas Polda Jawa Tengah ketika menjalankan tugasnya saban hari.
Tepatnya Selasa (13/1/2026) kemarin, Artanto secara spontan mampu menunjukkan insting yang tajam kala menyelamatkan pengemudi minibus yang terjebak di tengah jalur perlintasan Madukoro Kecamatan Semarang Barat.
Siang itu, Artanto yang sedang naik mobil dalam perjalanan tugasnya melihat minibus putih berjalan tertatih-tatih di pinggir palang pintu.
Hanya sepersekian menit, minibus itu melaju perlahan lalu dilihatnya mogok tepat di tengah jalur rel kereta api.
"Saat kejadian, saya liat petugas sudah bunyikan sirine, petugas sudah siap-siap menurunkan palang pintu untuk menutup jalur lalu lintas. Tapi saat itu, saya lihat satu minibus sedang mogok di tengah (rel kereta api)," kata Artanto.
Dalam kondisi serba darurat, dirinya sempat memberitahu ke sopirnya bahwa tindakan yang cepat memang harus dilakukan untuk menyelamatkan pengemudi dan minibus yang mogok agar tidak terjadi tabrakan dengan kereta api.
"Saya bilang ke driver, apapun yang terjadi mobil tersebut harus bisa dievakuasi. Karena pas lihat mobil yang mogok itu, saya punya insting musti menyelamatkan nyawa pengemudinya," tuturnya seraya menambahkan bahwa secepat kilat ia bersama sopir pribadinya keluar dari mobil untuk berlari membantu mendorong minibus yang mogok makan di tengah rel kereta api.
Saat mendorong minibus di tengah rel, perasaannya benar-benar berkecamuk. Rasa deg-degan dan was-was menggelanyut di benaknya lantaran dari kejauhan dilihatnya lokomotif kereta api tampak melaju kencang dari arah timur menuju barat Kota Semarang.
Kesigapan dan tindakan spontanitasnya membuktikan aksi nyatanya sebagai seorang perwira Polri yang punya insting tajam untuk melindungi sekaligus mengayomi masyarakat.
Berkat instingnya, minibus yang mogok berhasil dipindahkan dari jalur rel hanya sekitar 20 detik sebelum kereta api melintas.
"Ya tentu deg-degan luar biasa karena posisinya siap disambar kereta. Namun ini tugas yang harus dilakukan untuk keselamatan warga yang ada di mobil tersebut. Maka dari itu, ini jadi tindakan nyata Polri siap melayani masyarakat," sambungnya.
Fajar Mubarok, petugas pos penjagaan perlintasan sebidang kereta api Madukoro saat kejadian melihat tindakan Artanto dan warga yang bahu-membahu menyelamatkan minibus yang mogok.
"Para petugas yang ada di dalam mobil polisi itu langsung sigap membantu mendorong mobil yang mogok dengan dibantu warga sekitar. Kejadiannya pas Selasa kemarin jam 12.50 siang," katanya.
Bahu-membahu menyelamatkan nyawa pengemudi minibus
Dalam CCTV yang terpasang di pos penjagaan palang pintu KA Madukoro pun terekam momen saat Artanto begitu cekatan keluar dari mobil dinasnya. Sejurus kemudian berlari bersama sopir pribadinya untuk membantu mendorong minibus putih yang mogok di tengah rel bersama warga sekitar.
"Dan ternyata beberapa masyarakat ikut membantu saya. Dan Allhamdulillah mobil berhasil kita evakuasi, keluar dari perlintasan sebidang tersebut," akunya
Bagi dirinya, perlintasan kereta api menjadi titik rawan yang butuh kewaspadaan tinggi. Adanya kejadian tersebut, setiap pengendara harus memastikan kondisi kendaraan prima dan tetap tenang. "Agar tidak terjadi situasi yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu waspada saat melewati perlintasan kereta api.


















