Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gak Sekadar Okupansi, Hotel Premium Diprediksi Meroket di 2026

Azana Essence Selo(instagram.com/azanaessenceseloboyolali)
Azana Essence Selo(instagram.com/azanaessenceseloboyolali)
Intinya sih...
  • Pergeseran pasar bukan pelemahan
  • Wisatawan asing jadi bahan bakar segmen premium
  • Kunci Sukses Hotel Premium di Tahun 2026
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times- Memasuki 2026, industri perhotelan Indonesia memasuki fase pertumbuhan baru. Fokus bisnis hotel tidak lagi sekadar mengejar tingkat okupansi, melainkan bergeser pada penciptaan pengalaman menginap (experience) dan nilai premium.

Segmen villa, resort, boutique hotel, hingga luxury hotel diproyeksikan menjadi motor utama pertumbuhan, seiring perubahan perilaku wisatawan global dan domestik.

Tren wisata leisure inbound menunjukkan peningkatan signifikan terhadap permintaan akomodasi yang menawarkan privasi, ruang luas, pemandangan, serta pengalaman menginap yang lebih personal. Kondisi itu membuat resort dan villa makin diminati, terutama oleh wisatawan yang mencari ketenangan, quality time, dan restorative stay.

1. Pergeseran pasar bukan pelemahan

3d14e77b-4994-46af-b650-b087cba585d2.jpeg
Gulala Azana Hotel & Resort di Tegal. (Dok/Istimewa)

CEO Azana Hospitality, Dicky Sumarsono menilai, perubahan arah pasar itu bersifat struktural dan akan terus berlanjut ke depan. Menurutnya, wisatawan kini lebih selektif dan makin sadar terhadap nilai dari pengalaman yang mereka dapatkan.

“Pasar tidak sedang melemah, tetapi berevolusi. Wisatawan kini lebih menghargai pengalaman, kualitas, dan karakter. Ini yang membuat segmen resort, villa, dan hotel berkarakter semakin relevan di 2026,” ujar Dicky, Kamis (22/1/2026).

Selain resort dan villa, segmen boutique hotel dan luxury hotel juga menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat. Wisatawan dengan tingkat belanja tinggi kini lebih memperhatikan desain, kualitas layanan, hingga cerita dan keunikan di balik properti, bukan sekadar fasilitas standar.

2. Wisatawan asing jadi bahan bakar segmen premium

CEO Azana Hospitality, Dicky Sumarsono. (IDN TImes/Larasati Rey)
CEO Azana Hospitality, Dicky Sumarsono. (IDN TImes/Larasati Rey)

Dari sisi daya beli, sinyal positif datang dari laporan World Travel & Tourism Council (WTTC) yang mencatat belanja wisatawan internasional di Indonesia pada 2025 berada di jalur rekor, dengan nilai sekitar Rp344 triliun. Pemulihan belanja ini menjadi katalis penting bagi hotel-hotel premium karena segmen tersebut relatif lebih mudah mendorong Average Daily Rate (ADR) dibanding hanya mengejar volume okupansi.

Secara global, UN Tourism juga melaporkan bahwa jumlah kedatangan wisatawan internasional pada paruh pertama 2025 telah melampaui level prapandemik COVID-19. Kondisi itu menjadi tailwind bagi pariwisata Indonesia pada 2026, terutama bagi destinasi dengan story, aksesibilitas, dan value proposition yang kuat.

3. Kunci Sukses Hotel Premium di Tahun 2026

Azana Essence Selo(instagram.com/azanaessenceseloboyolali)
Azana Essence Selo(instagram.com/azanaessenceseloboyolali)

Dicky menyebut keberhasilan segmen villa, resort, boutique, dan luxury hotel ditentukan oleh tiga faktor utama. Pertama, product–market fit premium, mulai dari desain properti, karakter kamar, privasi, kualitas tidur, hingga konsep restorative room yang optimal.

Kedua, experience monetization, yakni kemampuan hotel mengembangkan itinerary terkurasi, wellness program, dining experience khas Asia, hingga sentuhan local craft yang berkesan. Ketiga, distribution mix yang sehat, dengan penguatan direct booking, pemanfaatan OTA secara strategis, serta pemasaran berbasis event sepanjang tahun.

Dicky menegaskan, tahun 2026 adalah momentum eksekusi bagi pelaku industri perhotelan.

“Ini bukan lagi soal bertahan, tetapi soal positioning. Mereka yang berani bermain di ranah premium dan experience-driven hospitality akan berada di depan ketika pasar kembali tumbuh penuh,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Gak Sekadar Okupansi, Hotel Premium Diprediksi Meroket di 2026

22 Jan 2026, 21:07 WIBNews