Comscore Tracker

Geger! Arca Ganesha dan Batu Candi Duduhan Semarang Digondol Maling

Diduga pelaku berjumlah tiga orang

Semarang, IDN Times - Sejumlah bebatuan yang berasal dari sisa Candi Duduhan di Kelurahan Jatibarang, Kecamatan Mijen, Semarang kedapatan dicuri. 

Pada hari Rabu (8/7/2020) kemarin, sejumlah warga Jatibarang mendapati bebatuan candi yang raib itu berupa sebuah patung arca Ganesha, sebuah batu lumpang dan pecahan ekor patung Ganesha. 

1. Warga perkirakan pencuri batu Candi Duduhan lebih dari 3 orang

Geger! Arca Ganesha dan Batu Candi Duduhan Semarang Digondol MalingIDN Times/Fariz Fardianto

Lenyapnya bebatuan Candi Duduhan itu pertama kali diketahui oleh Ngatini dan suaminya.

Ia mengaku semula curiga dengan adanya serpihan batu yang berserakan di depan warung mie ayam yang terletak di perempatan jalan kampungnya. 

Ia menduga tiga batu candi itu dicuri oleh sekelompok maling. "Orang yang nyolong batu di situ ada tiga orang lebih," katanya, Kamis (9/7/2020). 

Lokasi bebatuan Candi Duduhan yng dicuri, katanya sejak bertahun-tahun berada di bawah pohon angsana. 

Baca Juga: 10 Candi di Indonesia yang Menyimpan Cerita Misterius

2. Warga: Orang sini gak tahu batunya punya nilai jual

Geger! Arca Ganesha dan Batu Candi Duduhan Semarang Digondol MalingLokasi pencurian batu Candi Duduhan Semarang. Istimewa

Ia mengaku hilangnya batu Candi Duduhan memang mengejutkan masyarakat sekitar. Karena batu tersebut sejak lama teronggok di perempatan jalan kampungnya tanpa ada yang mau memindahkannya. Selama ini warga kampungnya hanya merawat batu itu seadanya. 

"Soalnya kan orang-orang sini gak tahu kalau batu yang dicuri punya nilai jual juga," ujarnya. 

3. Warga curiga mobil pikap jalan mondar-mandir sampai malam

Geger! Arca Ganesha dan Batu Candi Duduhan Semarang Digondol MalingIlustrasi (IDN TImes/Sukma Shakti)

Nasikhin warga lainnya juga menduga hal serupa. Kemungkinan batu Candi Duduhan raib pada Rabu dini hari kemarin. Sebab, ia mendapat informasi dari sekumpulan pemuda setempat yang mengaku sempat melihat sebuah mobil pikap mondar-mandir saat kejadian. 

"Ada anak muda yang nongkrong di gang sebelah sempat lihat ada pikap seliweran sampai malam hari," ujarnya.

"Mungkin kesalahan warga menaruhnya di pinggir jalan utama bukan di tengah pemukiman sehingga mudah diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab," bebernya.

Baca Juga: Temuan Bebatuan di Terminal Dieng Berupa Kemuncak dan Kaki Candi

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya