Kena Paceklik, Nelayan Terima Bantuan Sembako dari Pemkot Semarang

- Nelayan di Semarang menerima bantuan sembako dari Pemkot Semarang
- Paceklik melanda nelayan akibat angin barat yang menghambat produktivitas mereka
- Bantuan sembako diberikan untuk membantu nelayan yang tidak dapat melaut
1. Salurkan 400 paket sembako kepada nelayan

Kondisi itu direspons langsung oleh Pemerintah Kota Semarang dengan menggelontorkan bantuan berupa 400 paket sembako kepada nelayan yang terdampak. Penyaluran bantuan itu dilakukan bersamaan dengan kegiatan "Temu Warga Lokal" di wilayah Kecamatan Semarang Utara, Jumat (9/1/2026).
"Kita tahu di masa angin barat ini, nelayan bisa tidak melaut selama dua minggu hingga berbulan-bulan. Dalam masa-masa sulit seperti ini, pemerintah harus hadir untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi," ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng saat menyerahkan bantuan kepada warga.
Selain bantuan pangan, wali kota juga menyiapkan strategi ekonomi alternatif sebagai langkah lanjutan agar nelayan tetap memiliki aktivitas produktif selama tidak melaut. Salah satunya melalui pengembangan budidaya ikan air tawar berbasis teknologi bioflok yang dinilai masih selaras dengan keahlian para nelayan.
2. Siapkan kegiatan aktivitas ekonomi lain bagi nelayan

"Kami tidak ingin nelayan benar-benar berhenti beraktivitas dan karena kehidupan laut adalah passion mereka, kami siapkan kegiatan aktivitas ekonomi lain, seperti budidaya ikan air tawar, lalu pengolahan hasil laut seperti kerajinan kulit kerang bagi para perempuan di sini. Kepiye carane ekonomi keluarga tetap bergerak," tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Agustina juga memberi perhatian kepada para nelayan yang terdampak lebih berat, termasuk kapal rusak atau tenggelam akibat hantaman ombak. Pihaknya memastikan akan mengoordinasikan pembiayaan perbaikan kapal agar nelayan bisa kembali melaut ketika kondisi laut membaik.
“Prinsipnya, kami bantu agar mereka bisa kembali bekerja," tegasnya.
3. Petakan persoalan warga secara akurat

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian "Temu Warga Lokal Semarang Utara". Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota meninjau hasil betonisasi di Jalan Lodan, meresmikan Posyandu di Sport Center Bandarharjo, hingga memeriksa instalasi air limbah di Kampung Mangut.
Agustina menegaskan bahwa kehadiran langsung di lapangan menjadi instrumen paling jujur untuk memetakan persoalan warga secara akurat sehingga setiap kebijakan dan intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran.
“Pemerintah tidak boleh hanya menunggu laporan di balik meja. Kami harus hadir, melihat realita di lapangan, dan memastikan masyarakat tidak merasa berjuang sendirian menghadapi kesulitan,” tutupnya.

















