Comscore Tracker

Alasan Ganjar Pranowo Belum akan Terapkan New Normal di Jawa Tengah

Bagi ASN bisa latihan dengan memasang tabir

Semarang, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungannya untuk berlatih menerapkan aturan new normal. Ganjar bilang new normal bisa dimulai per hari ini, Selasa (26/5) dengan memasang tabir di lokasi layanan umum.

"Jadi yang layanan umum mesti mengikuti protokol kesehatan, biasanya yang berhubungan dengan masyarakat langsung ada tabir pembatasnya," ujar Ganjar dalam keterangan resmi yang didapat IDN Times.

1. Para ASN diminta terapkan jaga jarak yang ketat

Alasan Ganjar Pranowo Belum akan Terapkan New Normal di Jawa TengahDok. IDN Times

Ganjar mengatakan bagi para ASN yang kembali bekerja di kantor, diwajibkan memberlakukan jaga jarak agar tidak terlalu dekat.

Walau demikian, ia mengklaim new normal tak akan diterapkan dalam waktu dekat. Sebab menurutnya pihaknya masih melihat perkembangan penularan COVID-19. 

Baca Juga: Ini Hasil Rapid Test Peziarah di TPU Bergota Semarang saat Lebaran

2. New normal akan diterapkan kalau kasus COVID-19 mulai turun

Alasan Ganjar Pranowo Belum akan Terapkan New Normal di Jawa TengahPixabay/OrnaW

Ganjar menyatakan new normal bisa dilakukan kalau tren penularan virus corona mulai menurun.

"Kita belum akan melakukan normal baru dalam waktu pendek. Kalau nanti kita melihat grafiknya masih tinggi tentu normal baru belum bisa kita terapkan. Grafiknya harus turun dulu. Kalau sudah mulai turun ekstrem sampai hampir menyentuh batas bawah, nah itu normal baru bisa. Sekarang kita latihan dulu," ujarnya.

3. Mal dan pasar yang tak taat akan ditutup paksa

Alasan Ganjar Pranowo Belum akan Terapkan New Normal di Jawa TengahDok. Humas Pemprov Jateng

Lebih lanjut, Ganjar turut menginstruksikan agar seluruh instansi swasta melakukan penyesuaian. Mulai dari pasar, mal sampai pabrik. Yang swasta, lanjutnya, sebenarnya yang sudah melakukan percobaan cukup banyak. Dari pengaturan jarak, aturan mengenakan masker sampai sering-sering cuci tangan.

Bagi pengelola supermarket dan mal, Ganjar meminta agar bupati dan wali kota lebih ketat menerapkan protokol kesehatan. Karena saat ini memasuki masa-masa kritis, terutama saat Ramadan dan Lebaran kemarin dengan banyaknya masyarakat yang belanja.

"Kita sudah minta kalau tidak bisa taat tutup. Mudah-mudahan pasca lebaran ini sudah agak reda sehingga bisa diatur lagi. Kita minta pengusaha tolong semuanya diatur dengan baik," pungkas Ganjar.

Baca Juga: 26 Orang Reaktif, Pasar Kobong Semarang Jadi Klaster Baru COVID-19

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya