Comscore Tracker

IDI Jateng: Keparahan Omicron Lebih Rendah, Tapi Jangan Disepelekan!

Tetap waspada ya, lur! Jangan sembrono

Semarang, IDN Times - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah memperkirakan tingkat keparahan orang yang terinfeksi virus corona varian Omicron lebih rendah ketimbang varian Delta. Meski demikian, dari segi penularan, Omicron justru tergolong sangat cepat sehingga masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. 

1. Tingkat penularan virus corona Omicron sangat cepat

IDI Jateng: Keparahan Omicron Lebih Rendah, Tapi Jangan Disepelekan!ilustrasi transmisi lokal virus (IDN Times/Aditya Pratama)

Ketua IDI Jateng, dr Joko Handoyo mengungkapkan dari hasil analisisnya, orang yang terjangkit virus corona Omicron akan mengalami gejala-gejala ringan. Gejala yang dimaksud seperti sakit flu dan gejala pada umumnya saat terinfeksi virus corona varian lainnya. 

"Tapi yang patut diingat adalah sifat penularan COVID-19 Omicron inilah yang sangat cepat. Kalau dilihat kan penularan Omicron memang membuat wilayah Jakarta angka kesakitannya sangat banyak," ungkapnya ketika dihubungi IDN Times, Jumat (21/1/2022). 

Baca Juga: Omicron Masuk Jateng, KKP Sebut Kemungkinan Transmisi Lokal 

2. Pemerintah harus segera antisipasi penularan COVID-19 Omicron

IDI Jateng: Keparahan Omicron Lebih Rendah, Tapi Jangan Disepelekan!ilustrasi varian omicron (www.gavi.org)

Seperti yang dialami pasien COVID-19 lainnya, tahapan penyebaran pada pasien Omicron juga disebut dengan orang tanpa gejala alias OTG. 

Ia mengatakan COVID-19 Omicron merupakan salah satu varian baru yang harus secepatnya diantisipasi oleh pemerintah. Walau begitu, Joko menyarankan kepada masyarakat Jawa Tengah agar tak perlu panik dengan kemunculan varian Omicron. 

3. Jangan remehkan penularan Omicron

IDI Jateng: Keparahan Omicron Lebih Rendah, Tapi Jangan Disepelekan!Kronologi Kasus Omicron Pertama yang Ditemukan di Indonesia. (IDN Times/Aditya Pratama)

Ketimbang tingkat keparahan varian Delta, Joko mengklaim penularan virus Omicron cenderung memunculkan tingkat kesakitan yang rendah. 

"Kalau dibandingkan sama Delta ya tingkat keparahan virus Omicron lebih rendah. Cuman kita minta masyarakat tetap waspada. Jadi jangan memandang remeh dengan penularan varian Omicron, tapi jangan juga disikapi dengan berlebihan," terangnya.

4. IDI sudah tahu akan muncul penularan virus Omicron di tahun 2022

IDI Jateng: Keparahan Omicron Lebih Rendah, Tapi Jangan Disepelekan!ilustrasi mutasi genetik (pixabay.com/swiftsciencewriting)

Lebih jauh, ia mengaku sebenarnya kalangan dokter yang bekerja di Jawa Tengah sudah berusaha mengantisipasi penyebaran COVID-19 Omicron sejak Desember 2021. Pada bulan itu, ia dan para dokter lainnya telah diberi tahu jika ada penularan virus corona varian Omicron yang sangat cepat pada tahun 2022.

Ia pun akhirnya mempelajari cara-cara mengantisipasi penularan virus corona varian Omicron. 

"Kami sudah pelajari, dan ternyata memang varian Omicron ini penegakan diagnosis dan penganangannya harus secara preventif atau sama dengan varian lainnya. Termasuk kita juga upayakan mencegah penyebarannya yang sangat cepat," bebernya.

Yang sedang dilakukan pihak IDI Jateng, katanya, menyiapkan sarana ruang isolasi terpusat di semua puskesmas dan rumah sakit. Di samping itu, ia akan mengedukasi warga supaya mematuhi protokol kesehatan.

"Harapan kita moga-moga gak ada lonjakan dari varian Omicron yang sebarannya lebih cepat. Makanya kita minta semua warga patuhi prokes dan tetap lakukan vaksinasi. Untuk pencegahan lainnya, kita ikuti kebijakan Dinas Kesehatan setempat untuk mendeteksi sumber penyebarannya," kata Joko. 

Baca Juga: Kronologis 4 Warga Semarang Sekeluarga Kena Omicron dari Luar Negeri

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya