Comscore Tracker

Pandemik COVID-19, Kera Ekor Panjang Satroni Rumah Warga di Semarang

Warga tidak ada yang berani bunuh kera ekor panjang

Semarang, IDN Times - Pandemik COVID-19 telah memicu kawanan kera ekor panjang menyerbu rumah-rumah warga di Kampung Talunkacang, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Musababnya, Goa Kreo yang sempat di lockdwon ditambah suhu panas saat kemarau menyebabkan habitat kera ekor panjang yang menghuni obyek wisata tersebut jadi kelaparan.

Qotimah, warga Talunkacang RT 03/RW 04, mengaku kawanan kera belakangan ini sering menyerbu ke rumah warga karena kehabisan sumber makanan. "Ini baru aja masuk ke pekarangan rumah saya. Begitu lihat monyetnya, langsung saya usir," katanya kepada IDN Times sambil bergegas menuju belakang rumahnya.

1. Kera ekor panjang yang kelaparan sering rampas makanan yang dijual warga

Pandemik COVID-19, Kera Ekor Panjang Satroni Rumah Warga di Semarangshopee.co.id/akbarnia

Qotimah bilang ada banyak kera yang berkeliaran di kampungnya untuk merampas makanan milik warga. Bahkan, ia yang saban hari berjualan makanan di pinggir jalan kerap memergoki kawanan kera ekor panjang mencuri barang dagangannya.

"Apa aja makanan yang dilihat, langsung digondol sama monyetnya. Sampai-sampai ada botol minuman juga dicolong. Soalnya kan pas pandemik gak ada pengunjung yang datang ke Kreo. Jadinya, monyet-monyet di dalam Goa Kreo kehabisan makanan," akunya.

Baca Juga: Sering Dikira Sama, Ternyata Ini 6 Perbedaan Monyet dan Kera

2. Ada kawanan kera ekor panjang mencuri minuman kemasan sampai jajanan di warung

Pandemik COVID-19, Kera Ekor Panjang Satroni Rumah Warga di SemarangKondisi debit air Waduk Jatibarang Semarang menyusut saat kemarau 2020. Dok penjaga Waduk Jatibarang

Sedangkan, menurut Ismanto, warga Talunkacang lainnya yang tinggal di RT 01/RW 03 sering melihat warga kelabakan saat mengusir kawanan kera ekor panjang yang turun gunung. Biasanya, katanya kawanan kera menyerbu rumah warga saat pagi dan sore hari.

"Pokoknya selama awal pandemik atau mulai April sampai sekarang, kera yang tinggal di Goa Kreo sering mendatangi kampung-kampung. Indukan kera sering merampas makanan penduduk. Ada yang nyolong teh  botol pucuk daun, fanta, jagung, sampai jajanan yang dijual warga juga dirampas. Kejadiannya kalau pagi sama sore," ujar Ismanto dengan menunjuk lokasi kampung yang sering didatangi gerombolan kera ekor panjang.

Ia menyebut dengan kondisi kawanan kera yang kelaparan, warga pun merasa kasihan. Setiap hari tidak ada warga kampungnya yang berani membunuh kera yang merampas makanan.

"Malahan ada yang sampai turun ke waduk. Warga cuma mengusirnya dengan ketapel. Tapi gak ada yang berani menembak. Kita kan kasihan. Kera juga makhluk hidup yang butuh makanan, ya akhirnya kita ikhlasin aja kalau pas ambil buah atau teh botol," tuturnya.

3. Kera ekor panjang juga nekat nyolong jagung, jambu dan singkong di kebun warga

Pandemik COVID-19, Kera Ekor Panjang Satroni Rumah Warga di Semarangsuaradesasumut.com

Ulah kera ekor panjang rupanya juga membuat resah warga di Kampung Jatirejo dan Blabak Gunungpati. Meski jaraknya 5 kilometer dari Goa Kreo, namun belasan kera ekor panjang nekat memasuki merambah ke lokasi tersebut.

Kera ekor panjang sering tepergok mencuri jagung, jambu, kacang hingga singkong yang ditanam di kebun milik warga setempat. 

Baca Juga: Libur Lebaran, Jangan Lewatkan Nonton Sesaji Rewanda di Goa Kreo

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya