Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Jateng Selatan pada Sabtu, 7 Februari

Hujan
Ilustrasi hujan di Bali (IDN Times/Ayu Afria)
Intinya sih...
  • BMKG mengimbau warga Jateng Selatan waspada terhadap hujan lebat akhir pekan ini.
  • Potensi cuaca ekstrem dipicu oleh Siklon Tropis 98P di Australia dan Siklon Tropis Penha di Samudra Pasifik.
  • Suhu udara berkisar 25-33°C, kelembapan tinggi 95%, dan angin kencang hingga 45 km/jam. Warga diimbau waspada risiko banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Cilacap, IDN Times — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Jawa Tengah bagian selatan untuk meningkatkan kewaspadaan pada akhir pekan ini. Prakiraan cuaca menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dipicu oleh dinamika atmosfer di sekitar wilayah Indonesia.

Teguh Wardoyo, Ketua Tim Kerja Pelayanan Data BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, menjelaskan bahwa meskipun beberapa hari terakhir hanya terjadi hujan ringan, perubahan signifikan diprediksi terjadi pada Sabtu (7/2/2026).

Potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh dua sistem atmosfer besar bibit Siklon Tropis 98P di daratan Australia bagian utara. Siklon Tropis Penha di Samudra Pasifik, sebelah timur Filipina.

"Keberadaan sistem tersebut meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Jateng selatan, termasuk Cilacap dan Banyumas," ujar Teguh

Pada periode Sabtu besok, suhu udara diprediksi berkisar antara 25-33 derajat Celcius dengan kelembapan tinggi mencapai 95%. Angin kencang yang bertiup dari arah barat juga patut diwaspadai karena kecepatannya bisa mencapai 45 kilometer per jam.

Secara umum, wilayah Cilacap dan sekitarnya masih akan mengalami hujan rutin pada sore hingga malam hari selama sepekan ke depan.

BMKG memperingatkan masyarakat mengenai risiko bencana hidrometeorologi yang mungkin timbul, seperti: Banjir dan genangan air di wilayah rendah, tanah longsor bagi warga yang tinggal di lereng perbukitan. Pohon tumbang akibat angin kencang.

Warga diharapkan terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG untuk meminimalisir risiko selama beraktivitas di luar ruangan pada akhir pekan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Waspada Virus Nipah! Warga Semarang Begini Gejala dan Mencegahnya

07 Feb 2026, 05:09 WIBNews