Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Benda di Rumah yang Wajib Dibuang Menurut Feng Shui
Ilustrasi kalender April 2026. (IDN Times/Dian Septi Arthasalina)
  • Menimbun barang-barang rusak di rumah dapat memblokir aliran energi positif (Chi) dan memicu stres bagi penghuninya.

  • Benda seperti jam mati atau piring retak diyakini membawa energi kemunduran finansial dan mengikis keberuntungan.

  • Merapikan rumah (decluttering) dan membuang benda mati adalah langkah awal menciptakan keharmonisan keluarga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Halo Millennials! Pernah tidak, merasa suasana rumah tiba-tiba terasa pengap, bikin stres, atau Rezeki rasanya seret padahal sudah kerja keras? Eits, jangan-jangan masalahnya bukan di rezeki kamu, tapi di tumpukan barang-barang di sudut rumah!

Dalam ilmu feng shui, tata ruang dan kondisi barang di rumah punya pengaruh besar terhadap kesehatan mental dan hoki. Barang tertentu yang rusak ternyata menyimpan energi negatif (Sha Chi).

Yuk, cek 5 benda yang wajib segera disingkirkan agar energi rumah kembali segar dan hoki makin mengalir!

1. Jam Dinding yang Mati atau Rusak

ilustrasi jam dinding (pexels.com/holafabiola)

Jam adalah simbol perjalanan waktu, keteraturan, dan ritme kehidupan. Ketika ada jam dinding yang berhenti berputar, feng shui melihatnya sebagai pertanda energi yang mandek alias stagnan.

Dampaknya bisa mempengaruhi semangat kerja, memicu kemunduran karier, hingga menghambat target masa depan. Jika ada jam mati, segera ganti baterainya agar kembali berdetak. Kalau memang sudah rusak total, jangan ragu untuk langsung dibuang.

2. Cermin yang Retak, Pecah, atau Buram

potret cermin retak (pexels.com/Feyza Tuğba)

Cermin punya peran vital untuk memantulkan dan menggandakan energi di dalam ruangan. Ketika menggunakan cermin yang retak atau permukaannya buram, energi yang dipantulkan pun ikut terpecah.

Kondisi ini dipercaya dapat merusak citra diri, memicu pertengkaran, dan merusak kedamaian keluarga. Jangan pernah menyimpan pecahan cermin di dalam rumah. Bungkus dengan aman, lalu buang keluar rumah demi menjaga aura positif.

3. Tanaman yang Sudah Mati, Layu, atau Berduri

ilustrasi tanaman layu (unsplash.com/Sigmund)

Tanaman hidup adalah simbol pertumbuhan, vitalitas, dan rezeki yang menyegarkan. Namun, memelihara tanaman mati atau layu justru memancarkan energi Yin (energi kematian) yang bikin penghuni rumah gampang lelah.

Selain itu, meletakkan tanaman berduri tajam (seperti kaktus) di dalam ruangan dipercaya memicu konflik dan perdebatan. Solusinya, buang tanaman yang mati dan pindahkan tanaman berduri ke area halaman luar.

4. Peralatan Makan yang Retak atau Gompal

ilustrasi peralatan makan (pixabay.com/HomeMaker)

Sering menyimpan piring, mangkuk, atau gelas yang sudah gompal cuma karena sayang dibuang? Hati-hati, peralatan makan adalah simbol kemakmuran dan rezeki keluarga, lho!

Menyajikan makanan dengan wadah yang cacat dipercaya dapat mengikis keberuntungan finansial dan menarik energi kekurangan. Segera singkirkan piring retak dari dapur dan ganti dengan peralatan yang utuh demi menjaga energi kelimpahan.

5. Kalender Kedaluwarsa dari Tahun Lalu

Kalender Berisi Hari Pasaran Jawa dan Weton. (IDNTimes/ Febriana Sinta)

Sama halnya dengan jam, kalender bertindak sebagai pengendali energi waktu. Membiarkan kalender kedaluwarsa atau lembaran bulan lalu tetap terpajang bakal mengikat pikiran pada masa lalu.

Kebiasaan sepele ini bisa menghambat kemajuan hidup, memicu rasa jalan di tempat, dan menurunkan produktivitas. Pastikan selalu memperbarui lembaran kalender ke bulan yang sedang berjalan, dan buang kalender tahun-tahun sebelumnya!

Ternyata, rajin menyapu saja tidak cukup untuk menjaga energi rumah tetap segar. Menyapu barang-barang bermasalah di atas adalah investasi simpel untuk kesehatan pikiran dan keharmonisan keluarga.

Dari kelima benda di atas, kira-kira mana nih yang masih tersimpan rapi di rumah Millennials? Yuk, bagikan artikel ini ke orang terdekatmu dan tulis pengalaman decluttering-mu di kolom komentar!

Curated For You

Editorial Team

Related Article