Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Hari Kasus COVID-19 di Solo Tembus 692 Orang, Lebih Cepat dari Delta

5 Hari Kasus COVID-19 di Solo Tembus 692 Orang, Lebih Cepat dari Delta
ilustrasi varian baru COVID-19, Omicron (IDN Times/Aditya Pratama)
Share Article

Surakarta, IDN Times - Kasus COVID-19 di Kota Solo meningkat signifikan. Hingga Selasa (8/2/2022) kasus aktif paparan virus corona sudah mencapai 692 orang. Lonjakan kasus tersebut diklaim sebagai penyebaran tercepat dibanding dengan varian Delta.

1. Kenaikan kasus terjadi 5 hari terakhir

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih. IDNTimes/Larasati Rey
Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih. IDNTimes/Larasati Rey

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih memprediksi, dalam waktu kurang dari sepekan angka paparan COVID-19 mampu tembus di angka 1000 kasus. 

“Jadi angkanya kita sekarang 692 kasus aktif. Seperti kita ketahui kasus ini meningkatnya sangat cepat meskipun fatality rate-nya rendah,” ungkap Siti, Rabu (9/2/2022). 

Menurut Siti, lonjakan kasus hingga menyentuh angka 3 digit tersebut terjadi hanya dalam lima hari terakhir.

“Dan ini kemungkinan akan naik dalam 2--3 minggu ke depan. Ini yang harus kita antisipasi. Melihat tren beberapa hari seperti ini biasanya naik lagi dalam dua hari,” jelasnya. 

2. Rata-rata turunan kasus sebelumnya

Sejumlah warga tidak mengenakan masker saat berkunjung ke Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (6/2/2022). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Sejumlah warga tidak mengenakan masker saat berkunjung ke Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (6/2/2022). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Tren kenaikan kasus secara signifikan itu, imbuh Siti, merupakan buntut dari hasil tracing kasus sebelumnya. Ia mengatakan, jika penanganan hulu ke hilir COVID-19 merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

“Kasus terdeteksi setelah sampai hilir ditangani dengan dirawat atau isolasi mandiri. Yang penting jangan sampai terjadi. Jadi hulunya harus kita mainkan adalah kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Kalau prokesnya tidak bagus ya melonjaknya akan makin cepat,” ungkapnya Siti. 

3. BOR rumah sakit mencapai 34 persen

ilustrasi perawatan pasien di rumah sakit (247nursing.com.au)
ilustrasi perawatan pasien di rumah sakit (247nursing.com.au)

Keterisian tempat tidur khusus COVID-19 di rumah saat di Kota Solo telah mencapai 34  persen dari 496 bed yang disediakan. Siti mengungkapkan, pasien yang dirawat di rumah sakit terbanyak adalah yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

“Artinya ini tidak menggambarkan secara keseluruhan karena jumlah tempat tidurnya juga turun. Kalau sesuai PMK (red: Peraturan Menteri Kesehatan) nomor 47 harusnya tersedia 834 bed, sekarang baru 496 bed,” ucap Siti. 

Siti mengaku jika kasus COVID-19 saat ini lebih cepat menyerang bila dibandingkan dengan varian Delta sebelumnya. Hal itu turut menyumbang jumlah klaster sekolah di Kota Solo menjadi 41 sekolah.

“Dibanding varian Delta, yang ini penyebarannya lebih cepat. Di Solo sepertinya tidak melewati angka 50 langsung dari 60 ke 100 sekian, ini dua kali lebih cepat,” pungkasnya. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
Larasati Rey
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More

Idul Adha Jadi Momen Pegadaian Ringankan Beban Keluarga Prasejahtera

30 Mei 2026, 13:16 WIBNews