278 Orang di SMA MTA Positif Virus Corona, Klaster Terbanyak di Solo

Surakarta, IDN Times - Sebanyak 278 orang yang merupakan penguni SMA Majlis Tafsir Al Qur'an (MTA) Surakarta Putra terkonfirmasi positif COVID-19. Pemerintah Kota Surakarta langsung mengisolasi mereka dan menonaktifkan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tersebut.
1. Gibran mengaku sudah terkondisikan

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengaku jika kasus COVID-19 di sekolah tersebut sudah terkondisikan. Pihaknya langsung mengisolasikan orang-orang di sekolah yang sifatnya boarding atau asrama tersebut.
"Tidak apa-apa, sudah dikondisikan, tenang saja," kata Gibran saat ditemui di kantor Balaikota Solo, Selasa (8/2/2022).
2. Kasus positif 278 orang

Sementara itu, Ketua Satgas COVID-19 Kota Solo, Ahyani membenarkan bahwa sebanyak 278 orang dari SMA MTA Solo khusus asrama putra terkonfimasi positif virus corona. Jumlah tersebut terdiri dari siswa dan tenaga pendidik.
Kendati demikian, sebagian besar kasus masuk dalam katagori orang tanpa gejala (OTG).
"Sudah tertangani, kebanyakan gak ada gejala," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ahyani mengatakan jika Dinas Kesehatan Solo telah melakukan pemantauan dan tracing penyebaran COVID-19 di SMA MTA Solo.
3. Sebagian besar di SMA MTA Solo bergejala ringan

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih menyebut mayoritas mereka yang terpapar dari klaster sekolah menjalani isolasi mandiri karena hanya bergejala ringan seperti batuk dan pilek (flu).
"Yang berat tidak ada, sebagian besar isolasi mandiri. Ini kasusnya ringan, mudah-mudahan tidak menimbulkan gejala yang lebih berat sampai kematian, tetapi hati-hati pada yang komorbid," pungkasnya.
Sampai saat ini, sudah 39 tempat pendidikan, di antaranya 37 sekolah dan 2 perguruan tinggi menjadi klaster penyebaran virus corona. Kasus COVID-19 di lingkungan pendidikan tersebut beragam, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), SMA hingga perguruan tinggi (PT).


















