Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Modus Penipuan di Telegram Terbaru 2026 yang Targetkan Ibu Rumah Tangga di Jateng
Penyebaran informasi melalui aplikasi telegram, salah satu masyarakat Indonesia yang melakukan tindak penipuan di Kamboja (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)
  • Kelompok ibu rumah tangga di Jawa Tengah kini menjadi incaran utama sindikat penipuan karena faktor kebutuhan mengelola keuangan dapur dan celah literasi siber.

  • Penipu menggabungkan teknik manipulasi psikologis (seperti iming-iming komisi cepat, bansos, dan pendekatan asmara) dengan jebakan digital seperti link phishing atau file *.APK.

  • Jangan pernah tergiur menyetor uang di awal untuk alasan apa pun, aktifkan Verifikasi 2 Langkah (2FA), dan kunci privasi grup Telegram kamu sekarang juga.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ranah digital di tahun 2026 ini menuntut kita untuk makin waspada. Telegram yang awalnya hanya digunakan sebagai aplikasi berbagi pesan, kini kerap disalahgunakan oleh jaringan penipu untuk melancarkan aksi kejahatan siber yang sangat rapi.

Kelompok ibu rumah tangga di wilayah Jawa Tengah (Jateng) menjadi salah satu target yang paling sering diincar. Berbekal iming-iming penghasilan tambahan atau bantuan sosial, para pelaku mencoba menguras tabungan keluarga korban.

Biar kamu atau keluarga di rumah tidak menjadi korban berikutnya, yuk kenali 5 modus penipuan Telegram terbaru berikut ini beserta cara kerjanya:

1. Modus "Misi Berbayar" (Job Scam Sampingan)

ilustrasi Telegram (unsplash.com/christianw)

Pelaku menjanjikan komisi atau penghasilan tambahan yang pengerjaannya sangat mudah dan bisa dilakukan dari rumah saja.

  • Cara Kerja: Korban awalnya dimasukkan ke grup Telegram dan diminta menyelesaikan tugas ringan seperti menyukai (like) video YouTube, mengikuti (follow) akun toko online, atau memberi ulasan produk. Di awal, penipu benar-benar mentransfer komisi kecil (Rp20.000 - Rp50.000) untuk memancing kepercayaan. Setelah korban tergiur, pelaku mulai meminta "deposit modal" dalam jumlah besar dengan dalih membuka misi premium berhadiah jutaan. Begitu uang ditransfer, pelaku langsung menghilang dan memblokir kontak korban.

2. Modus Investasi Titip Dana / Arisan Bodong

ilustrasi telegram (pexels.com/oleksandrp)

Modus ini memanfaatkan keinginan ibu rumah tangga untuk menggandakan uang belanja atau dana darurat secara kilat dengan mencatut nama tokoh finansial terkenal.

  • Cara Kerja: Admin grup menawarkan sistem titip modal dengan klaim tidak masuk akal, misalnya uang Rp1 juta bisa cair menjadi Rp25 juta dalam hitungan jam. Di dalam grup tersebut, puluhan akun komplotan penipu (bisa berupa akun palsu atau robot/bot) akan rajin mengirimkan bukti transfer palsu sebagai testimoni agar terlihat meyakinkan. Begitu korban ikut mentransfer uang, modal tersebut langsung hangus dan korban malah diperas lagi dengan dalih "biaya pencairan pajak OJK".

3. Modus Phishing Bansos & Bantuan Pemerintah

ilustrasi Telegram (unsplash.com/Oberon Copeland @veryinformed.com)

Penipu menyebarkan pesan siaran (broadcast) massal yang mengeklaim adanya pembagian Bantuan Sosial (Bansos), sembako murah, atau insentif tunai dari lembaga negara.

  • Cara Kerja: Korban diminta mengklik sebuah tautan web tiruan (phishing) yang di dalamnya terdapat formulir pengisian data pribadi sensitif (seperti nomor KTP, nomor rekening, hingga nomor telepon). Informasi ini kemudian digunakan pelaku untuk membobol akun m-banking, melakukan pinjaman online (pinjol) ilegal atas nama korban, atau dijadikan alat pemerasan.

4. Modus "Pig Butchering" (Skema Asmara Berkedok Investasi)

aplikasi Telegram (pexels.com/@viralyft)

Sindikat ini menyasar sisi psikologis dan emosional ibu rumah tangga yang sedang merasa kesepian atau membutuhkan teman bercerita. Beberapa kasus di tahun ini bahkan terdeteksi beroperasi di wilayah Sukoharjo dan Surakarta.

  • Cara Kerja: Pelaku memasang profil pria mapan, pemuka agama, atau figur tepercaya untuk membangun komunikasi intens dan romantis lewat Telegram selama berminggu-minggu. Setelah emosi korban terikat dan menaruh kepercayaan penuh, pelaku perlahan mengenalkan aplikasi atau situs investasi kripto/perdagangan palsu yang diklaim sebagai rahasia kekayaannya. Korban dibimbing untuk memasukkan seluruh tabungan keluarga ke sana hingga akhirnya merugi miliaran rupiah.

5. Modus Pembajakan Akun lewat Link "Foto/Video Viral"

ilustrasi telegram (freepik.com/freepik

Modus ini memanfaatkan rasa penasaran atau ketakutan sosial korban (FOMO - Fear of Missing Out) dengan menyebarkan pesan jebakan yang seolah berasal dari lingkungan sekitar.

  • Cara Kerja: Korban menerima pesan dari kontak yang sebenarnya sudah dikenal (namun akunnya sudah dibajak duluan) dengan kalimat seperti: "Eh, ini foto kamu yang lagi viral di grup sebelah?" atau "Ada video kecelakaan di dekat rumah kita, ini link-nya". Saat tautan diklik, korban diarahkan ke halaman login Telegram palsu atau otomatis mengunduh file berbahaya berformat *.APK. Begitu korban terkecoh, akun Telegram-nya langsung diambil alih pelaku untuk menipu daftar kontak lainnya.

Ringkasan Modus dan Trik Antisipasi Cepat

Nama Modus

Ciri Khas Utama

Trik Antisipasi Kilat

Misi Berbayar

Kasih komisi kecil di awal, lalu minta deposit besar.

Tolak mentah-mentah jika diminta bayar/deposit uang untuk bekerja.

Arisan / Titip Dana

Janji untung ratusan persen; grup penuh testimoni sukses.

Keluar dari grup; tidak ada investasi legal yang cair dalam hitungan jam.

Phishing Bansos

Minta isi nomor KTP dan data bank di link tidak resmi.

Cek kebenaran informasi bansos hanya lewat situs resmi Kemensos.

Pig Butchering

PDKT romantis ujung-ujungnya mengajak investasi.

Jangan pernah libatkan uang atau bisnis dengan orang yang baru dikenal di medsos.

Link Viral

Mengirim link/file *.APK mencurigakan dengan nada mendesak.

Jangan asal klik tautan; konfirmasi lewat telepon biasa ke nomor teman Anda.

Langkah Proteksi Wajib untuk Ibu Rumah Tangga

ilustrasi 2FA (unsplash.com//Kenny Eliason)

  • Aktifkan Verifikasi 2 Langkah (2FA)

    • Ini adalah benteng terkuat. Masuk ke Pengaturan Telegram > Privasi dan Keamanan > Verifikasi Dua Langkah. Dengan fitur ini, akun Anda tidak akan bisa dibajak meskipun kode OTP Anda bocor.

  • Batasi Fitur Undang Grup

    • Ubah pengaturan privasi Telegram Anda (Pengaturan > Privasi > Grup & Saluran > Pilih "Kontak Saya"). Cara ini efektif mencegah orang asing memasukkan nomor Anda ke dalam grup investasi atau misi berbayar secara tiba-tiba.

  • Prinsip Dasar Transaksi

    • Ingat, instansi resmi, perusahaan besar, maupun aplikasi keuangan legal tidak pernah meminta transfer dana ke rekening pribadi atas nama perorangan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article