Ranah digital di tahun 2026 ini menuntut kita untuk makin waspada. Telegram yang awalnya hanya digunakan sebagai aplikasi berbagi pesan, kini kerap disalahgunakan oleh jaringan penipu untuk melancarkan aksi kejahatan siber yang sangat rapi.
Kelompok ibu rumah tangga di wilayah Jawa Tengah (Jateng) menjadi salah satu target yang paling sering diincar. Berbekal iming-iming penghasilan tambahan atau bantuan sosial, para pelaku mencoba menguras tabungan keluarga korban.
Biar kamu atau keluarga di rumah tidak menjadi korban berikutnya, yuk kenali 5 modus penipuan Telegram terbaru berikut ini beserta cara kerjanya:
