Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
615 Kebakaran hingga Agustus 2026 di Jateng, BPBD Latih 150 Personel
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mengadakan pelatihan bagi 150 personel. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • BPBD Jawa Tengah melatih 150 personel dari berbagai kabupaten dan kota untuk memperkuat kemampuan penanganan kebakaran hutan dan lahan, termasuk pencarian serta pertolongan Urban SAR.
  • Pada 1 Januari hingga 30 Agustus 2026, Jawa Tengah mencatat 615 kebakaran: 282 kebakaran hutan dan lahan serta 333 kebakaran gedung dan permukiman.
  • Pemprov Jateng menekankan respons relawan yang cepat dan kompeten untuk menekan kerugian, sambil mengingatkan warga tidak melakukan pembakaran sembarangan pada musim kemarau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1 Januari- 30 Agustus 2026

BPBD Jateng mencatat 615 kejadian kebakaran, terdiri dari 282 kebakaran hutan dan lahan serta 333 kebakaran gedung dan pemukiman.

musim kemarau saat ini

Pemprov Jateng menyoroti ancaman kebakaran lahan dan tempat pembuangan sampah. Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pembakaran sembarangan di luar rumah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BPBD Jawa Tengah melatih sekitar 150 personel untuk meningkatkan keterampilan penanganan kebakaran hutan dan lahan serta pencarian dan pertolongan.
  • Who?
    BPBD Jawa Tengah, 150 peserta dari kabupaten dan kota di Jawa Tengah, instruktur Basarnas, Sekda Jateng Sumarno, serta Kalakhar BPBD Bergas Catursasi Penanggungan terlibat dalam kegiatan ini.
  • Where?
    Pelatihan berlangsung di Balai Pemantapan Kawasan Hutan Penggaron, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
  • When?
    Kegiatan digelar saat musim kemarau 2026. Data BPBD mencatat 615 kebakaran di Jawa Tengah sepanjang 1 Januari hingga 30 Agustus 2026.
  • Why?
    Pelatihan dilakukan untuk mempercepat dan meningkatkan ketepatan penanganan bencana, terutama kebakaran lahan yang banyak dipicu kelalaian manusia.
  • How?
    Peserta menerima pelatihan dari instruktur Basarnas dengan materi Urban Search and Rescue. BPBD akan bergerak memadamkan titik panas yang berpotensi menjadi kebakaran bersama damkar setempat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jawa Tengah ada 615 kebakaran sampai Agustus. Ada kebakaran hutan, lahan, rumah, dan gedung. BPBD melatih 150 orang dari banyak kota supaya bisa menolong dan memadamkan api. Banyak lahan terbakar karena orang kurang hati-hati. Sekarang BPBD dan pemadam kebakaran siap bergerak kalau ada titik panas. Masyarakat diminta jangan membakar sembarangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mengadakan pelatihan bagi 150 personel untuk membekali keterampilan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan pelatihan kali ini diikuti oleh sekitar 150 peserta terpilih dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Materi pelatihan melibatkan instruktur dari Basarnas dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas pencarian dan pertolongan, seperti Urban Search and Rescue (Urban SAR).

Bergas menyebutkan, sebagian besar kejadian didominasi oleh kebakaran lahan pertanian atau perkebunan yang dipicu kelalaian manusia (human error).

"BPBD tetap harus siap. Begitu terdeteksi titik panas (hotspot) yang berefek pada potensi kebakaran, kita langsung bergerak memadamkan bekerja sama dengan Damkar setempat," tutur Bergas. 

Berdasarkan data BPBD Jateng untuk periode 1 Januari- 30 Agustus 2026, terdapat 615 kejadian kebakaran di Jateng, terdiri dari 282 kejadian kebakaran hutan dan lahan, serta 333 kejadian kebakaran gedung dan pemukiman. 

Sekda Jateng, Sumarno, mengatakan, peningkatan kompetensi relawan penting agar mereka mampu mengambil langkah cepat dan tepat ketika terjadi bencana.

"Kami mengapresiasi dan sangat support kegiatan peningkatan kapasitas teman-teman relawan. Ini menjadi bagian tanggung jawab pemerintah daerah agar kalau ada kebencanaan, penanganannya bisa lebih cepat," ujar Sumarno saat mewakili Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dalam kegiatan Apel Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personil Relawan Kebencanaan di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. 

Menurut Sumarno, kecepatan penanganan bencana memerlukan kompetensi yang teruji dari para relawan di lapangan. Kecepatan tindakan dinilai berbanding lurus dengan meminimalkan dampak kerugian materiil maupun korban jiwa.

Menghadapi potensi bencana di musim kemarau saat ini, Pemprov Jateng menyoroti ancaman kebakaran lahan dan tempat pembuangan sampah. Sumarno mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan melakukan pembakaran di luar rumah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article