Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

81 Tahun Pertempuran 5 Hari di Semarang, Ajak Teladani Para Pejuang

Kota Semarang
2 min read
81 Tahun Pertempuran 5 Hari di Semarang, Ajak Teladani Para Pejuang
Pertunjukkan drama kolosal pertempuran lima hari di Semarang di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Rabu (14/10/2026). (dok. Pemkot Semarang)
  • Upacara peringatan ke-81 Pertempuran Lima Hari digelar di Tugu Muda, Semarang, untuk mengenang perjuangan pemuda dan warga mempertahankan kemerdekaan pada 14–18 Oktober 1945.

  • Wali Kota Agustina Wilujeng mengajak masyarakat meneruskan keberanian dan pengabdian pejuang melalui kerja nyata, termasuk peran tenaga kesehatan, petugas kebersihan, BPBD, pemadam, dan relawan.

  • Peringatan mencakup upacara, pembacaan sejarah, drama kolosal, pameran arsip di Lawang Sewu dan Rumah PoHan, serta bazar UMKM; kegiatan akan digelar tahunan untuk menjaga ingatan sejarah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Upacara peringatan ke-81 Pertempuran Lima Hari di Semarang digelar di kawasan Tugu Muda, Rabu (14/10/2026) malam. Tidak sekadar menyajikan teatrikal dan pameran, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengajak masyarakat untuk meneruskan nilai keberanian dan pengabdian para pejuang melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

  1. 1. Kenang perjuangan para pejuang

    pertempuran 5 hari di semarang, teatrikal , tugu muda, agustina
    Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng hadir dalam acara peringatan pertempuran lima hari di Semarang di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Rabu (14/10/2026). (dok. Pemkot Semarang). (dok. Pemkot Semarang)

    Wali kota mengingatkan, bahwa pertempuran pada 14–18 Oktober 1945 berlangsung ketika kemerdekaan Indonesia baru saja diproklamasikan. Para pemuda, pejuang, dan masyarakat saat itu mempertaruhkan nyawa untuk mempertahankan kemerdekaan.

    “Malam ini, di hadapan Tugu Muda, kita mengenang pengorbanan mereka. Kita mengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tumbuh dari sebuah keberanian, kehilangan, dan harapan yang diperjuangkan dengan sepenuh jiwa,” katanya.

    Lalu, 81 tahun kemudian wajah Kota Semarang telah berubah dan generasi terus berganti. Namun, nilai keberanian mengambil tanggung jawab dan mengabdi kepada masyarakat tetap relevan hingga saat ini.

  2. 2. Agustina contohkan nilai pengabdian yang diwariskan pejuang

    pertempuran 5 hari di semarang, teatrikal , tugu muda
    Pertunjukkan drama kolosal pertempuran lima hari di Semarang di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Rabu (14/10/2026). (dok. Pemkot Semarang)

    Agustina mencontohkan nilai pengabdian yang diwariskan para pejuang dapat ditemukan dalam pekerjaan sehari-hari yang kerap luput dari perhatian. Di antaranya tenaga kesehatan yang merawat pasien, petugas BPBD dan pemadam kebakaran yang menangani kebakaran di TPA Jatibarang, hingga petugas kebersihan dan relawan di kampung-kampung.

    Menurutnya, pekerjaan tersebut memiliki peran penting dalam melindungi warga, menjaga kebersihan lingkungan, dan membantu masyarakat ketika membutuhkan pertolongan.

    “Dari pekerjaan yang sering luput dari perhatian kita belajar bahwa keselamatan, kebersihan, dan kenyamanan sebuah kota tumbuh dari banyak tangan yang bekerja dengan sungguh-sungguh,” kata Agustina.

    Ia menegaskan, pengabdian tidak selalu harus dilakukan di hadapan banyak orang. Kerja para petugas lapangan yang tetap menjalankan tugas dalam kondisi sulit juga menjadi bagian dari upaya menjaga kehidupan masyarakat.

  3. 3. Peringatan diisi drama kolosal hingga pameran sejarah

    pertempuran 5 hari di semarang, teatrikal , tugu muda
    Pertunjukkan drama kolosal pertempuran lima hari di Semarang di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Rabu (14/10/2026). (dok. Pemkot Semarang)

    Peringatan Pertempuran Lima Hari tahun ini diawali dengan upacara bendera, pembacaan cukilan sejarah oleh Drs. Stephanus Sukirno, MS, serta pertunjukan drama kolosal yang melibatkan Untag dan Teater Pitoelas.

    Rangkaian kegiatan turut didukung pameran kesejarahan di Lawang Sewu dan bazar UMKM. Pameran arsip bertajuk Dari Semarang Kita Mulai berlangsung pada 14–20 Oktober 2026 di Lawang Sewu dan Rumah PoHan.

    Pameran tersebut menyajikan dokumentasi sejarah, kelas terbuka, serta diskusi literasi kesejarahan untuk memperluas akses masyarakat terhadap sejarah Kota Semarang.

    Agustina menegaskan, peringatan Pertempuran Lima Hari akan terus dilaksanakan setiap tahun untuk menjaga ingatan sejarah sekaligus meneruskan cita-cita kemerdekaan. Ia berharap Semarang tetap menjadi kota yang nyaman dan tenteram bagi generasi mendatang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More