Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Alumni Undip Pilih Dukung Ganjar, Rektor: Kita Bersih dari Pengaruh Partai

Alumni Undip Pilih Dukung Ganjar, Rektor: Kita Bersih dari Pengaruh Partai
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat bersalaman dengan prajurit TNI sembari ditemani jajaran forkopimda termasuk Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jalan Pahlawan, Semarang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Share Article

Semarang, IDN Times - Sejumlah alumni Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memutuskan memberikan dukungannya kepada bacapres yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo. Pihak kampus Undip menyatakan dukungan terhadap Ganjar tidak serta-merta menunjukkan arah kebijakan kampusnya. 

“Kami menyatakan bahwa Universitas Diponegoro adalah lembaga pendidikan yang bersifat netral yang tidak mendukung salah satu calon tertentu,” kata Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama, Jumat (26/8/2023). 

1. Rektor Undip ngaku pilihan capres sifatnya rahasia

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama memakaikan topi KKN secara simbolis kepada mahasiswa yang akan berangkat KKN ke 10 kabupaten. (IDN Times/Dok Humas Undip)
Rektor Undip Prof Yos Johan Utama memakaikan topi KKN secara simbolis kepada mahasiswa yang akan berangkat KKN ke 10 kabupaten. (IDN Times/Dok Humas Undip)

Ia menuturkan kampusnya selama ini relatif bersih dari pengaruh partai politik (parpol). Selain itu, kata Yos kampusnya juga tidak ada politik praktis. 

Ia menuturkan adanya pilihan alumni Undip ke Ganjar Pranowo tidak membawa nama kampusnya. Menurutnya, sebuah pilihan calon presiden bersifat rahasia. 

“Untuk memilih calon presiden adalah pilihan individu yang bersifat rahasia. Sehingga pilihan adalah pilihan pribadi atau individu bukan atas nama lembaga atau institusi,” ujarnya. 

2. Klaim Undip masih mengusung nilai-nilai Pancasila

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama bersama puluhan guru PAUD berpose dalam acara pertemuan di Gedung Prof Sudharto, Tembalang Semarang. (IDN Times/Dok Humas Undip)
Rektor Undip Prof Yos Johan Utama bersama puluhan guru PAUD berpose dalam acara pertemuan di Gedung Prof Sudharto, Tembalang Semarang. (IDN Times/Dok Humas Undip)

Yos pun berdalih bahwa kampusnya masih menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila terutama mengenai netralitas sebagai kampus yang bersih dari praktik politik praktis. 

“Karena sejatinya kampus Undip yang menjunjung tinggi nilai Pancasila yang mengutamakan netralitas sebagai kampus yang bersih dari pengaruh politik praktis,” kata Yos. 

3. Dukungan capres dilarang pakai embel-embel Undip

Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo meminta kader partai dari seluruh tingkatan untuk mau berjuang mengantarkan kemenangan ketiga kalinya atau hattrick pada Pemilu 2024 mendatang. (Dok. PDIP)
Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo meminta kader partai dari seluruh tingkatan untuk mau berjuang mengantarkan kemenangan ketiga kalinya atau hattrick pada Pemilu 2024 mendatang. (Dok. PDIP)

Yos mengaku telah melarang para mahasiswa, jajaran karyawan dan pihak lain agar tidak memakai embel-embel Undip saat masuk ke ranah politik. Termasuk ketika memutuskan memberikan dukungan kepada para bacapres yang maju dalam kontestasi Pilpres 2024.

"Undip melarang pihak manapun menggunakan nama institusi Universitas Diponegoro dalam upaya memberikan dukungan kepada calon presiden dan atau partai politik manapun," tukasnya. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Mantan Artis Terlibat Kasus Pig Butchering di Jateng, Modusnya Ngonten

01 Jun 2026, 17:05 WIBNews