Siswi SMP Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Kadinsos Jateng: Karena Sakit Tiroid

Siswi kelas XI SMP Sekolah Rakyat Sragen, ANF meninggal pada 6 September setelah sekitar sepekan mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun.
ANF sempat menjalani penanganan di RS Amal Sehat, puskesmas, lalu RSUD Sragen setelah muntah dan kejang; kondisinya terus menurun hingga meninggal pukul 14.00.
Dinsos Jateng menyebut penyakit kelenjar tiroid siswa itu baru diketahui di rumah sakit, sementara pihak sekolah mengaku tidak mengetahui riwayat penyakit tersebut dan menilai SOP telah dijalankan.
Sragen, IDN Times - Seorang siswi kelas XI A SMP Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sragen, berinisial ANF (16) meninggal dunia setelah seminggu jatuh sakit. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jateng Imam Masykur mengatakan, ANF belakangan diketahui menderita penyakit kelenjar tiroid.
ANF tercatat sebagai siswi kelas XI yang sudah dua tahun menempati asrama Sekolah Rakyat Sragen. Tahun pertama, ia menempati asrama rintisan Sekolah Rakyat Sragen. Kemudian tahun kedua menempati asrama permanen.
"Ini sudah tahun kedua dia di SR Sragen. Pihak SR tidak tahu kalau dia punya penyakit kelenjar tiroid. Seminggu terakhir kondisinya demam panas gak turun turun," kata Imam kepada IDN Times melalui sambungan telepon, Kamis (10/9/2026).
Ia menuturkan, kondisi ANF mendadak drop sekitar seminggu kemarin, Ia lalu dibawa oleh perwakilan Sekolah Rakyat Sragen ke RS Amal Sehat untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Setelah beberapa jam di RS Amal Sehat, katanya, ANF kemudian dibawa ke puskesmas terdekat.
Menurut pengakuan orang tuanya, ANF sempat kepengin balik ke asrama Sekolah Rakyat Sragen. Namun karena demamnya tak kunjung membaik, siswi tersebut lalu dibawa kembali ke puskesmas terdekat.
"Karena panasnya gak turun lalu dibawa ke puskesmas tapi ternyata dianya gak mau. Maunya pulang dulu ke orang tuanya. Malamnya muntah-muntah, paginya dibawa ke puskesmas. Dia infonya sempat kejang habis itu dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen. Di sana kondisinya drop sampai meninggal jam 2 siang tanggal 6 September," kata Imam.
Pihaknya beralasan ketika menangani ANF, SOP yang dijalankan oleh pihak Sekolah Rakyat Sragen sudah memadai.
Walau begitu, ia membela pihak Sekolah Rakyat Sragen yang mungkin tidak diberitahu oleh orang tua bahwa ANF memiliki penyakit kelenjar tiroid (hipertiroid) sebelum masuk sekolah.
"Kalau lihat SOP SR, sudah betul," tuturnya.
Namun ada kemungkinan juga kalau orang tua ANF tidak pernah cerita ihwal penyakit yang dialami anaknya tersebut.
"Ya mungkin dari orang tuanya gak cerita, mungkin beberapa tahun ada gejalanya, mungkin belum kelihatan atau orang tuanya gak cerita gak terus terang kepada pihak SR. (Ketahuan) tiroidnya di rumah sakit sih mas," ujarnya.























