Antisipasi Kekeringan di Semarang, Gencarkan Droping Air dan Jaga TPA

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang mengantisipasi kekeringan pada musim kemarau. Berbagai upaya akan dilakukan mulai menggencarkan droping air bersih hingga menjaga lahan kering dari potensi kebakaran.
1. Stok air bersih cukup

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, pihaknya berupaya untuk mengantisipasi kekeringan di Kota Semarang.
‘’Pada musim kemarau ini kami melakukan antisipasi kekeringan seperti mulai dari pengedropan air bersih hingga menjaga lahan kering dari potensi kebakaran, salah satunya tempat pemrosesan akhir (TPA) Jatibarang,’’ ungkapnya, Selasa (21/5/2024).
Menurut perempuan yang akrab disapa Ita ini, stok air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di saat musim kemarau masih mencukupi. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal telah melakukan pemetaan wilayah yang sering terdampak kekeringan.
"Pertama dari PDAM, misalnya masyarakat Kota Semarang kekurangan air bersih. Seperti di daerah Meteseh, Rowosari, Kecamatan Tembalang," ujarnya.
2. Keluarkan SOP di TPA Jatibarang

Tidak hanya PDAM, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang juga membantu melakukan pengedropan air bersih. Selain itu, juga melibatkan pihak-pihak swasta.
"Kedua saya minta dari Damkar sekali-kali menyiram taman di pinggiran jalan. Ketiga, kami imbau masyarakat bisa mengelola air, irit air istilahnya karena sumur-sumur juga nantinya makin kering," katanya.
Selanjutnya, Pemkot Semarang juga telah mengeluarkan ketentuan di dalam TPA Jatibarang setelah peristiwa kebakaran tahun lalu. Kini, seluruh aktivitas di TPA Jatibarang makin diperketat. Contohnya, tidak boleh atau dilarang merokok di dalam TPA.
"Keempat untuk menjaga antisipasi kebakaran, terutama di TPA-TPA, saya sudah menyampaikan ada SOP bahwa yang masuk tidak boleh bawa rokok dan korek api. Hingga saat ini terus berlangsung sweeping dan ketat," tegasnya.
3. Adakan lomba kampung iklim

Selain itu, sebagai upaya jangka panjang, pemkot juga akan memasifkan upaya penanaman pohon di seluruh kelurahan yang ada di Kota Semarang. Bibit pohon yang akan ditanam, yaitu jenis tanaman produktif seperti alpukat, rambutan, dan pepaya.
Termasuk pula akan mengadakan lomba program kampung iklim (proklim). Menurut Ita, lomba itu akan memancing masyarakat beramai-ramai membuat kampungnya ijo royo-royo.
Mengadakan kampung hebat, itu adalah lomba yang mengangkat isu proklim. Mereka akan beramai-ramai menyulap kampungnya sesuai ketentuan mengurangi perubahan iklim.
"Sehingga untuk menanam kaitannya juga ada ketahanan pangan. Jadi urban farming ini penting banget, mengingat misalnya kelangkaan sayuran akan berdampak pada kenaikan harga bisa diantisipasi," tandasnya.



















