Semarang, IDN Times - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menerjunkan 250 personel untuk siaga pada masa mudik Lebaran 2026. Mereka akan bertugas di berbagai titik dan posko mudik.
Arus Mudik Lebaran 2026, Dishub Semarang Terjunkan 250 Personel Siaga

1. Personel arus mudik dibagi dalam 3 shift
Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, pihaknya mengerahkan 250 personel pada arus mudik Lebaran tahun ini dan dibagi dalam tiga shift.
“Jadi, personel kami ada 250 orang dan itu dibagi dalam shift, ada yang di posko mandiri yang kami bikin, yakni di Banyumanik, pusat kota, terminal dan posko ATCS di kantor Dishub,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Adapun, sebagian petugas Dishub tersebut juga akan bergabung dengan posko yang didirikan oleh Polri, yakni di Gerbang Tol Kalikangkung dan di kawasan Simpang Lima, kemudian posko di Bandara Ahmad Yani, dan posko di Stasiun Semarang Tawang.
“Kami juga bantu penempatan personel di bandara, stasiun, Kawasan Simpang Lima dan GT Kalikangkung,” terang Danang.
2. Bantu pengamanan lalu lintas di pusat kota
Kemudian, Dishub juga berkoordinasi dengan berbagai stakeholder terutama Satlantas Polrestabes Semarang untuk membantu pengamanan lalu lintas di pusat kota dan memperlancar arus mudik maupun arus balik Lebaran.
“Posko sudah dibuka, kami berkoordinasi dengan Satlantas terkait titik kemacetan karena ada tiga fase, yakni arus mudik atau sebelum Lebaran, Hari H, dan arus balik,” jelas Danang.
Adapun, memasuki H-3 Lebaran, lalu lintas di sejumlah ruas jalan di pusat kota mulai padat. Terutama di kawasan pusat perbelanjaan dan oleh-oleh.
3. Penguraian jarak jauh melalui ATCS
Danang menyampaikan, jika terjadi penumpukan atau kepadatan lalu lintas, pihaknya akan melakukan penguraian jarak jauh melalui ATCS. Namun, jika sudah tidak bisa teratasi maka petugas akan diturunkan ke titik penumpukan.
“Terkait liburan Lebaran, Semarang jadi kota transit atau jujugan pemudik. Dapat diprediksi akan lonjakan pengguna jalan. Hal itu sudah kami petakan seperti pusat kota, pusat perbelanjaan, tempat makan, tempat belanja sudah termonitor oleh kami dan itu tidak jauh dari pos yang sudah kami tempatkan,” jelasnya.
Sementara, untuk memantau kondisi lalu lintas tersebut, Dishub akan melakukan koordinasi lewat ATCS dan kepolisian. Apabila tidak bisa diurai dengan sistem, maka akan dilakukan secara manual dengan turun ke jalan dan rekayasa lalu lintas.