Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Arus Mudik Lebaran 2026, Dishub Semarang Terjunkan 250 Personel Siaga
Antrean kendaraan pemudik mengular di Tol Kalikangkung. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Dishub Kota Semarang menurunkan 250 personel dalam tiga shift untuk siaga arus mudik Lebaran 2026 di berbagai posko, termasuk terminal, bandara, stasiun, dan titik strategis kota.
  • Koordinasi dilakukan bersama Satlantas Polrestabes Semarang guna menjaga kelancaran lalu lintas di pusat kota selama fase arus mudik, Hari H Lebaran, hingga arus balik.
  • Penguraian kemacetan dilakukan melalui sistem ATCS dan koordinasi dengan kepolisian; jika padat tak terurai secara sistem, petugas akan turun langsung melakukan rekayasa lalu lintas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menerjunkan 250 personel untuk siaga pada masa mudik Lebaran 2026. Mereka akan bertugas di berbagai titik dan posko mudik.

1. Personel arus mudik dibagi dalam 3 shift

Tol Kalikangkung Semarang dipadati pemudik Lebaran. (IDN Times/Dok Humas TMJ)

Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, pihaknya mengerahkan 250 personel pada arus mudik Lebaran tahun ini dan dibagi dalam tiga shift.

“Jadi, personel kami ada 250 orang dan itu dibagi dalam shift, ada yang di posko mandiri yang kami bikin, yakni di Banyumanik, pusat kota, terminal dan posko ATCS di kantor Dishub,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Adapun, sebagian petugas Dishub tersebut juga akan bergabung dengan posko yang didirikan oleh Polri, yakni di Gerbang Tol Kalikangkung dan di kawasan Simpang Lima, kemudian posko di Bandara Ahmad Yani, dan posko di Stasiun Semarang Tawang.

“Kami juga bantu penempatan personel di bandara, stasiun, Kawasan Simpang Lima dan GT Kalikangkung,” terang Danang.

2. Bantu pengamanan lalu lintas di pusat kota

Seorang calon penumpang kereta api menunjukan tiket digital kepada petugas boarding Stasiun Tawang Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kemudian, Dishub juga berkoordinasi dengan berbagai stakeholder terutama Satlantas Polrestabes Semarang untuk membantu pengamanan lalu lintas di pusat kota dan memperlancar arus mudik maupun arus balik Lebaran.

“Posko sudah dibuka, kami berkoordinasi dengan Satlantas terkait titik kemacetan karena ada tiga fase, yakni arus mudik atau sebelum Lebaran, Hari H, dan arus balik,” jelas Danang.

Adapun, memasuki H-3 Lebaran, lalu lintas di sejumlah ruas jalan di pusat kota mulai padat. Terutama di kawasan pusat perbelanjaan dan oleh-oleh.

3. Penguraian jarak jauh melalui ATCS

Arus lalu lintas kendaraan yang melewati gerbang Tol Banyumanik Semarang mulai terjadi peningkatan. (IDN Times/Dok Humas Trans Marga Jateng)

Danang menyampaikan, jika terjadi penumpukan atau kepadatan lalu lintas, pihaknya akan melakukan penguraian jarak jauh melalui ATCS. Namun, jika sudah tidak bisa teratasi maka petugas akan diturunkan ke titik penumpukan.

“Terkait liburan Lebaran, Semarang jadi kota transit atau jujugan pemudik. Dapat diprediksi akan lonjakan pengguna jalan. Hal itu sudah kami petakan seperti pusat kota, pusat perbelanjaan, tempat makan, tempat belanja sudah termonitor oleh kami dan itu tidak jauh dari pos yang sudah kami tempatkan,” jelasnya.

Sementara, untuk memantau kondisi lalu lintas tersebut, Dishub akan melakukan koordinasi lewat ATCS dan kepolisian. Apabila tidak bisa diurai dengan sistem, maka akan dilakukan secara manual dengan turun ke jalan dan rekayasa lalu lintas.

Editorial Team