Dua siswa melihat kondisi ruang kelas yang atapnya ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ikut memastikan, SDN Tanggirejo masuk dalam program revitalisasi tahun anggaran 2026. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto mengatakan, program revitalisasi merupakan salah satu fokus utama untuk mewujudkan pendidikan bermutu.
Pada tahun ini, pemerintah memprioritaskan tiga kategori sekolah penerima program revitalisasi, yaitu:
Sekolah terdampak bencana alam.
Sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Sekolah dengan tingkat kerusakan berat (termasuk SDN Tanggirejo).
Pihak Kemendikdasmen terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, dinas pendidikan setempat, dan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah. Dalam waktu dekat, Kepala SDN Tanggirejo akan diundang ke Jakarta untuk pengesahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi.
"SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan," jelas Gogot Suharwoto.