Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Atap Ambrol Akibat Rayap, Revitalisasi SDN Tanggirejo Grobogan Dimulai
Foto udara kondisi ruang kelas yang atapnya ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Grobogan, IDN Times - Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanggirejo di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sempat memprihatinkan usai atap bangunan ambrol akibat serangan rayap. Sebanyak 131 siswa harus belajar secara bergantian, memanfaatkan musala sebagai ruang kelas sementara, hingga menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan bangunan yang rusak.

Merespons situasi darurat tersebut, pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat memulai proses revitalisasi sekolah, Sabtu (25/7/2026).

Kronologi Kerusakan dan Dampak bagi Kegiatan Belajar Mengajar

Refleksi siswa bermain terlihat pada kaca ruang kelas yang atapnya ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Kerusakan di SDN Tanggirejo terjadi secara bertahap sejak awal tahun 2026. Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah menjelaskan, penyangga atap bangunan rapuh akibat dimakan rayap.

Ruang guru di bagian selatan menjadi lokasi pertama yang ambrol pada bulan Januari 2026. Beruntung, peristiwa tersebut terjadi pada malam hari sehingga tidak memakan korban jiwa. Selanjutnya, kerusakan serupa menimpa ruang kelas VI pada bulan April 2026.

Akibat kerusakan berat pada dua ruangan tersebut, pihak sekolah harus memutar otak agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berlangsung aman. Ruang perpustakaan dialihfungsikan menjadi kantor sementara bagi guru dan kepala sekolah. Sementara itu, siswa kelas V dipindahkan ke musala, dan sebagian kelas lain menerapkan sistem belajar bergantian serta penyekatan ruangan.

"Alhamdulillahnya itu kejadian malam hari, paling selatan ruang guru itu ambrol Januari tahun ini. Sudah tidak bisa dipakai. Kelas VI-nya tak sendirikan, kelas V-nya tak taruh di musala. Terus ruang gurunya tak tempatkan di perpustakaan," ungkap Juwariyah saat menjelaskan situasi sekolahnya sebagaimana dilansir Antara, Minggu (26/7/2026).

Revitalisasi Menyeluruh dari Pemerintah

Sejumlah siswa kelas 3 dan 4 mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang disekat akibat bangunan kelas ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Pengerjaan revitalisasi langsung dimulai seusai Tim Sekretariat Presiden (Setpres) bersama Sekretariat Kabinet (Setkab) meninjau lokasi pada Jumat (24/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, tim berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah dan pelaksana pembangunan.

Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Presiden, perbaikan tidak hanya terbatas pada atap yang rusak. Proyek revitalisasi ini mencakup perbaikan menyeluruh demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi 131 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Cakupan perbaikan SDN Tanggirejo meliputi:

  • Perbaikan struktur utama: Atap, ruang kelas, dan perpustakaan.

  • Akses dan interior: Penggantian pintu dan jendela yang rusak, serta pembenahan lantai dan plafon bangunan.

  • Fasilitas penunjang: Perbaikan musala sebagai sarana ibadah dan ruang kegiatan siswa.

  • Sanitasi dan lingkungan: Peningkatan sistem sanitasi, suplai air toilet, hingga penataan drainase serta lingkungan sekolah.

“Dimulainya pembangunan menjadi langkah nyata pemerintah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi 131 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Revitalisasi SDN Tanggirejo menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mempercepat perbaikan sarana pendidikan,” tulis keterangan resmi Sekretariat Presiden.

Masuk Tiga Prioritas Utama Kemendikdasmen

Dua siswa melihat kondisi ruang kelas yang atapnya ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ikut memastikan, SDN Tanggirejo masuk dalam program revitalisasi tahun anggaran 2026. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto mengatakan, program revitalisasi merupakan salah satu fokus utama untuk mewujudkan pendidikan bermutu.

Pada tahun ini, pemerintah memprioritaskan tiga kategori sekolah penerima program revitalisasi, yaitu:

  1. Sekolah terdampak bencana alam.

  2. Sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

  3. Sekolah dengan tingkat kerusakan berat (termasuk SDN Tanggirejo).

Pihak Kemendikdasmen terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, dinas pendidikan setempat, dan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah. Dalam waktu dekat, Kepala SDN Tanggirejo akan diundang ke Jakarta untuk pengesahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi.

"SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan," jelas Gogot Suharwoto.

Apresiasi dan Harapan Meski Tidak Ada Solusi dari Daerah

Foto Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terpajang di ruang kelas yang atapnya ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Dimulainya pembangunan disambut gembira oleh seluruh warga sekolah. Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah mengapresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan seluruh jajaran pemerintah yang merespons cepat kondisi sekolahnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan sebelumnya sudah berupaya mencarikan solusi perbaikan melalui program daerah. Namun, peninjauan langsung dari pihak Istana Kepresidenan membuat proses eksekusi perbaikan dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh.

"Alhamdulillahirobbilalamin, hari ini pembangunan SDN Tanggirejo sudah mulai dilaksanakan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan seluruh jajaran pemerintah yang merespons kondisi sekolah kami dengan cepat. Semoga pembangunannya berjalan lancar dan sekolah kami dapat menjadi tempat belajar yang lebih aman serta nyaman bagi seluruh siswa," tutur Juwariyah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article