Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Balik Rantau Gratis Jateng 2026: Tabungan Utuh, Perantau Nyaman

Balik Rantau Gratis Jateng 2026: Tabungan Utuh, Perantau Nyaman
Masyarakat yang mengikuti Program Balik Rantau Gratis 2026 di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Sabtu (28/3/2026). (dok Pemprov Jateng)
Intinya Sih
  • Gubernur Ahmad Luthfi melepas peserta Program Balik Rantau Gratis 2026 di Boyolali, membantu pekerja sektor informal agar tabungan mereka tetap utuh setelah Lebaran.
  • Program ini juga menekan risiko kecelakaan dengan sistem pemberangkatan terpusat dan armada bus serta kereta yang telah melalui pemeriksaan keselamatan ketat.
  • Sebanyak 21.975 perantau telah dilayani lewat program ini, menunjukkan komitmen Pemprov Jateng menghadirkan mudik aman, nyaman, dan bebas beban biaya transportasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Boyolali, IDN Times – Senyum lega terpancar dari ribuan wajah perantau di Asrama Haji Donohudan, Sabtu (28/3/2026). Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, resmi melepas keberangkatan peserta Program Balik Rantau Gratis 2026, sebuah inisiatif yang terbukti menjadi "penyelamat" dompet para pekerja sektor informal usai merayakan Lebaran.

Program ini bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan strategi nyata pemerintah untuk memastikan uang hasil jerih payah perantau di perantauan tetap utuh untuk keluarga di desa, alih-alih habis tersedot ongkos tiket yang melambung.

1. Fokus untuk "Pejuang" Sektor Informal

IMG-20260328-WA0116-1536x1024.jpg
Masyarakat yang mengikuti Program Balik Rantau Gratis 2026 di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Sabtu (28/3/2026). (dok Pemprov Jateng)

Gubernur Luthfi menekankan bahwa penerima manfaat utama program ini adalah mereka yang bekerja di akar rumput ekonomi kota besar. Seperti diantaranya tukang bakso, pekerja pabrik, ojek online, buruh bangunan, hingga pedagang kecil.

Biaya perjalanan yang ditanggung negara membuat tabungan pemudik bisa dialokasikan untuk modal usaha atau kebutuhan sekolah anak di kampung halaman.

"Negara hadir memberikan sumbangan kecil yang sangat berharga bagi mereka. Ini bentuk apresiasi untuk warga Jawa Tengah yang dikenal pekerja keras, sopan, dan toleran di perantauan," ujar Luthfi.

2. Strategi Keamanan Lalu Lintas (Zero Black Spot)

IMG-20260328-WA0120-1536x1024.jpg
Masyarakat yang mengikuti Program Balik Rantau Gratis 2026 di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Sabtu (28/3/2026). (dok Pemprov Jateng)

Selain faktor ekonomi, pemberangkatan terpusat ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya. Dengan mengonsentrasikan pemudik ke dalam bus yang telah melalui ramp check ketat, risiko fatalitas di titik rawan (black spot) dapat diminimalisasi dibandingkan jika mereka kembali menggunakan sepeda motor.

Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Arif Djatmiko, mengungkapkan betapa tingginya kerinduan warga akan program ini. Saat pendaftaran dibuka pada pertengahan Maret lalu, kuota langsung ludes hanya dalam waktu 10 menit.

Sebagai informasi, pada Program Balik Rantau Gratis 2026, Pemprov Jateng menyiapkan total 84 armada bus dengan kapasitas 4.181 penumpang, serta 4 gerbong kereta api berkapasitas 320 penumpang.

Moda kereta api telah lebih dahulu diberangkatkan pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang, Semarang, menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta, menggunakan KA Tawang Jaya Premium.

3. Sebanyak 21 ribu orang telah dilayani lewat program ini

IMG-20260328-WA0093-scaled.jpg
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas peserta Program Balik Rantau Gratis 2026 di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Sabtu (28/3/2026). (dok Pemprov Jateng)

Dari total armada bus tersebut, 41 bus diberangkatkan dari Asrama Haji Donohudan, 21 bus dari Terminal Bulupitu Banyumas, 11 bus dari Terminal Mangkang Semarang, serta 11 bus melalui pemberangkatan mandiri di Magelang, Kendal, Kudus, dan Blora. Adapun tujuan keberangkatan meliputi 76 bus menuju Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, dan 8 bus menuju Bandung.

Pelepasan hari ini tidak hanya terpusat di Boyolali (41 bus), tetapi juga dilakukan serentak di beberapa titik strategis lainnya:

Terminal Mangkang Semarang: 11 Bus.

Terminal Bulupitu Banyumas: 21 Bus.

Pemberangkatan Mandiri: Magelang, Kendal, Kudus, dan Blora (11 Bus).

Secara total, rangkaian mudik dan balik gratis Pemprov Jateng tahun ini telah melayani 21.975 orang. Angka ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Jawa Tengah dalam mengawal tradisi mudik yang aman, nyaman, dan tanpa beban finansial.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More