Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Naruto Jadi Inspirasi Generasi Z Berburu Mimpi Kerja ke Jepang

Naruto Jadi Inspirasi Generasi Z Berburu Mimpi Kerja ke Jepang
Calon pekerja migran ke Jepang sedang mengikuti pelatihan kerja di LPK Kizuna Mitra Global di Kota Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Intinya Sih
  • Generasi Z dari Jawa Tengah terinspirasi budaya pop Jepang seperti Naruto untuk merantau dan bekerja di Negeri Sakura demi mewujudkan mimpi masa kecil.
  • Hozin Al Buchori dan Ahmad Komarudin mengikuti pelatihan di LPK Kizuna Mitra Global Semarang, mempersiapkan diri melalui pembelajaran bahasa serta adaptasi budaya kerja Jepang.
  • Keduanya termotivasi membantu perekonomian keluarga sekaligus mencari pengalaman hidup baru, melihat peluang kerja di Jepang sebagai langkah menuju masa depan yang lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Sosok idola dan cita-cita masa kecil memotivasi para generasi Z dari Jawa Tengah untuk bekerja di negara Jepang. Mereka pun rela bersusah payah untuk mewujudkan mimpi dengan menjadi pekerja migran.

1. Pengen merantau ke Jepang karena Naruto

pekerja migran, lpk kizuna, pmi jepang, pelatihan kerja
Calon pekerja migran ke Jepang sedang mengikuti pelatihan kerja di LPK Kizuna Mitra Global di Kota Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Seperti kisah Hozin Al Buchori, pemuda asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah ini memiliki tekad ingin bekerja di luar negeri, tepatnya ke Jepang. Merantau ke Negeri Sakura yang memiliki kekayaan budaya dan hiburan itu adalah mimpi sejak kecil pemuda berusia 18 tahun itu.

“Saya suka Jepang dari kecil, mulai dari makanannya, kotanya yang maju dan bersih. Dulu sampai sekarang saya juga sering nonton film animasi seperti Naruto yang membuat saya semakin tertarik dengan Jepang,” ungkapnya saat ditemui sedang mengikuti pelatihan kerja di LPK Kizuna Mitra Global, Kota Semarang.

Selain itu, sulung dari dua bersaudara ini juga ingin membantu perekonomian keluarga dan membanggakan orang tua. Hozin ingin mengangkat derajat orang tuanya sebagaimana sang ayah bekerja sebagai petani, sedangkan ibunya menjaga toko.

Kondisi tersebut semakin memotivasinya untuk bekerja keras dengan merantau ke Jepang. Apalagi, menurut dia, peluang kerja di Indonesia terbatas.

2. Cari peluang bekerja di Jepang

pekerja migran, lpk kizuna, pmi jepang, pelatihan kerja
Calon pekerja migran ke Jepang sedang mengikuti pelatihan kerja di LPK Kizuna Mitra Global di Kota Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Maka, sejak masih duduk di bangku kelas 11, alumni SMK Islam Randudongkal, Kabupaten Pemalang, jurusan Teknik Komputer Jaringan itu sudah mulai memikirkan dan mencari peluang bekerja di Jepang setelah lulus sekolah.

Namun, keinginannya untuk bekerja jauh dari rumah sempat mendapat penolakan dari orang tua. Mereka khawatir karena jarak yang sangat jauh dari Indonesia. Akan tetapi, setelah melalui berbagai pertimbangan dan meyakinkan keluarga, akhirnya orang tua Hozin memberikan dukungan.

Sebulan terakhir sulung dari dua bersaudara ini tengah menjalani pelatihan selama sekitar satu bulan di LPK Kizuna Mitra Global di Kota Semarang. Ia mengaku proses untuk bekerja di Jepang tidaklah mudah karena harus melalui berbagai tahapan, mulai dari perizinan, pemeriksaan kesehatan (medical check up), hingga penguasaan bahasa Jepang.

“Prosesnya cukup panjang dan tidak mudah, apalagi bagi yang mulai dari nol. Belajar bahasa Jepang juga cukup sulit,” ujarnya.

3. Lihat teman berhasil kerja di Jepang

pekerja migran, lpk kizuna, pmi jepang, pelatihan kerja
Calon pekerja migran ke Jepang sedang mengikuti pelatihan kerja di LPK Kizuna Mitra Global di Kota Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Meski begitu, Hozin tetap bersemangat menjalani pelatihan dengan harapan bisa bekerja di sektor manufaktur di negara dengan sebutan Macan Asia itu. Tentunya, selain mengincar gaji yang lebih baik, Hozin juga berharap dapat tinggal lebih lama di sana untuk menambah pengalaman hidup.

Motivasi serupa juga datang dari Ahmad Komarudin, calon pekerja migran asal Kabupaten Grobogan. Pria berusia 24 tahun itu tertarik mengikuti pelatihan di LPK Kizuna setelah melihat teman dekatnya yang telah berhasil bekerja di Jepang melalui lembaga tersebut.

“Saya punya teman yang sudah kerja di Jepang dan dia juga lulusan dari LPK Kizuna. Dari situ saya jadi tertarik ikut pelatihan di sini,” ujarnya.

Lulusan SMK itu mengaku ingin mempelajari budaya kerja di Jepang yang dikenal disiplin dan teratur. Selain itu, ia juga ingin mendapatkan pengalaman kerja di luar negeri.

4. Bantu perekonomian keluarga

pekerja migran, lpk kizuna, pmi jepang, pelatihan kerja
Calon pekerja migran ke Jepang sedang mengikuti pelatihan kerja di LPK Kizuna Mitra Global di Kota Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Saat ini Ahmad masih berada dalam tahap awal pembelajaran bahasa Jepang, seperti mempelajari huruf hiragana dan katakana. Selain bahasa, ia juga membiasakan dengan budaya disiplin dan kebersihan masyarakat Jepang.

“Setiap pagi dan sore kami juga dibiasakan menjaga kebersihan. Pembelajaran masih proses karena bahasa Jepang juga tidak mudah,” katanya.

Keinginannya bekerja di Jepang juga mendapat dukungan penuh dari orang tua. Selain untuk mencari pengalaman, Ahmad berharap penghasilan dari bekerja di luar negeri dapat membantu perekonomian keluarganya.

“Saya ingin membantu keluarga dan mencari pengalaman kerja di Jepang. Saya juga belum menikah jadi ingin mencoba kesempatan ini,” ujarnya.

Kisah Hozin dan Ahmad menjadi gambaran bagaimana generasi Z melihat peluang bekerja di luar negeri sebagai jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik, sekaligus membanggakan keluarga di kampung halaman.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More