Menteri PU: Cirebon Banyak Lubang Karena Hujan dan Angkutan Barang

- Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan banyaknya lubang di jalur Cirebon disebabkan curah hujan tinggi dan kendaraan angkutan barang yang masih melintas saat masa pembatasan.
- Pemerintah menyiagakan tim perbaikan jalan 24 jam serta memastikan kualitas infrastruktur tol tetap terjaga agar arus balik Lebaran berjalan lancar meski cuaca belum bersahabat.
- Data menunjukkan 2,5 juta kendaraan telah kembali ke Jakarta atau 75 persen dari total proyeksi, sementara sisanya diperkirakan melakukan perjalanan arus balik pada 28–29 Maret 2026.
Semarang, IDN Times - Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo mengatakan jalur mudik wilayah Cirebon Jawa Barat masih ditemukan banyak lubang lantaran dipengaruhi sejumlah faktor teknis.
Dody menyebut kendala yang ada di Cirebon karena cuacanya sering hujan.
"Hasil monitor di Cirebon banyak lubang, kemarin sudah saya perintahkan segera tutup. Tapi karena hujan masih bisa terjadi, tim selalu kami siapkan," ujar Dody saat meninjau kondisi arus balik Lebaran di Tol Kalikangkung Semarang, Sabtu (28/3/2026).
Lebih lanjut lagi, pihaknya menuturkan arus balik Lebaran masih bisa terjadi pada 28 dan 29 Maret 2026 meski kebangkitan arus sudah dilalui pada 24 Maret 2026.
Sebab itulah, pihaknya menuturkan adanya one way sepenggal tahap dia sudah dilakukan.
"Korlantas akan siapkan tahap 3 yang penerapannya nanti sesuai parameter arus yang melintas di gerbang tol," kata Dody.
Selain menyiapkan one way sepenggal juga ada kesiapan rest area juga sudah dilakukan. Termasuk tim perbaikan jalan yang disiagakan selama 1x24 jam.
Ia menegaskan bahwa pihaknya terus memastikan kualitas infrastruktur jalan tol tetap terjaga. Terutama di tengah kondisi cuaca hujan yang masih berlangsung.
“Kami memastikan jalan tol siap digunakan, khususnya dari sisi kualitas. Perbaikan telah diselesaikan sebelum H-10 Lebaran. Namun, curah hujan yang tinggi, volume lalu lintas yang meningkat, serta masih ditemukannya kendaraan angkutan barang yang melintas saat masa pembatasan, berpotensi menyebabkan kerusakan seperti lubang. Apabila ditemukan kondisi tersebut, kami instruksikan agar segera dilakukan perbaikan maksimal dalam waktu 1x24 jam sehingga tidak mengganggu kelancaran arus balik,” jelas Dody.
Berdasarkan data hingga Jumat tercatat sebanyak 2,5 juta kendaraan telah menuju wilayah Jakarta atau sekitar 75 persen dari proyeksi lalu lintas yang kembali ke Jabotabek sebesar 3,39 juta pada periode 11-31 Maret 2026. Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 25 persen pengguna jalan masih akan melakukan perjalanan arus balik pada 28–29 Maret 2026. Kendati demikian, Jasa Marga memastikan kesiapan infrastruktur, petugas operasional, armada layanan, serta fasilitas pendukung lainnya dalam kondisi optimal guna menjaga arus balik tetap terkendali.
















