Cek Catering Haji, DPR Apresiasi Menu Rasa Indonesia Produksi PT Hati

- Abdul Wachid meninjau pabrik PT Hati di Solo dan mengapresiasi katering bercita rasa Indonesia untuk jemaah haji, yang dinilai meningkatkan kenyamanan selama ibadah di Arab Saudi.
- Ia mendorong kontrak jangka panjang hingga 10 tahun untuk layanan haji agar biaya lebih efisien dan kualitas meningkat, serta memperketat pengawasan terhadap vendor penyedia konsumsi.
- Puspo Wardoyo, pemilik PT Hati, berencana membangun dapur produksi di Arab Saudi guna menekan biaya logistik dan mempercepat distribusi makanan siap saji bercita rasa Nusantara.
Surakarta, Indonesia - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid meninjau pabrik makanan siap saji milik PT Hati milik pengusaha kuliner Puspo Wardoyo di Solo, Kamis (23/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti pentingnya penyediaan katering bercita rasa Indonesia bagi jemaah haji di Arab Saudi.
Menurutnya, kehadiran makanan dengan rasa khas Indonesia menjadi faktor penting dalam kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.
“Dulu jemaah masih menikmati catering rasa India atau Pakistan, sehingga banyak yang tidak dimakan. Sekarang sudah mulai ada rasa Indonesia, dan itu sangat membantu kenyamanan jemaah,” ujar Abdul Wachid.
1. Dorong Peningkatan Kualitas dan Kontrak Jangka Panjang.

Abdul Wachid mengapresiasi langkah PT Hati yang telah menyuplai makanan siap saji bagi jemaah haji Indonesia di Makkah, Madinah, hingga Armuzna (Arafah, Mina, Muzdalifah). Ia menyebut produk tersebut tidak hanya bercita rasa Indonesia, tetapi juga memiliki daya tahan tinggi tanpa bahan pengawet.
“Produk ini (Makanku.red) bisa bertahan sampai dua tahun tanpa pengawet. Ini luar biasa dan harus kita dorong milik Pak Puspo ini,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa ke depan pemerintah akan mendorong sistem kontrak jangka panjang, hingga 10 tahun, untuk layanan haji, termasuk katering dan pemondokan. Hal ini bertujuan menekan biaya sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
Menurutnya, regulasi baru akan melibatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) serta kebijakan haji yang tengah disusun bersama pemerintah.
“Kita ingin pelayanan lebih baik dengan harga lebih murah. Salah satunya lewat kontrak jangka panjang,” jelas politisi dari fraksi Partai Gerindra tersebut.
2. Soroti Kendala Vendor dan Dorong Investasi di Arab Saudi

Meski demikian, Abdul Wachid mengakui masih ada kendala dalam penyediaan konsumsi haji, terutama terkait vendor yang belum mampu memenuhi kontrak secara optimal.
“Saya dengar masih ada vendor yang belum bisa memberikan pelayanan tepat waktu dan baik. Ini akan jadi pengawasan kami,” tegasnya.
Ia memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Haji agar pengawasan diperketat, sehingga tidak terjadi kekurangan makanan bagi jemaah. Di sisi lain, ia juga mendorong pengusaha Indonesia untuk berinvestasi langsung di Arab Saudi, termasuk membangun pabrik makanan di sana. Hal ini dinilai dapat memperkuat kemandirian layanan haji Indonesia.
“Kami bahkan sudah diskusi dengan Bappenas dan akan sampaikan ke presiden agar produk dalam negeri bisa lebih didorong ke sana,” katanya. Abdul Wachid berharap semakin banyak perusahaan nasional yang mampu bersaing secara global dan memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.
3. PT Hati Siap Bangun Dapur di Arab Saudi

Sementara itu, Owner PT Hati yang juga Wong Solo Grup, Puspo Wardoyo mengaku tengah menjajaki rencana ekspansi dengan membangun dapur produksi langsung di Arab Saudi. Langkah ini dinilai lebih efisien dibanding terus mengirim produk dari Indonesia yang kini menghadapi kenaikan biaya logistik.
Harga pengiriman sudah naik cukup tinggi. Kalau terus kirim dari sini, lama-lama tidak mampu. Maka kami berencana buka dapur di sana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini bahan baku utama seperti rempah-rempah masih berasal dari Indonesia. Namun, produksi di lokasi tujuan dinilai bisa menekan biaya sekaligus mempercepat distribusi.
Puspo juga mengklaim perusahaannya menjadi salah satu pionir dalam produksi makanan siap saji lengkap (nasi dan lauk) dengan daya tahan tinggi.
“Belum banyak yang bisa bikin nasi awet seperti ini. Full meal nasi dan lauk, mungkin baru kami yang bisa,” pungkasnya.
Saat ini PT Hati telah memproduksi berbagai macam makanan siap saji dengan rasa Nusantara seperti rendang, opor, gulai ikan, kare ayam, dan berbagai macam makanan khas Indonesia.
















