Tunggu 14 Tahun, Calhaj Asal Tegal Maliyah Naik Haji Bareng Menantu

- Maliyah, calhaj asal Tegal berusia 75 tahun, akhirnya berangkat haji setelah menunggu 14 tahun dan kini didampingi menantunya karena sang suami telah meninggal dunia.
- Pelayanan ibadah haji tahun ini dinilai lebih baik dengan adanya layanan Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo serta aktivasi kartu Nusuk sejak di embarkasi.
- Pemeriksaan kesehatan jemaah diperketat melalui pengecekan ulang hasil istitha’ah, sementara beberapa jemaah dirujuk ke rumah sakit untuk memastikan kelayakan keberangkatan.
Seorang calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Tegal bernama Maliyah akhirnya bisa tersenyum lega. Penantiannya selama 14 tahun akhirnya membuahkan hasil.
Maliyah Selasa (21/4/2026) menjadi salah satu calhaj yang berangkat menunaikan ibadah haji bersama kloter Tegal lainnya di Embarkasi Donohudan Boyolali.
Warga Margasari Kabupaten Tegal itu harus menggunakan kursi roda saat berangkat haji.
Maliyah tetap bersyukur bisa berangkat haji lantaran sebelumnya sempat sakit.
“Hari senin sempat opname. Tapi alhamdulillah sudah sembuh, dicek kesehatan tadi sudah bagus. Dulu daftar dengan suami, tapi sudah meninggal empat atau lima tahun lalu. Sekarang berangkat dengan menantu,” kata lansia berusia 75 tahun ini.
Table of Content
1. Pelayanan ibadah haji tahun ini lebih baik

Pembimbing Ibadah Kloter 3 SOC asal Kabupaten Tegal, Ahmad Risyanto menyebut pelayanan haji tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya, terutama dalam pembagian kebutuhan jemaah, layanan administrasi, dan kejelasan alur keberangkatan.
“Untuk tahun ini saya kira dari sisi pelayanan sudah semakin baik,” katanya.
Sebagai informasi, Embarkasi Solo kembali memperoleh layanan Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo untuk mempercepat proses keberangkatan dan mengurangi kelelahan jemaah. Selain itu, kartu Nusuk kini sudah dibagikan dan diaktivasi sejak di embarkasi.
2. Hasil istitoah dicek kembali

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Dyah Kusminar mengatakan, panitia telah melakukan pemeriksaan ulang secara komprehensif terhadap dokumen resmi yang menyatakan kemampuan calon jemaah dari aspek kesehatan (fisik dan mental) untuk menunaikan ibadah haji.
“Persiapan kita yang utama adalah melakukan cek kembali hasil istitha’ah dari seluruh jemaah,” ujarnya.
3. Dua calhaj dirujuk ke RSUD Muwardi

Ia menyebut kloter 1 dalam kondisi aman. Namun pada kloter 2 terdapat dua jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Moewardi, sedangkan pada kloter 3 dua jemaah diistirahatkan dan satu lainnya masih diobservasi.
Menurut dia, kondisi itu tidak otomatis membuat jemaah batal berangkat. Penentuan layak terbang dilakukan melalui asesmen khusus oleh tim medis yang bersiaga 24 jam.
“Pemeriksaan kesehatan itu sangat penting untuk menjaga jamaah di sana tetap sehat. Jadi berangkat sehat, pulang sehat,” katanya.
















