360 Calhaj Tegal jadi Kloter Pertama Berangkat ke Makkah 21 April 2026

- Sebanyak 360 calon jemaah haji asal Kabupaten Tegal menjadi kloter pertama yang berangkat ke Makkah pada 21 April 2026 melalui embarkasi Donohudan Boyolali.
- Kemenhaj Jateng menambah kuota lansia sebesar 5 persen atau total 1.712 orang, serta melatih 338 petugas untuk mendampingi jemaah lanjut usia selama ibadah haji.
- Biaya keberangkatan haji tahun ini ditetapkan Rp87 juta, turun Rp2 juta dari sebelumnya berkat efisiensi anggaran, sementara keberangkatan tetap aman meski ada konflik di Timur Tengah.
Semarang, IDN Times - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Tengah menyatakan rombongan calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Tegal menjadi kelompok terbang (kloter) pertama yang dijadwalkan berangkat tanggal 21 April 2026.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jateng, Fitriyanto mengatakan, kloter pertama dari Tegal yang diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah ada sebanyak 360 orang.
Sedangkan tahun ini secara keseluruhan terdapat 81 kloter untuk embarkasi Donohudan Boyolali dan 11 kloter untuk embarkasi Yogyakarta.
"Di Jawa Tengah ada 81 kloter yang dari Solo dan 11 kloter via Yogyakarta. Kloter pertama yang berangkat dari Kabupaten Tegal sebanyak 360 orang. Untuk jadwalnya tetap 21 April karena jadi momen keberangkatan jemaah haji perdana untuk semua embarkasi," ujar Fitriyanto, Jumat (17/4/2026).
Table of Content
1. Kuota jemaah lansia tambah 5 persen

Dalam rangka mematangkan persiapan layanan keberangkatan haji, katanya pihaknya telah membekali pelatihan bagi 338 petugas pelayanan ibadah haji se-Jawa Tengah di MG Setos Semarang belum lama ini.
Masing-masing petugas pelayan haji dibekali keterampilan mendampingi para jemaah lansia.
Khusus untuk menangani jemaah lansia, pihaknya tahun ini memperoleh kuota tambahan 5 persen dengan total kuotanya yakni 1.712 orang.
Para lansia yang dinyatakan layak berangkat haji ialah mereka yang dipastikan sehat jasmani rohani, berumur minimal 65 tahun dan sudah mendaftar sekurang-kurangnya lima tahun terakhir.
"Untuk tahun ini juga ada 300 calon jemaah menunda keberangkatan karena faktor seperti sudah meninggal, sakit dan membatalkan niatan berhaji," paparnya.
2. Keberangkatan haji tidak terpengaruh perang Iran

Mengenai dampak perang Iran dan Amerika Serikat yang ada di wilayah Timur Tengah, pihaknya mengklaim proses keberangkatan ibadah haji di Indonesia tidak akan terpengaruh.
Sebab pihaknya memperoleh jaminan keamanan dari pihak Dubes Arab Saudi ketika memberikan pernyataan di Jakarta.
"Karena dubes bilang proses ibadah haji tidak berdampak terhadap pelaksanaan ibadah haji. Ada dua maskapai yang tetap berangkat yaitu dari Garuda dan Saudi Airline," ujarnya.
3. Biaya haji turun Rp2 juta

Adapun biaya keberangkatan haji tahun ini ditetapkan sebesar Rp87 juta. Jumlah biaya haji mengalami penurunan Rp2 juta karena ada efisiensi anggaran. "Ini wujud perhatian pemerintah jadi nilai biayanya ditekan terus agar lebih turun lagi," terangnya.


















