Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Niat Menolong Berakhir Duka, 2 Pemuda Tewas di Air Terjun Watu Bobot

Niat Menolong Berakhir Duka, 2 Pemuda Tewas di Air Terjun Watu Bobot
Ilustrasi Tenggelam yang Menelan (pinterest.com/isvennty)
Intinya Sih
  • Dua pemuda asal Desa Bawu tewas tenggelam di Air Terjun Watu Bobot, Jepara, setelah berusaha saling menolong saat salah satu dari mereka terseret ke palung air sedalam lima meter.
  • Tim gabungan BPBD Jepara mengevakuasi korban selama beberapa jam dan menemukan keduanya dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 11.50 WIB sebelum dibawa ke Puskesmas Batealit.
  • BPBD Jepara mengimbau wisatawan agar berhati-hati, memahami kedalaman serta arus bawah air terjun, dan tidak berenang di area jatuhan air yang memiliki pusaran kuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jepara, IDN Times - Keindahan alam Air Terjun Watu Bobot di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Jepara, seketika berubah menjadi duka mendalam pada Sabtu (28/3/2026). Dua pemuda asal Desa Bawu kehilangan nyawa setelah terjebak di palung air terjun yang memiliki kedalaman hingga lima meter—sebuah risiko yang sering kali tidak disadari oleh para pelancong.

Tragedi ini bermula saat rombongan empat pemuda tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB. Salah satu korban, Azka (18), memutuskan untuk berenang. Namun, ia justru terseret ke area dalam dan tenggelam. Melihat sahabatnya dalam bahaya, Muhammad Miftahul Koir (18) langsung mencoba memberikan pertolongan, namun nahas, keduanya justru ikut tertelan kedalaman air.

Kejadian ini mengungkap fakta penting tentang karakter Air Terjun Watu Bobot yang memiliki titik kedalaman hingga 5 meter. Kedalaman yang setara dengan tinggi bangunan satu lantai ini sering kali tidak terlihat dari permukaan yang tenang, sehingga sangat berbahaya bagi wisatawan yang tidak memiliki kemampuan renang mumpuni atau peralatan keselamatan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengonfirmasi bahwa tim gabungan harus berjuang selama beberapa jam untuk mengevakuasi korban dari dasar air.

"Kedua korban akhirnya ditemukan pada pukul 11.50 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Evakuasi langsung dilakukan menuju Puskesmas Batealit," ujar Arwin.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para pecinta wisata curug atau air terjun di wilayah Jepara. BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak hanya terpukau oleh estetika visual, tetapi juga wajib memahami topografi dasar air sebelum memutuskan untuk berenang.

Hindari berenang di area tepat di bawah jatuhan air terjun karena biasanya merupakan titik terdalam dengan arus pusaran bawah yang kuat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More