Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudi. (IDNTimes/Larasati Rey)
Dalam kunjungan tersebut, Rachmat memberikan apresiasi kepada pihak swasta yang menyediakan dapur dengan kapasitas melebihi standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Rachmat juga menyoroti empat, diantaranya persyaratan higienitas, infrastruktur dapur, SOP hingga bahan-bahan yang dipakai dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Dapurnya sangat memenuhi syarat higienitas. Di sini ada modifikasi yang seharusnya satu dapur melayani 3.000 penerima manfaat sekarang jadi standart nasional kita satu dapur untuk 6.000 penerima manfaat," ucap Rachmat usai meninjau.
Soal higienitas, Rachmat juga mengapresiasi infrastruktur yang digunakan di SPPG Gagaksipat, salah satunya lantai tanpa menggunakan keramik sehingga tidak menimbulkan ancaman mikroba disela-selanya. Selain itu, dirinya meminta seluruh pihak yang terlibat harus mengenakan masker, penutup kepala hingga baju khusus saat hendak memasukin dapur SPPG demi menjaga kebersihan.
"Lantainya pakai keramik kemudian ada natnya itu tidak boleh lagi. Ke depan lantainya tidak boleh ada natnya karena nat itu akan menjadi sumber mikroba," jelasnya.
Rachmat juga sempat mencicipi makanan MBG di SPPG Gagaksipat, ia mengaku makanan yang disajikan penuh gizi dan enak.