Semarang, IDN Times - Hari beranjak siang ketika Novi tergopoh-gopoh masuk ke gerai BTN Digital Store KCP Unnes.
Peluh masih membasahi wajahnya. Raut wajahnya tampak panik.
Dengan ditemani sahabatnya yang bernama Naula, Novi yang masih mengenakan seragam olahraga beberapa kali bertanya kepada seorang satpam mengenai layanan costumer service.
Rupanya Novi kebingungan karena kartu ATM BTN Batara miliknya terblokir. Saat akan mengambil uang di ATM, ia mengaku beberapa kali lupa nomor pin.
"Tadi saya habis latihan lari 400 meter di lapangan atletik Prof Dirham, terus langsung kemari. Soalnya kartu ATM saya keblokir. Jadinya saya urus kesini dulu," kata dara 19 tahun tersebut kepada IDN Times, Selasa (24/2/2026).
Saat mengurus ATM yang terblokir, diakuinya lebih mudah di gerai BTN Digital Store ketimbang layanan bank lainnya.
Selain tidak ribet, layanan aktivasi kartu ATM di BTN Digital Store juga fleksibel dan super cepat.
Saat melakukan aktivasi kartu ATM misalnya, Novi hanya butuh dua menit karena hanya diminta mengunggah ulang nomor induk kependudukan (NIK), tanggal lahir dan nama kedua orang tua.
"Yang di sini juga enggak ribet juga. Tadi ngurusnya cuman dua menitan selesai. Kalau di bank lain biasanya disuruh bolak balik kesana kemari buat lengkapin bekas verifikasi," tutur wanita bernama lengkap Novi Dwi Handayani ini.
Baik Novi maupun Naula sama-sama berkuliah Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes. Mereka masih menempuh semester dua jurusan Pendidikan Jasmani dan Rekayasa.
Novi bilang dirinya rutin menyambangi gerai BTN Digital Store Unnes untuk sekedar mengambil tabungan yang bersumber dari beasiswa program KIP.
Saban semester Novi rutin mendapat transfer uang KIP sebesar Rp5,7 juta untuk bekal biaya hidup selama berkuliah di Unnes. Sedangkan transferan Rp4,5 juta diberikan oleh Unnes untuk memfasilitasi biaya pendidikan.
Sebagai mahasiswi yang berlatar belakang dari warga kurang mampu, dirinya benar-benar menggantungkan nasib pada uang beasiswa karena bisa untuk membiayai kuliahnya sampai delapan semester.
"Bersyukurnya saya dapat KIP untuk biaya kuliah selama delapan semester. Dengan catatan tidak boleh melebihi batas yang ditentukan. Dan nilai rata-rata mata kuliah minimal di angka 3.00," akunya.
Maka dari itu, keberadaan gerai BTN Digital Store benar-benar meringankan bebannya. Di kala butuh uang dadakan, ia cukup datang ke mesin ATM BTN Digital Store.
Terkadang kala ia ingin sekedar ngabuburit bersama Naula, maka gerai BTN Digital Store Unnes yang dilengkapi spot kafe dan jaringan internet gratis bisa menjadi pilihannya.
"Di sini mudah diakses kok, Mas. Terus pelayanannya juga ramah. Makanya kita berdua sering banget narik uang di BTN store," timpal Naula.
Novi dan Naula pun memanfaatkan layanan yang praktis di gerai BTN Digital Store untuk meretas asa di masa depan.
Novi yang sedari kecil giat berlatih menjadi seorang pelari gawang memang sedang merajut cita-cita menjadi seorang guru. Pun demikian dengan Naula yang terbesit menjadi seorang guru.
"Karena kita sama-sama kuliahnya di FIK, ya kepenginya jadi guru," kata Novi seraya diamini Naula.
BTN Digital Store KCP Unnes sudah beroperasi sejak pertengahan Januari 2026. Tercatat ada dua BTN Digital Store yang ada di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
"Yang pertama ada di Unnes dan kedua di KCP Karangayu. Untuk tahun ini kami juga akan mengoperasikan gerai digital BTN di Mal Queen City Semarang dan Plaza Ambarukmo Yogyakarta," kata Regional Office Head Kantor Wilayah BTN Jateng DIY, Fitri Novianty Ratna saat ditemui IDN Times di ruang kerjanya, Senin (23/2/2026).
Keberadaan BTN Digital Store dimanfaatkan untuk menjaring lebih banyak lagi nasabah nasabah dari kalangan Millennials dan Gen Z.
Khusus di BTN Digital Store Unnes, katanya pemanfaatan sarananya untuk mempermudah aktivitas para mahasiswa dan dosen yang membutuhkan layanan transfer gaji dan beasiswa yang lebih cepat.
Zabrina Hirlita pun merasakan manfaat gerai BTN Digital Store KCP Unnes karena mendapat kesempatan magang sebagai talenta digital selama enam bulan.
Dirinya menjadi talenta digital di gerai BTN Digital Store KCP Unnes semenjak Januari 2026 kemarin atau tepat saat gerai tersebut pertama kali beroperasi.
Ia satu-satunya anak magang dari Polines Semarang yang berhasil lolos seleksi menjadi talenta digital BTN Digital Store Unnes.
Karena ia dari prodi keuangan dan perbankan, maka tugasnya pun berkutat pada layanan administrasi, costumer service terutama ikut menyosialisasikan literasi keuangan kepada nasabah baru yang datang di BTN Digital Store Unnes.
"Proses magangnya dari Januari kemarin sampai Juni nanti. Tugas saya disini rutin memberikan pelayanan kepada nasabah, terus sosialisasi literasi keuangan," ungkapnya.
Sedangkan, Branch Manajer BTN Digital Store KCP Unnes, Ardi Mukti Wibowo mengatakan, pihaknya sampai sekarang mampu menggaet lebih dari 100 nasabah baru dari layanan BTN Digital Store.
Pihaknya memperkirakan pertumbuhan nasabah akan senantiasa bergerak cepat sejalan dengan antusiasme civitas akademika di Unnes yang memberikan dukungan fasilitasi untuk sosialisasi beragam layanan pada BTN Digital Store.
"Tren pertumbuhan (nasabahnya) bergerak meningkat. Setiap hari selalu ada perkembangan yang signifikan. Per hari rutin ada lima orang buka rekening baru. Sehingga kalau dalam sebulan ada sejumlah 100 nasabah baru di wilayah operasional kami," kata Ardi kepada IDN Times.
Saban hari pihaknya melayani transaksi pengambilan uang KIP, transaksi gaji dosen dan pegawai Unnes, layanan buka rekening bagi para dosen mahasiswa.
Untuk layanan buka rekening baru, calon nasabah diwajibkan menyetorkan saldo awal Rp200 ribu dan mengakses aplikasi Bale By BTN Mobile.
Karena memiliki layanan one stop service, katanya kini gerai BTN Digital Store Unnes melayani 50 persen pembuatan rekening BTN secara mandiri dan 50 persen pembuatan rekening BTN secara konvensional.
"Harapannya setelah kita edukasi pelan-pelan, nanti yang buka rekening sebagai mandiri bisa naik sekitar 70 persen. Untuk itu, kota harus membiasakan nasabah untuk gunakan mesin digital. Sebab dengan layanan digital ini bisa mengurangi waktu 10-15 menit ketimbang pakai cara manual bisa habiskan waktu 20 menit," ujarnya.
Adapun dengan membuka pelayanan di Unnes paling tidak BTN Digital Store mampu menghadirkan layanan serba cepat, modern dan tentunya ramah kepada masyarakat dan civitas akademika.
Selain itu, melalui layanan digital yang fleksibel, pihaknya senantiasa mendekatkan diri dengan mahasiswa. "Ini untuk mengurangi stigma seolah ada gap antara bank dengan mahasiswa. Karena itulah kita berusaha dekatkan diri ke mahasiswa biar mereka bisa melek literasi keuangan. Sekaligus sebagai sarana untuk mengantisipasi pinjol. Daripada pinjam pinjol yang beresiko, mending melalui bank yang bisa terkontrol, lebih aman Dan insecure," jelasnya.
Rektor Unnes, Prof S Martono mengapresiasi langkah BTN karena menjalin kerja sama yang baik guna mendorong pengembangan SDM. Sebagai langkah awal, ia memang memilih BTN sebagai bank pengelola dana kuliah termasuk beasiswa mahasiswa.
Untuk memantapkan sinergi, MoU yang telah disepakati kedua belah pihak mencakup penyediaan berbagai produk dan layanan perbankan yang dirancang khusus oleh BTN untuk Unnes. Mulai sistem pembayaran uang kuliah melalui Host to Host (H2H) dan Cash Management System (CMS) yang memudahkan transaksi keuangan secara cepat dan efisien.
“Kami berharap dana ini akan terus meningkat ke depannya dan kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur Utama BTN dan jajaran yang berkenan untuk bekerja sama dengan Unnes. Beliau telah berkenan untuk berbagi pengalaman dalam membangun SDM Indonesia," terangnya.
Kerja sama ini juga mencakup penyelenggaraan kuliah umum yang melibatkan para praktisi perbankan dari BTN untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para mahasiswa, terutama mengenai pembiayaan di sektor properti dan membangun ekosistem perumahan.
Unnes dan BTN akan berkolaborasi dalam program Learning, Advisory, and Research Housing Finance Center BTN, yang akan mendukung riset dan pengembangan dalam bidang keuangan perumahan.
Lebih lanjut, BTN akan memberikan dukungan untuk unit usaha Unnes, yakni di antaranya asrama mahasiswa, pusat layanan kesehatan, Unnes Press, dan gedung kesehatan.
Sementara, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitulu saat berbicara dalam kuliah umum di Auditorium Unnes tahun 2025 mengatakan, BTN terus melakukan upaya jemput bola menggiring talenta muda berkualitas untuk mendapatkan edukasi mengenai industri perbankan dan sektor properti, yang merupakan fokus bisnis BTN.
“Kami percaya bahwa sinergi antara sektor perbankan dan pendidikan dapat mendorong peningkatan kualitas SDM. BTN siap mendukung UNNES dalam memberikan layanan perbankan terbaik yang dapat mempermudah dan mempercepat berbagai kebutuhan institusi pendidikan, dari sistem pembayaran hingga pengembangan riset keuangan perumahan," imbuhnya.
Menurut Nixon, SDM handal sangat dibutuhkan oleh industri perbankan. Terlebih lagi di era digital atau industri 4.0 menuju 5.0 yang serba otomatis dengan beragam tantangan di masa depan. Sebab itu, lanjut Nixon, BTN menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menjadi One of Home of Indonesia’s Best Talent.
