Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Membuat Seduhan Jahe Merah Gula Aren untuk Radang Tenggorokan
ilustrasi minuman jahe untuk batuk (instagram.com/pommestory)
  • Perubahan cuaca pancaroba sering menurunkan imunitas dan memicu radang tenggorokan, yang bisa diredakan dengan seduhan jahe merah dan gula aren sebagai alternatif alami.
  • Jahe merah mengandung gingerol dan shogaol bersifat anti-inflamasi serta antibakteri, sementara gula aren berfungsi melapisi tenggorokan untuk mengurangi gatal dan batuk kering.
  • Ramuan dibuat dengan merebus jahe merah lalu menambahkan gula aren, diminum hangat dua kali sehari untuk menjaga kelembapan tenggorokan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Perubahan cuaca yang drastis selama masa pancaroba sering memicu penurunan imunitas tubuh secara mendadak. Salah satu keluhan kesehatan yang kerap muncul adalah radang tenggorokan. Untuk meredakan gejala tersebut secara alami, kombinasi seduhan jahe merah dan gula aren bisa menjadi pilihan alternatif yang aman bagi tubuh.

Ilustrasi jahe merah. IDN Times/Asrhawi Muin

Jahe merah mengandung senyawa aktif gingerol dan shogaol yang memiliki sifat anti-inflamasi (antiradang) serta antimikroba atau antibakteri kuat. Senyawa ini bekerja memblokir protein proinflamasi untuk melawan infeksi virus atau bakteri, sehingga rasa gatal, perih, dan nyeri di tenggorokan berkurang.

Sementara itu, gula aren murni tidak hanya berfungsi sebagai pemanis dan penyedia energi tambahan. Bahan ini bertindak sebagai agen pelumas alami yang melapisi dinding tenggorokan untuk mengurangi rasa gatal serta batuk kering.

Panduan Membuat Seduhan Jahe Merah Gula Aren

Ilustrasi minuman jahe(unsplash.com/@jules_eatrunhike)

Pembuatan ramuan tradisional ini mengacu pada panduan kesehatan dari Alodokter dan KlikDokter.

Berikut langkah praktis yang bisa diikuti di rumah:

  • Siapkan Bahan: Sediakan 1–2 ruas jahe merah segar (sekitar 50–100 gram) dan 1–2 sendok makan sisiran gula aren murni atau secukupnya.

  • Bersihkan dan Geprek: Cuci bersih jahe merah, lalu bakar sebentar agar aromanya keluar. Setelah itu, memarkan atau geprek kasar hingga agak hancur.

  • Proses Perebusan: Didihkan sekitar 300–500 ml air (atau sekitar 2 gelas / 400 ml) dalam panci. Masukkan jahe yang sudah digeprek, lalu kecilkan api. Masak menggunakan api kecil selama 10–15 menit hingga sarinya keluar secara maksimal, air menyusut setengahnya, dan aroma pedasnya keluar.

  • Tambahkan Gula Aren: Masukkan irisan atau sisiran gula aren ke dalam air rebusan yang masih panas, lalu aduk rata hingga larut sempurna.

  • Saring dan Sajikan: Saring air rebusan ke dalam gelas untuk memisahkan ampasnya. Minum ramuan ini untuk memberikan efek menenangkan pada saluran pernapasan.

Aturan konsumsi untuk pemulihan

ilustrasi jahe merah (pixabay.com/DEZALB)

Agar memberikan hasil maksimal, perhatikan aturan konsumsi berikut:

  • Suhu Ideal: Minum ramuan ini selagi hangat kuku. Suhu yang terlalu panas justru berisiko memperparah iritasi pada jaringan tenggorokan yang sedang meradang.

  • Frekuensi: Konsumsi sebanyak 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Pola ini membantu menjaga tenggorokan tetap lembap sepanjang hari.

  • Tips Tambahan: Hirup uap hangat yang keluar dari gelas sebelum meminum airnya. Langkah ini membantu melegakan saluran pernapasan yang tersumbat.

Keunggulan jahe merah saat cuaca pancaroba

Ilustrasi pancaroba (photo by Taryn Elliott/Pexels)

Karakteristik cuaca pancaroba yang tidak menentu, seperti yang sering terjadi di wilayah Jawa Tengah, menuntut perlindungan tubuh yang kuat. Jahe merah memiliki efek termogenik atau penghangat tubuh dari dalam yang jauh lebih kuat dibanding jahe emprit atau jahe gajah. Efek hangat ini tidak hanya meredakan gejala lokal di tenggorokan, tetapi juga membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil, mengusir meriang, dan mengaktifkan sel-sel kekebalan tubuh untuk melawan serangan penyakit.

Mengonsumsi ramuan herbal tradisional secara rutin dapat membantu meredakan gejala radang tenggorokan tanpa obat kimia. Segera praktikkan cara pembuatan ramuan ini di dapur untuk menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga selama musim pancaroba.

Editorial Team