Cegah Keracunan Massal, Guru Blado Tarik 133 Menu MBG Berbau Amis

- Sebanyak 133 porsi Makan Bergizi Gratis di SD Kalipancur 02, Blado, ditarik setelah guru menemukan daging ayam mentah berbau amis yang hampir dikonsumsi siswa.
- Kepala SPPG Mandiri Blado mengakui adanya kegagalan kontrol kualitas meski menduga warna merah pada daging akibat proses marinasi, dan menjanjikan evaluasi serius ke depan.
- Pihak kepolisian bersama tenaga medis mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium guna memastikan kelayakan konsumsi bagi anak-anak.
Batang, IDN Times - Suasana pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Kalipancur 02, Kecamatan Blado, berubah menjadi ketegangan pada Selasa pagi. Sebanyak 133 porsi makanan ditarik massal setelah para guru menemukan indikasi daging ayam mentah yang nyaris disantap habis oleh para siswa.
Insiden ini menjadi alarm keras bagi standarisasi dapur pusat (SPPG), mengingat program ini merupakan pertaruhan besar bagi kesehatan generasi mendatang.
Kecurigaan bermula saat aroma anyir menyengat tercium di sela-sela jam istirahat. Guru SD Kalipancur 02, Waluyo, mengungkapkan bahwa proses distribusi terpaksa dihentikan seketika saat melihat bagian dalam daging ayam yang masih berwarna merah darah.
"Warna dagingnya kemerahan di bagian dalam dan aromanya anyir menyengat. Sayangnya, di kelas IV sudah ada beberapa anak yang telanjur makan dan langsung mengeluhkan mual," tutur Waluyo melansir dari Antara.
Kepala SPPG Mandiri Blado, Azis Indratmoko, bergerak cepat menarik sisa distribusi di sekolah tersebut dan beberapa titik lainnya. Meski ia berkilah bahwa warna merah tersebut kemungkinan efek dari proses marinasi bumbu, pihaknya mengakui adanya kegagalan dalam kontrol kualitas.
"Warna merah memang bisa dipengaruhi marinasi, tapi ini tetap menjadi catatan evaluasi serius kami agar kualitas ke depan lebih terjamin," jelas Azis.
Di sisi lain, pihak Kepolisian Sektor Blado mengambil langkah tegas dengan melibatkan tenaga medis untuk pengujian ilmiah. Kapolsek Blado, AKP Sapto Winengku, mengonfirmasi bahwa sampel makanan telah dibawa oleh pihak Puskesmas.
"Layak atau tidaknya menu tersebut dikonsumsi anak-anak, kami masih menunggu hasil uji laboratorium sepenuhnya," tegas AKP Sapto.



















