Cerita Warga Korban Banjir di Grobogan, Rumah Rusak Terpaksa Mengungsi

Grobogan, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengunjungi sejumlah tempat pengungsian warga yang terdampak banjir di Grobogan. Di salah satu lokasi pengungsian di Dusun Mintreng, Desa Baturagung, Kecamatan Gubug.
1. Warga berharap pemerintah bantu ringankan beban warga

Warga berharap pemerintah bisa membantu meringankan beban warga yang saat ini terdampak banjir di wilayahnya. “Rumah saya rusak kena banjir. Rumah saya paling dekat dengan tanggul yang jebol. Tanggul belakang rumah saya kritis, saya minta bantuan pak Luthfi, semoga segera teratasi. Tanggul belakang rumah saya sama jalan ke rumah terputus total. Jadi tidak bisa pulang ke rumah,” ungkap Lu’luatun, pengungsi banjir di Dusun Mintreng, Desa Baturagung.
Sebelum tanggul jebol, pihak desa sudah meminta Lu’luatun bersama keluarga untuk tinggal di pengungsian, karena rumahnya paling dekat dengan tanggul.
Pengungsi lainnya, Rifatul Aliyah (29) menceritakan hal yang sama, Ia mengatakan rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir tersebut. “Saya terdampak banjir, yaitu jebolan tanggul pertama pada 21 Januari 2025. Waktu itu pagi air langsung cepat naik. Rumah dekat dengan sungai atau di belakang sungai. Rumah saya hancur berat, tinggal papan,” ucap Rifatul, sambil memangku putranya.
Perempuan 29 tahun ini berharap, pemerintah dapat membantu penanganan tanggul, sehingga persoalan banjir segera teratasi, dan masyarakat bisa tenang. Sebab, selama ini, setiap hujan turun, warga merasa khawatir. Bahkan, tidak bisa tidur karena selalu merasa was-was banjir bakal kembali terjadi. “Sekarang tinggal di pengungsian, bantuan Alhamdulillah sembako tercukupi, fasilitas kesehatan ada di posko pengungsian,” ungkap Rifatul.
2. Banjir rendam ribuan rumah di Grobogan

Warga terdampak banjir di Desa Ringin Kidul, Gubug, Rumiyatmi (49) menyampaikan, banjir merendam sejumlah titik di desanya sejak Minggu (9/3/2025). Dengan kehadiran gubernur yang mengunjungi desanya, ia berharap tanggul bisa segera diperbaiki.
“Mudah-mudahan tanggulnya bisa diperbaiki ya, dikuatin lagi biar tidak banjir. Soalnya kasihan warga yang terdampak. Kasihan sekali,” ungkap Rumiyatmi. Banjir yang melanda enam kecamatan di Grobogan mengakibatkan ribuan rumah terendam, ratusan hektare sawah tergenang, serta tiga titik tanggul di Sungai Tuntang jebol.
Bupati Grobogan, Setyo Hadi, menyebutkan banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Grobogan telah merendam sebanyak 5.501 rumah di 26 desa. Banjir menyebabkan 1.202 jiwa mengungsi. Selain itu lahan pertanian yakni sawah seluas 526 hektare dalam kondisi tergenang, yang berpotensi gagal panen.
3. Pastikan penutupan tanggul yang jebol dilakukan secepatnya

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan kondisi pengungsi.Luthfi yang langsung meninjau lokasi banjir memastikan bahwa kebutuhan pokok para pengungsi harus tercukupi, termasuk makanan, alas tidur, dan layanan kesehatan. Ia memastikan di lokasi pengungsian juga telah disediakan posko layanan kesehatan dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga yang mengungsi.
Gubernur bersama instansi terkait juga mengunjungi lokasi tanggul jebol di Desa Baturagung. Dalam kesempatan itu, Luthfi menyampaikan, pihaknya bersama PUPR dan pihak terkait, telah mendiskusikan mengenai normalisasi Sungai Tuntang.
“Tapi yang lebih harus cepat adalah bagaimana itu bisa ditutup, sehingga air tidak merambat ke kampung lain. Jadi desa yang lain tidak pernah mengalami banjir, karena tidak punya sungai,” katanya.
Menurutnya, tanggul jebol itu harus ditutup, atau paling tidak banjir hanya sampai di Desa Ringin Kidul. Sebab, jika tidak bisa ditutup total bisa sampai Demak. Artinya, imbas ini harus diselesaikan secara cepat, sehingga bisa membantu mereka yang kena air, tidak meluap ke desa.
“Target besok clear, sudah tertutup. Insyaallah Idulfitri aman, dan yang penting tidak hujan,” ucap gubernur.



















