Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono Resmi Jadi Guru Besar, Ini Kiprahnya

Kota Semarang
Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono Resmi Jadi Guru Besar, Ini Kiprahnya
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip), Prof. Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., resmi meraih jabatan sebagai Guru Besar bidang Tata Kelola Pemerintahan. (dok. Fisip Undip)
  • Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Tata Kelola Pemerintahan, memperkuat kapasitas akademik fakultas dalam kajian pemerintahan dan kebijakan publik.
  • Teguh memiliki rekam jejak sebagai akademisi, konsultan, panelis debat pilkada, peserta seleksi pejabat, serta tenaga ahli MPR, DPD, dan Wali Kota Semarang.
  • Sebagai dekan, Teguh mendorong internasionalisasi, publikasi bereputasi, jejaring global, dan target World Class Faculty; FISIP Undip juga menyiapkan sejumlah dosen menuju jabatan guru besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip), Prof. Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., resmi meraih jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar bidang Tata Kelola Pemerintahan.

Pengukuhan tersebut menjadi capaian penting bagi akademisi yang selama ini tak hanya berkutat di ruang kuliah dan penelitian. Teguh juga aktif terlibat dalam isu pemerintahan, politik, kebijakan publik hingga proses seleksi pejabat pemerintahan.

Gelar profesor tersebut sekaligus menambah kekuatan akademik FISIP Undip dalam pengembangan kajian pemerintahan dan tata kelola publik.

  1. 1. Aktif di isu pemerintahan

    teguh yuwono.JPG
    Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip), Teguh Yuwono. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

    Teguh dikenal sebagai salah satu akademisi Undip yang cukup aktif memberikan analisis mengenai politik dan pemerintahan. Pemikirannya kerap digunakan sebagai rujukan dalam pemberitaan media nasional.

    Pengalamannya juga tidak terbatas pada aktivitas akademik. Ia pernah menjadi konsultan pemerintahan serta narasumber dalam berbagai forum nasional maupun internasional.

    Teguh beberapa kali dipercaya menjadi panelis debat pemilihan kepala daerah, baik tingkat kabupaten, kota maupun provinsi. Ia juga pernah terlibat dalam proses seleksi calon pejabat melalui open bidding di sejumlah pemerintahan daerah.

    Pengalamannya mencakup keterlibatan dalam seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu, serta menjadi tenaga ahli di sejumlah lembaga negara dan pemerintahan.

    Selanjutnya, dosen Ilmu Pemerintahan FISIP ini juga pernah menjadi Tenaga Ahli MPR RI, Tenaga Ahli DPD RI, hingga Tenaga Ahli Wali Kota Semarang.

    Dengan rekam jejak tersebut, pengukuhan sebagai Guru Besar bidang Tata Kelola Pemerintahan bukan hanya menjadi pencapaian akademik personal, tetapi juga memperkuat posisi Teguh dalam pengembangan diskursus pemerintahan dan kebijakan publik.

  2. 2. Alumni Undip yang kembali memimpin FISIP

    undip, guru besar, profesor
    Dua calon guru besar Universitas Diponegoro (Undip), yakni dokter Muflihatul Muniroh, M.Si.Med., Ph.D dari Fakultas Kedokteran dan Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol. Admin., dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) memaparkan makalah ilmiah di hadapan Dewan Profesor Undip di Gedung SA-MWA Kampus Undip Tembalang, Rabu (10/6/2026). (dok. Undip)

    Dari latar belakang pendidikan, Teguh merupakan putra Kebumen dan alumni Program Sarjana Ilmu Pemerintahan Undip tahun 1993.

    Ia kemudian melanjutkan pendidikan Master of Public Policy and Administration di Flinders University, Australia, pada 2001. Pendidikan doktoralnya ditempuh di Universitas Padjadjaran dan diselesaikan pada 2014.

    Lalu di bidang organisasi keilmuan, Teguh pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (ADIPSI) dan Ketua I Kesatuan Program Studi Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (KAPSIPI).

    Ia juga terlibat dalam Forum Dekan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (FODEKIIS).

    Pengalaman tersebut membuat kiprahnya berada di dua ranah sekaligus: mengembangkan ilmu pemerintahan melalui perguruan tinggi sekaligus berinteraksi langsung dengan persoalan tata kelola pemerintahan di lapangan.

  3. 3. Dorong FISIP Undip menuju kelas dunia

    Ilustrasi kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip). (dok. Fisip Undip)
    Ilustrasi kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip). (dok. Fisip Undip)

    Sebagai Dekan FISIP Undip, Teguh juga membawa agenda transformasi akademik dan internasionalisasi fakultas.

    Penguatan sumber daya akademik, publikasi ilmiah bereputasi internasional, jejaring global dan kolaborasi menjadi sejumlah agenda yang didorong selama kepemimpinannya.

    FISIP Undip sendiri menargetkan penguatan posisi sebagai World Class Faculty. Perkembangan fakultas turut tercermin dari pengakuan berbagai lembaga pemeringkatan internasional, termasuk QS World University Rankings dan EduRank.

    Di sisi lain, Teguh tetap aktif dalam kegiatan pendidikan. Ia membimbing mahasiswa mulai jenjang sarjana, magister hingga doktor.

    Para alumni yang pernah mendapatkan pendidikan dan bimbingannya kini tersebar di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, politik, akademik, media hingga sektor profesional.

  4. 4. FISIP Undip siapkan guru besar baru

    Ilustrasi kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip). (dok. Fisip Undip)
    Ilustrasi kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip). (dok. Fisip Undip)

    Capaian Teguh juga berpotensi diikuti akademisi FISIP Undip lainnya. Sejumlah dosen saat ini disebut tengah menjalani proses menuju jabatan Guru Besar, antara lain Dr. Sos. Dra. Fitriyah, M.S., Dr. Nurul Hasfi, S.Sos., M.A., dan Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D.

    Jika proses tersebut tuntas, penambahan Guru Besar dari berbagai bidang keilmuan akan memperkuat kapasitas akademik FISIP Undip.

    Bagi FISIP Undip, bertambahnya Guru Besar bukan sekadar soal jumlah profesor. Kehadiran akademisi dengan pengalaman riset, kebijakan dan jejaring profesional diharapkan memperluas kemampuan fakultas menghasilkan kajian yang dapat menjawab persoalan pemerintahan dan masyarakat.

    Dengan latar belakang akademik sekaligus pengalaman di dunia pemerintahan dan politik, Teguh kini membawa mandat baru sebagai Guru Besar. Tantangannya bukan hanya mempertahankan produktivitas akademik, tetapi memastikan ilmu tata kelola pemerintahan yang dikembangkan kampus tetap relevan dengan persoalan publik yang terus berubah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More