Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang dengan Golongan Darah O? Ini Rahasianya

Kota Semarang
Mengapa Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang dengan Golongan Darah O? Ini Rahasianya
ilustrasi digigit nyamuk (pexels.com/Jimmy Chan)
  • Artikel menyebut riset Journal of Medical Entomology menemukan pemilik golongan darah O dapat dua kali lebih menarik bagi nyamuk dibanding pemilik golongan darah A.
  • Antigen H dalam keringat, senyawa volatil, asam laktat, serta pelepasan karbon dioksida lebih tinggi disebut menjadi sinyal yang membantu nyamuk menemukan target.
  • Suhu tubuh hangat, mikrobioma kulit, kelembapan, dan pakaian gelap turut meningkatkan daya tarik seseorang bagi nyamuk betina yang mengisap darah untuk mematangkan telur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Rahasia Terbongkar! Ini 4 Alasan Nyamuk Selalu Mengincar Golongan Darah O

Mengapa Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang dengan Golongan Darah O?

Pernah nggak sih lagi asyik nongkrong bareng teman-teman, tapi entah kenapa cuma kamu yang habis digigit nyamuk? Sementara yang lain santai-santai saja, kamu malah sibuk garuk-garuk bentol. Banyak mitos beredar kalau itu karena masalah "darah manis", padahal sains punya jawaban yang jauh lebih masuk akal dan terbukti.

Kalau kamu sering jadi korban utama serangan serangga pengisap darah ini, kemungkinan besar kamu memiliki golongan darah O. Berdasarkan penelitian ilmiah, termasuk riset bergengsi di Journal of Medical Entomology, orang dengan golongan darah ini bisa dua kali lipat lebih menarik di mata nyamuk dibandingkan mereka yang bergolongan darah A.

Lalu, apa yang bikin si darah O terasa seperti prasmanan bintang lima buat nyamuk? Yuk, bongkar rahasia ilmiahnya di bawah ini!

  1. 1. Memancarkan "Sinyal Kimia" Spesifik dari Kulit

    Ilustrasi gatal digigit nyamuk (freepik.com/freepik)
    Ilustrasi gatal digigit nyamuk (freepik.com/freepik)

    Tahukah kamu kalau sekitar 80% manusia menyekresikan tanda golongan darah mereka melalui cairan tubuh, seperti keringat? Nah, buat para pemilik darah O, tubuh mereka secara alami mengeluarkan sinyal kimia bernama Antigen H.

    Sinyal kimia ini sangat mudah dideteksi oleh reseptor khusus pada antena nyamuk. Begitu mereka mencium aroma Antigen H yang menguap di udara, nyamuk langsung tahu bahwa di dekatnya ada sumber darah yang kaya nutrisi.

  2. 2. Pabrik Berjalan untuk Senyawa Volatil dan Asam Laktat

    ilustrasi digigit nyamuk (pexels.com/icon0 com)
    ilustrasi digigit nyamuk (pexels.com/icon0 com)

    Selain sinyal antigen, kulit orang bergolongan darah O juga menghasilkan senyawa volatil (zat yang mudah menguap) dalam jumlah yang jauh lebih tinggi. Senyawa inilah yang menciptakan profil aroma tubuh yang sangat menggugah selera nyamuk.

    Tidak berhenti di situ, mereka juga cenderung memproduksi asam laktat lebih banyak di permukaan kulit. Perpaduan aroma asam laktat dan senyawa volatil ini ibarat magnet terkuat yang bikin nyamuk betah berlama-lama hinggap di kulitmu.

  3. 3. Produksi Gas Karbon Dioksida (CO₂) yang Lebih Tinggi

    ilustrasi digigit nyamuk
    ilustrasi digigit nyamuk (freepik.com/karlyukav)

    Sebelum nyamuk mendekati permukaan kulit, mereka melacak targetnya dari jarak jauh dengan mengandalkan sensor karbon dioksida (CO₂). Karakteristik metabolisme tubuh si darah O membuat mereka sering kali melepaskan gas CO₂ dalam jumlah yang lebih banyak saat bernapas maupun beraktivitas.

    Jadi, setiap kali kamu membuang napas, kamu seolah sedang menyalakan sistem pelacak yang menuntun kawanan nyamuk langsung ke arahmu. Semakin aktif bergerak atau berolahraga, semakin besar pula sinyal yang kamu pancarkan.

  4. 4. Faktor Ekstra: Suhu, Mikrobioma, dan Pakaian Gelap

    Ilustrasi digigit nyamuk (pexels.com/Jimmy Chan)
    Ilustrasi digigit nyamuk (pexels.com/Jimmy Chan)

    Meski darah O sudah jadi target utama, ada faktor ekstra yang bikin kamu makin diincar. Nyamuk ternyata sangat sensitif terhadap kombinasi mikrobioma (bakteri alami) di permukaan kulit, suhu tubuh yang hangat, serta tingkat kelembapan.

    Jangan lupakan juga kebiasaan memakai pakaian berwarna gelap karena warna ini sangat menarik perhatian visual nyamuk. Fakta menariknya, darah sebenarnya bukan makanan utama mereka. Nyamuk betina mengisap darah murni demi mendapatkan asupan protein untuk mematangkan telur-telurnya.

    Kesimpulannya, perpaduan antara Antigen H, tingginya asam laktat, dan produksi CO₂ ekstra membuat pemilik darah O mutlak dinobatkan sebagai target paling menggoda buat nyamuk betina. Wajar saja kalau kamu butuh modal perlindungan ekstra seperti losion antinyamuk dibanding teman-temanmu yang lain.

    Gimana, Bestie? Apakah kamu si darah O yang sering jadi "korban" gigitan nyamuk setiap kali nongkrong malam? Coba share penderitaan dan tips andalan kamu buat ngusir nyamuk di kolom komentar, yuk!

  5. Faktor Pendukung Lainnya yang Mengundang Nyamuk

    Ilustrasi digigit nyamuk (freepik.com/Freepik)
    Ilustrasi digigit nyamuk (freepik.com/Freepik)

    Golongan darah bukanlah satu-satunya faktor penentu. Nyamuk juga sangat sensitif terhadap kombinasi fisik dan visual berikut pada targetnya.

    Faktor Penarik

    Penjelasan Singkat

    Suhu Tubuh

    Nyamuk lebih suka hinggap pada permukaan kulit dengan suhu tubuh yang lebih hangat.

    Mikrobioma Kulit

    Kombinasi bakteri alami dan kelembapan di permukaan kulit menciptakan aroma unik yang mengundang nyamuk.

    Pakaian Gelap

    Warna baju yang gelap (seperti hitam, merah tua, atau biru dongker) membuat siluet tubuh lebih mudah dideteksi oleh mata nyamuk.

  6. Fakta Menarik tentang Nyamuk

    ilustrasi digigit nyamuk (pexels.com/Ravi Kant)
    ilustrasi digigit nyamuk (pexels.com/Ravi Kant)

    Darah manusia pada dasarnya bukanlah makanan utama nyamuk. Hanya nyamuk betina yang mengisap darah, dan itu dilakukan semata-mata demi mendapatkan ekstraksi protein yang dibutuhkan untuk mematangkan telur-telurnya sebelum berkembang biak.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More