Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dilaporkan ke Polisi, BRM S Klaim Lindungi Korban Ricuh Keraton Solo

Suasana kericuhan jelang penyerahan SK Menteri Kebudayaan di Keraton Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Suasana kericuhan jelang penyerahan SK Menteri Kebudayaan di Keraton Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Intinya sih...
  • BRM S klaim membantu korban.
  • BRM S tidak memukul korban, konfirmasi dari Suryo Mulyo
  • Kubu PB XIV Purboyo melaporkan cucu PB XIII atas dugaan pengeroyokan terhadap RP.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi merespons soal adanya laporan kubu PB XIV Purboyo ke polisi di Polresta Solo. Hal itu dilakukan setelah salah satu penjaga keamanan dari PB XIV Purboyo yang berinisial RP (23) diduga dikeroyok oleh sejumlah pihak.

Salah satu yang diadukan ke polisi adalah cucu dari PB XIII berinisial BRM S. Dugaan pengeroyokan  tersebut terjadi sebelum penyerahan SK Menteri Kebudayaan Fadli Zon kepada Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung Tedjowulan di Keraton Solo, Minggu (18/1/2026).

1. Mengatakan jika BRM S justru sedang membantu korban

Kerabat Keraton, KPH Eddy Wirabhumi. (IDN Times/Larasati Rey)
Kerabat Keraton, KPH Eddy Wirabhumi. (IDN Times/Larasati Rey)

Eddy mengatakan jika saat kejadian terjadi, dirinya berada di lokasi yakni di area Bangsal Polisen. Ia mengaku jika BRM S tersebut justru sedang membantu korban dari massa yang saat  tidak kondusif.

“Kan dia (BRM S) disamping saya, dia membawa membawa tasnya Gusti. Dia udah lihat saya juga lihat anak itu (pelapor/korban) itu sangat agresif ya. Terus kan suasana begitu Mas Suryo Mulyo itu gini (ngiting) narik dia dibawa minggir agar supaya tidak terjadi sesuatu pada dia,” ujarnya, saat ditemui di Keraton, Selasa (30/1/2026).

“Kalau saat itu saya sampaikan ke dia Mas sudah cukup, sudah terus dilepaskan, dan sesudah dilepaskan Mas Suryo Mulyo itu saya tidak tahu, karena saya udah jalan lagi. Tapi yang pasti Mas Suryo Mulyo justru menyelamatkan anak itu,” imbuhnya.

2. BRM S tidak memukul

Kubu PB XIV Purboyo laporkan salah satu cucu PB XIII karna diduga lakukan pengeroyokan menjelang penyerahan SK Menteri Kebudayaan di Bangsal Polisen, Keraton Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Kubu PB XIV Purboyo laporkan salah satu cucu PB XIII karna diduga lakukan pengeroyokan menjelang penyerahan SK Menteri Kebudayaan di Bangsal Polisen, Keraton Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Lebih lanjut, Eddy mengaku jika kejadian tersebut juga telah dikomfirmasi oleh Suryo Mulyo. Dan yang disampaikan sama dengan kejadian yang sebenarnya. Menurutnya, cucu PB XIII tersebut tidak melakukan pemukulan.

“(Sempat melakukan pemukulan) Gak dia tidak melakukan itu,” jelasnya.

Eddy juga mengatakan hingga saat ini pihaknya juga belum ada pemberitahuan atau pemanggilan dari pihak kepolisian terkait pelaporan tersebut.

3. Pihak Kubu PB XIV Purboyo laporkan cucu PB XIII

IMG_8312.jpeg
Kubu PB XIV Purboyo laporkan salah satu cucu PB XIII karna diduga lakukan pengeroyokan menjelang penyerahan SK Menteri Kebudayaan di Bangsal Polisen, Keraton Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Sebelumnya, kubu PB XIV Purboyo melalui  Kuasa Kuasa hukum korban, Ardi Sasongko mengatakan korban berinisial RP, seorang abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang berpakaian serba hitam. Akibat kejadian tersebut, RP mengalami sejumlah luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

menyebut luka paling serius dialami di bagian belakang kepala dan area kemaluan. Selain itu, korban juga mengalami memar di bagian dada serta tangan kiri.

“Korban sempat ditendang hingga tersungkur dan mengalami luka robek di kepala,” ujar Ardi kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Usai kejadian, korban dievakuasi oleh rekannya ke area Sasana Narendra untuk diamankan sebelum dibawa ke rumah sakit. Saat ini, RP masih menjalani rawat jalan dan pemantauan lanjutan.

Insiden tersebut terjadi di kawasan Bangsal Siaga Pulisen dan dipicu oleh upaya pembukaan Pintu Kori Gajahan. Massa dari Lembaga Dewan Adat (LDA) yang mendukung Sinuhun Pakubuwono XIV Hangabehi berusaha membuka pintu tersebut dari dalam area keraton dengan memanjat tembok menggunakan tangga bambu.

Upaya itu sempat dihadang oleh kelompok pendukung Sinuhun Pakubuwono XIV Purbaya. Meski demikian, pintu akhirnya berhasil dibuka dan massa pendukung Hangabehi masuk ke area keputren.

Sebagaimana diketahui, kericuhan di Keraton Solo terjadi di tengah polemik penunjukan KGPA Panembahan Agung Tedjowulan sebagai penanggung jawab pemanfaatan Keraton oleh Kementerian Kebudayaan. Penunjukan tersebut mendapat penolakan dari kubu GKR Timoer Rumbai yang menegaskan Keraton merupakan milik adat, bukan negara, sehingga memicu ketegangan antar-kubu menjelang agenda resmi pemerintah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

12 Musisi dan Band Pendatang Baru Unjuk Gigi di Lokananta Studio Gigs

20 Jan 2026, 20:19 WIBNews