Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Efek Libur Lebaran, BI Jateng Ingatkan Harga Barang Bakal Naik
Ilustrasi toko seragam sekolah. (IDN Times/Muhaimin)
  • Bank Indonesia Jawa Tengah mencatat penurunan penjualan eceran Maret 2026 sebesar 9,3 persen, terutama pada alat komunikasi dan elektronik yang anjlok hingga 38 persen.
  • Tingginya mobilitas warga saat mudik dan liburan Lebaran mendorong lonjakan penjualan suku cadang kendaraan, bahan bakar, serta pengeluaran untuk rekreasi dan hiburan.
  • BI memprediksi harga barang di Semarang akan naik dalam tiga hingga enam bulan ke depan, dipicu momen tahun ajaran baru dan peningkatan pola belanja masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah mencatat adanya penurunan tingkat belanja masyarakat pada bulan Maret 2026. Meskipun laporan angka penjualannya turun, kondisi itu tidak sampai anjlok berkat tingginya pergerakan warga saat libur Lebaran.

1. Belanja masyarakat kembali normal

Aktivitas pedagang ikan di pasar tradisional. (ANTARA FOTO)

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu, tingkat penjualan eceran pada Maret 2026 turun sebesar 9,3 persen. Penurunan terparah terjadi pada pembelian alat komunikasi dan elektronik yang merosot hingga minus 38,0 persen.

Penjualan kelompok makanan dan minuman ikut turun 10,1 persen, disusul oleh perlengkapan rumah tangga yang turun 9,9 persen.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Februari), tingkat belanja pada bulan Maret juga merosot 9,6 persen. Hal ini sangat wajar dan terjadi karena pola belanja masyarakat kembali normal. Warga kebanyakan sudah memborong banyak barang jauh-jauh hari pada bulan Januari dan Februari untuk persiapan Lebaran.

2. Jalan-jalan dan mudik jadi penyelamat

Sejumlah pemudik menunggu kedatangan kereta api jarak jauh. (ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro)

Meski banyak sektor yang lesu, tingginya pergerakan warga untuk mudik dan liburan menjadi penyelamat perputaran uang. Terdapat tiga kelompok barang yang laris manis dan menahan kejatuhan angka penjualan di Jawa Tengah.

Dibandingkan tahun lalu, penjualan suku cadang dan aksesori kendaraan melonjak tajam 33,2 persen. Pengeluaran untuk rekreasi dan hiburan juga naik 33,2 persen, sementara pembelian bahan bakar kendaraan bertambah 17,2 persen. Khusus untuk pengeluaran bulanan, pembelian pakaian juga masih tercatat naik 8,3 persen karena tradisi Lebaran.

3. Siap-siap harga barang naik

Ilustrasi pedagang cabai merah melayani pembeli di pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Ardiansyah)

Memasuki bulan April 2026, BI memperkirakan penjualan secara tahunan akan kembali naik sebesar 19,5 persen. Kenaikan itu ditopang oleh belanja makanan, suku cadang, dan bahan bakar. Namun, jika dihitung secara bulanan, penjualan April diprediksi turun 17,1 persen karena orang-orang mengerem pengeluaran setelah Lebaran usai.

Untuk urusan harga barang, masyarakat khususnya di Kota Semarang perlu bersiap-siap. Dilansir keterangan resminya, Selasa (2/6/2026), Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari H mengatakan, perkiraan harga barang dalam tiga hingga enam bulan ke depan akan merangkak naik.

Kenaikan harga barang pada bulan Juni 2026 sangat dipengaruhi oleh momen tahun ajaran baru anak sekolah. Sementara itu, harga-harga pada bulan September 2026 juga diproyeksikan ikut naik karena pola belanja masyarakat diprediksi kembali meningkat.

Editorial Team

Related Article