Gubug Grobogan Banjir, Penumpang Bus Trans Jateng Drop 47 Persen

Semarang, IDN Times - Jumlah penumpang Bus Trans Jateng trayek Gubug-Godong Grobogan berkurang sampai separuh lebih menyusul bencana banjir yang melanda ruas jalan tersebut. Kepala Balai Trans Jateng, Agung Pramono mengungkapkan penumpang Bus Trans Jateng trayek Gubug-Godong PP tinggal 47 persen atau sekitar 1.083 orang saban hari.
"Rata-rata 95 (persen) kondisi normalnya. (Sekarang) turun kisaran 47 persen," kata Agung kepada IDN Times, Selasa (24/2/2026).
Penurunan jumlah penumpang Bus Trans Jateng trayek Gubug dipengaruhi minat warga naik bus berkurang drastis karena terdampak banjir bandang di wilayah Gubug.
Alhasil, pihaknya memutuskan mengurangi jumlah armada dengan mempertimbangkan faktor operasional armada.
"Kita kurangi armadanya karena kita melihat demandnya juga berkurang banyak. Kalau kita tetap operasionalkan penuh, jadinya nanti boros di operasional," tuturnya.
Saat ini jumlah armada Bus Trans Jateng trayek Gubug yang beroperasi hanya 12 bus dari kondisi normal ada 14 bus.
Pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi banjir yang merendam jalur trayek Gubug. Pasalnya saat ini tidak ada jalur alternatif apapun di wilayah tersebut.
Ia menegaskan kini jalur trayek Gubug sudah tidak bisa dilewati karena banjir merendam seluruh badan jalan.
"Jadi kalau misalnya yang Gubug ke Godong memang tidak bisa dilewati. Tidak ada jalur alternatif yang memungkinkan untuk bisa kita lewat," paparnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, operasional rute penuh menunggu perbaikan jalur yang terputus, oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jateng.
"Bisa jalan lagi tergantung perbaikan dari Binas Marga Provinsi selesai. Ya harapannya sebelum lebaran sudah selesai. Makanya tergantung kecepatan daripada perbaikan jalan," katanya.
Sedangkan, menurut Kepala Dishub Jawa Tengah, Arief Djatmiko, okupansi Bus Trans Jateng yang tidak penuh memang berdampak pada penumpang.
Terlebih, BRT Trans Jateng rute ini menjadi favorit masyarakat. Khususnya kalangan buruh pabrik, yang bisa naik dengan harga Rp1.000.
"Kalau rute ke Grobogan memang tidak sampai terminal terakhir. Hari ini saya belum cek lagi," katanya.
















