Pakai Gembiraria, Cara Cegah dan Berantas Virus Hanta di Kota Semarang

- Dinas Kesehatan Kota Semarang mengantisipasi penyebaran Virus Hanta meski belum ada kasus positif, dengan fokus pada pencegahan berbasis kebersihan rumah dan lingkungan.
- Program Gembiraria digerakkan melalui 40 puskesmas untuk edukasi masyarakat tentang pentingnya sirkulasi udara, sinar matahari, serta aktivitas fisik guna mencegah tikus berkembang biak.
- Pemberantasan tikus dilakukan dengan pemasangan perangkap di permukiman warga agar penularan virus dapat ditekan tanpa menimbulkan risiko tambahan dari perilaku tikus.
Semarang, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan pencegahan dan mengantisipasi penyebaran Virus Hanta di Ibu Kota Jawa Tengah.
1. Cegah lewat Gembiraria dan PTP

Meskipun, belum ada laporan terkonfirmasi positif virus hanta di Kota Semarang, tetapi penyakit yang ditularkan lewat urin atau kotoran tikus ini telah terdeteksi masuk ke Indonesia dengan jumlah 23 kasus per Mei 2026.
Upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Semarang, yaitu melalui program Gembiraria atau Gerakan Buka Jendela dan Pintu Rumah, Membersihkan Rumah serta Pemilik Rumah Melakukan Aktivitas Fisik. Selain itu, juga lewat Pemberantasan Tikus Permukiman (PTP) untuk mencegah penyebaran virus hanta.
2. Lakukan mitigasi melalui 40 puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, pihaknya melakukan berbagai mitigasi melalui 40 puskesmas dengan melakukan tindakan promotif preventif, yakni dengan menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui program Gembiraria.
Menurutnya, suhu dan kelembaban di dalam rumah menjadi kunci agar tikus tidak betah berkembangbiak di rumah. Salah satunya, jika sinar matahari cukup masuk ke dalam rumah dan sirkulasi udara terjaga, maka tikus akan enggan untuk masuk ke dalam rumah.
“Sedangkan melalui Gembiraria, ada empat kegiatan di antaranya membuka buka jendela, buka pintu, bersihkan rumah, pemilik rumah lakukan aktivitas fisik minimal 60 menit,” jelasnya, Kamis (14/5/2026).
3. Gencarkan pemberantasan tikus

Selain dengan Gembiraria, Dinkes juga menggencarkan pemberantasan tikus di permukiman warga, yakni dengan memasang perangkap, bukan menggunakan lem tikus.
“Kalau pakai lem akan gelisah tikusnya, dan akan kencing sembarangan. Maka, dipastikan jika tertangkap, tikus berada di dalam perangkap dan kencing hanya di lokasi itu saja,” tandas Hakam.


















