Mengenal Virus Hanta, Warga Semarang Berikut Gejala dan Cara Mencegah

- Virus hanta terdeteksi di Indonesia dengan 23 kasus per Mei 2026, namun belum ada laporan positif di Semarang.
- Penularan virus berasal dari urin atau kotoran tikus, menyebabkan demam tinggi, nyeri tubuh, hingga gangguan pernapasan berat.
- Belum ada antivirus khusus; penanganan dilakukan dengan meredakan gejala klinis dan menjaga daya tahan tubuh.
Semarang, IDN Times - Virus hanta telah terdeteksi masuk ke Indonesia dengan jumlah 23 kasus per Mei 2026. Meskipun belum ada laporan positif kasus di Kota Semarang, Dinas Kesehatan mengimbau warga untuk waspada dan mengenali gejala serta cara mencegahnya.
1. Virus ditularkan dari urin tikus

Untuk diketahui, virus yang ditularkan melalui kotoran atau urin tikus ini tidak menular antar manusia. Adapun, gejala yang terjadi bagi yang terinfeksi virus hanta, yaitu mengalami demam tinggi seperti terjangkit demam berdarah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk rajin membersihkan rumah dan lingkungan tempat tinggal dari tikus.
“Namun, jika mengalami demam tinggi seperti orang kena demam berdarah, pasti demam karena virus ya, demam tinggi, masa inkubasi yakni masa saat virus mulai masuk yakni 7–14 hari,” ungkapnya, Rabu (13/5/2026).
2. Badan sakit dan linu

Selain demam tinggi, orang yang terpapar virus hanta juga merasakan badannya sakit atau linu.
Selain itu, kata Hakam, virus hanta ini bisa menyerang saluran pernapasan. Bahkan, pasien yang terinfeksi virus ini bisa sampai mengalami gagal nafas seperti pada pasien pneumonia atau radang paru.
“Yang paling bahaya ini bisa menyerang ke saluran pernapasan, bisa sampai gagal napas. Kalau itu terjadi harus dilarikan ke ICU. Ya, bisa dibilang seperti COVID-19 dulu,” tuturnya.
3. Obati gejala klinisnya

Sementara terkait penanganannya, yakni dengan mengobati gejala klinisnya. Seperti minum obat penurun demam, lalu menjaga imun tubuh.
“Virus itu kan menyerang sistem kekebalan tubuh, jadi antivirus khusus untuk virus hanta memang tidak ada. Yang bisa kita obati adalah menurunkan gejala klinisnya, kalau demam ya kita turunkan dengan obat. Lalu, pasien harus banyak makan dan minum agar imunitas terjaga,” tandas Hakam.


















