Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

12 Kecamatan di Temanggung Ini Siaga Rawan Kekeringan

12 Kecamatan di Temanggung Ini Siaga Rawan Kekeringan
Ilustrasi kekeringan (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Intinya Sih
  • BPBD Temanggung menetapkan 12 dari 20 kecamatan sebagai wilayah rawan krisis air bersih menjelang musim kemarau 2026.
  • Pemerintah daerah telah mengirim surat edaran ke camat dan kepala desa untuk memperkuat kesiapsiagaan serta memetakan kebutuhan air di tiap wilayah.
  • Pemkab menyiapkan distribusi bantuan air bersih lewat truk tangki dan mengimbau warga menghemat serta menampung air sejak dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Temanggung, IDN Times – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mulai tancap gas melakukan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026. Berdasarkan hasil pemetaan terbaru, sebanyak 12 dari 20 kecamatan di wilayah Temanggung resmi ditetapkan sebagai daerah rawan krisis air bersih.

Meskipun dalam beberapa hari terakhir guyuran hujan masih sering terjadi pada malam hari, warga diimbau untuk tidak lengah dan mulai bersiap-siap sejak dini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, menjelaskan bahwa belasan kecamatan ini menjadi prioritas utama penanganan selama musim kemarau tahun ini. Berikut adalah daftarnya:

Kecamatan Pringsurat, Kecamatan Kaloran, Kecamatan Bulu, Kecamatan Kandangan, Kecamatan Selopampang, Kecamatan Tlogomulyo, Kecamatan Tembarak, Kecamatan Kranggan, Kecamatan Bejen, Kecamatan Candiroto, Kecamatan Gemawang, Kecamatan Jumo

Langkah siaga sejatinya telah digulirkan oleh pemerintah daerah sejak awal April lalu. BPBD Temanggung juga sudah melayangkan surat edaran resmi kepada seluruh camat dan kepala desa agar segera memetakan kebutuhan dan memperkuat kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.

"Selain melakukan pemetaan terhadap daerah rawan kekeringan, kami juga sudah bersurat kepada para camat dan kepala desa untuk melakukan upaya antisipasi," kata Totok, Sabtu (16/5/2026).

Bagi warga yang nantinya terdampak langsung oleh krisis air, Pemkab Temanggung memastikan tidak akan tinggal diam. Skema penyaluran bantuan air bersih menggunakan armada truk tangki sudah disiapkan dan siap diluncurkan begitu ada laporan kekeringan dari pihak desa.

Kendati demikian, kelancaran distribusi ini sangat bergantung pada koordinasi yang cepat antara pengurus desa, pihak kecamatan, dan tim BPBD di lapangan.

Menghadapi puncak kemarau nanti, kesadaran dari tingkat rumah tangga menjadi kunci paling penting agar tidak sampai mengalami krisis air yang parah. BPBD membagikan beberapa tips yang bisa langsung kamu terapkan di rumah:

Mulailah membatasi penggunaan air untuk keperluan yang kurang mendesak, seperti mencuci kendaraan secara berlebihan atau menyiram halaman. Mumpung sesekali masih turun hujan, optimalkan bak penampungan, tandon, atau toren di rumah untuk menyimpan cadangan air bersih. Pastikan tidak ada kebocoran pada instalasi pipa air di rumah agar pasokan air tidak terbuang sia-sia.

"Harapannya masyarakat bisa lebih bijak dalam penggunaan air. Kemudian tampungan-tampungan air yang ada juga bisa dimanfaatkan, setidaknya untuk kebutuhan air bersih," pungkas Totok.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More