Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Banjir dan Cuaca Ekstrem Semarang Renggut 2 Nyawa Warga

Banjir dan Cuaca Ekstrem Semarang Renggut 2 Nyawa Warga
Banjir melanda kawasan Tugu dan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (15/5/2026). (Dok. BPBD Kota Semarang)
Intinya Sih
  • Hujan deras dan angin kencang di Semarang memicu banjir, longsor, serta tanggul jebol di tiga kecamatan: Ngaliyan, Tugu, dan Semarang Barat.
  • Dua warga tewas terseret arus banjir di lokasi berbeda; tim gabungan TNI, Polri, SAR, PMI, dan BPBD melakukan pencarian serta evakuasi korban.
  • Polrestabes Semarang menetapkan siaga darurat, menyalurkan bantuan logistik, memantau debit air, dan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang menerjang Kota Semarang Jumat (15/5/2026). Cuaca ekstrem di ibu kota Jawa Tengah itu memicu rentetan bencana mulai dari banjir, tanah longsor, tanggul jebol, hingga kerusakan infrastruktur.

Peristiwa nahas itu juga memakan korban, di mana dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat terseret derasnya arus air.

1. Dampak luas di Tiga Kecamatan

Banjir, banjir semarang, tugu, ngaliyan
Banjir melanda kawasan Tugu dan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (15/5/2026). (Dok. BPBD Kota Semarang)

Bencana hidrometeorologi tersebut melumpuhkan sejumlah titik. Wilayah terdampak paling parah mencakup Kecamatan Ngaliyan, Tugu, dan Semarang Barat. Luapan Sungai Plumbon dan Sungai Silandak menjadi penyebab utama genangan yang merendam permukiman.

Di Kecamatan Ngaliyan, banjir merendam Perumahan Mangkang Indah (RW 01, RW 02, dan RW 03) hingga ketinggian 60 sentimeter. Arus deras menghanyutkan beberapa sepeda motor di kawasan industri Candi. Cuaca buruk juga menumbangkan baliho puskesmas hingga menimpa kendaraan, merusak atap sekolah MI Baitul Huda, serta memicu longsornya tebing di Jalan Panembahan Senopati dan Kampung Klampisan.

Sementara itu, luapan Sungai Silandak menjebol dua titik tanggul di Kelurahan Kembangarum, Semarang Barat, yang memaksa puluhan warga mengungsi.

Kondisi serupa terjadi di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu. Di wilayah ini, tanggul Sungai Plumbon jebol sepanjang 48 meter dan langsung menerjang permukiman warga. Dampak luapan air juga meluas hingga kawasan Kalibanteng Kulon dan Krapyak.

2. Evakuasi dua korban jiwa

Banjir, banjir semarang, tugu, ngaliyan
Banjir melanda kawasan Tugu dan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (15/5/2026). (Dok. BPBD Kota Semarang)

Derasnya limpasan air merenggut dua nyawa di lokasi berbeda. Korban pertama adalah Kurnia SM (22), warga Kelurahan Purwosari, Semarang Utara. Perempuan muda itu diduga terseret arus banjir saat melintas menuju tempat kerjanya di kawasan Candi. Jenazahnya ditemukan pada pukul 19.30 WIB di belakang rumah warga kawasan Jalan Sriyatno, Kelurahan Purwoyoso.

Korban kedua adalah seorang warga lanjut usia bernama Mbah Maryam (71). Ia dilaporkan hanyut saat tanggul di Mangkang Kulon jebol. Tim gabungan dari TNI, Polri, SAR, PMI, BPBD, dan relawan langsung melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan pada malam hari dalam kondisi meninggal dunia.

Tim Inafis kemudian mengevakuasi kedua jenazah ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak ahli waris untuk dikebumikan.

3. Siaga darurat dan imbauan kewaspadaan

Banjir, banjir semarang, tugu, ngaliyan
Banjir melanda kawasan Tugu dan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (15/5/2026). (Dok. Pemkot Semarang)

Merespons situasi darurat itu, jajaran Polrestabes Semarang melalui personel polsek dan Bhabinkamtibmas langsung turun ke lapangan. Hingga Sabtu dini hari, tim gabungan terus mengevakuasi warga, membersihkan material sisa banjir, serta menyalurkan bantuan logistik.

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan, polisi ikut memantau ketat pergerakan air sejak awal kejadian bencana.

"Personel Polrestabes Semarang bersama jajaran polsek sejak malam sudah bergerak melakukan patroli, pemantauan debit air, membantu evakuasi warga, serta berkoordinasi dengan BPBD dan unsur terkait," katanya.

Pihaknya memastikan fokus utama tim gabungan adalah keselamatan dan pemenuhan kebutuhan logistik para penyintas.

"Kehadiran aparat di lapangan juga difokuskan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sekaligus mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan di sejumlah titik rawan di Kota Semarang," tambahnya.

4. Waspada cuaca ekstrem susulan

Banjir, banjir semarang, tugu, ngaliyan
Banjir melanda kawasan Tugu dan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (15/5/2026). (Dok. Pemkot Semarang)

Mempertimbangkan kondisi cuaca yang masih rawan dalam beberapa hari ke depan, polisi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Dari hasil pendataan sementara terdapat sejumlah titik banjir akibat luapan Sungai Plumbon dan Sungai Silandak, kerusakan infrastruktur, serta dua korban jiwa akibat terseret arus banjir. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan dan segera melapor apabila membutuhkan bantuan kepolisian," pungkas Kompol Riki.

Selalu pantau informasi cuaca resmi dari otoritas terkait dan siapkan tas siaga bencana di rumah.

Bagikan informasi peringatan cuaca ekstrem ini kepada keluarga dan rekan agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruang pada musim penghujan!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More