Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harganas 2024, Fokus Tekan Angka Stunting dengan Strategi Nasional

Harganas 2024, Fokus Tekan Angka Stunting dengan Strategi Nasional
Puncak acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tahun 2024 (Dok. BKKBN)
Intinya Sih
  • Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, tetap berpijak pada strategi nasional untuk menekan angka stunting.
  • Strategi efisien adalah mendiagnosa keluarga berisiko tinggi stunting dan melakukan pencegahan dari ibu hamil dan pranikah.
  • Lebih dari 10 ribu Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) berkomitmen untuk mengimplementasikan strategi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dokter Hasto Wardoyo menyampaikan tetap berpijak pada strategi nasional untuk menekan angka stunting.

1. Mengintervensi faktor sensitif dan spesifik

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo. (Dok. BKKBN)
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo. (Dok. BKKBN)

“Ada dua, bagaimana kita mengintervensi faktor sensitif dan spesifik. Keduanya harus simultan dijalankan. Secara khusus, strategi yang paling efisien adalah mendiagnosa dengan tepat,” ungkapnya pada peringatan puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tahun 2024 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/6/2014).

Melalui strategi itu akan dapat diketahui keluarga yang berisiko tinggi stunting, bayi yang stunting. Sekaligus, dapat melakukan pencegahan stunting dari ibu hamil dan pranikah.

2. TPPS implementasikan strategi nasional

Puncak acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tahun 2024 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/6/2014). (Dok. BKKBN)
Puncak acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tahun 2024 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/6/2014). (Dok. BKKBN)

Hasto menuturkan, lebih dari 10 ribu Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) berkomitmen untuk mengimplementasikan strategi nasional. 

“Kita melakukan sosialisasi dan edukasi, dan juga sudah melakukan pendataan untuk gerakan serentak intervensi dan juga percepatan penurunan stunting. Hari ini penimbangan, dan pendataan tinggi badan, pengukuran sudah mencapai 92,29 persen di seluruh Indonesia,” jelasnya. 

3. Perbedaan SKI dan E-PPGBM akan terjawab

Puncak acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tahun 2024 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/6/2014). (Dok. BKKBN)
Puncak acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tahun 2024 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/6/2014). (Dok. BKKBN)

Dengan demikian, perbedaan antara Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 dan Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) yang dipertanyakan para kepala daerah dapat segera terjawab.

“Insya Allah dalam waktu dekat akan dilakukan verifikasi dan validasi (verval) terhadap data yang bapak ibu kepala daerah berikan, dan segera angka tersebut akan diselesaikan,” tandasnya. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
ANGGUN PUSPITONINGRUM
EditorANGGUN PUSPITONINGRUM

Latest News Jawa Tengah

See More