Semarang, IDN Times - Panitia pelaksana Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMAN 1 Semarang memberlakukan syarat nilai hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk peserta didik tahun ajaran 2026/2027 sesuai anjuran Mendikdasmen Prof Abdul Mu'ti.
Berdasarkan pengakuan panitia SPMB SMAN 1 Semarang, hasil nilai TKA menjadi komponen penentu penerimaan siswa karena memiliki bobot nilai 50 persen
Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Semarang, Budi Handoyo mengatakan dengan mamasang syarat nilai TKA sebagai komponen SPMB, maka bisa menjadi acuan kualitas siswa yang semakin bagus.
"Ya kalau pakai TKA secara kualitas lebih bagus. Sehingga yang jadi parameternya lebih baik ketimbang tahun kemarin. Kita tentu apresiasi dengan adanya keputusan kementerian," kata Budi kepada IDN Times, Senin (22/7/2026).
Berdasarkan hasil pemetaan nilai TKA peserta didik baru, ia bilang rata-rata nilai yang bagus untuk tes pelajaran Bahasa Indonesia yakni 96,00.
Sedangkan verifikasi penerimaan siswa dari jalur prestasi/TKA dimulai Selasa besok.
"Untuk tahun ini yang berbeda ialah adanya patokan nilai TKA yang ditetapkan 50 persen. Yang hasil nilai TKA para siswa ini sangat menentukan. Karena misalnya kalau prestasi siswa jelek bisa dikatrol dari nilai TKA. Bobot nilainya 50 persen sendiri," ujarnya.
Ia mengatakan jumlah pendaftar yang telah terverifikasi di SMAN 1 Semarang mencapai 292 orang. Jumlah pendaftar tahun ini meningkat dari tahun kemarin yang berkisar 500 orang.
Lebih lanjut lagi, ia berkata untuk pelaksanaan SPMB tahun ini pihaknya membuka jalur pendaftaran melalui domisili, afirmasi, jalur prestasi/TKA.
Untuk verifikasi penerimaan dari jalur domisili, katanya diadakan empat hari mulai Senin (22/7/2026) sampai Kamis (26/7/2026).
Selama proses verifikasi penerimaan jalur domisili, pihak SMAN 1 Semarang menemukan calon siswa dengan jarak tempat tinggal terdekat 185 meter. Rumah calon siswa tersebut di Kampung Mugasari. Sementara calon siswa dengan jarak rumah terjauh yakni 1,6 kilometer dengan alamat Lempongsari.
