Indikator Politik: Basis Massa KIM Plus Arahkan Dukungan ke Andika-Hendi

Semarang, IDN Times - Hanya sepekan menjelang coblosan Pilgub Jateng, sebagian massa pendukung KIM Plus yang membelot dengan memberikan dukungan penuh kepada paslon nomor urut 1, Andika-Hendi.
Fakta tersebut terungkap dalam hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang dilakukan dia minggu terakhir.
1. Banyak massa tidak loyal ke Luthfi-Yasin

Indikator menyebutkan para pemilih partai politik yang bergabung di Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus banyak yang tidak loyal memilih Luthfi-Yasin lantaran beralih memilih Andika-Hendi.
Padahal Luthfi-Taj Yasin didukung delapan partai yaitu Gerindra, PKB, Golkar, PPP, PKS, Demokrat, PAN dan NasDem. Sementara Andika-Hendrar hanya diusung oleh PDIP.
2. Partai pendukung Luthfi-Yasin bocor

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebut kondisi ini menjadi kerugian bagi pasangan Luthfi-Yasin karena Jokowi dan Prabowo dinilai sudah habis-habisan.
"Artinya banyak partai pendukung Pak Luthfi yang masih bocor di sana-sini. Ketum memilih Pak Luthfi, tapi konstituen di bawahnya belum samikna wa atokna," ungkapnya, Senin (18/11/2024).
3. Hampir mayoritas massa KIM Plus gak milih Luthfi

Berdasarkan survei Indikator, ada 36,6 persen pemilih Partai Gerindra membelot ke Andika-Hendi. Sementara 59,3 persen telah menyatakan mendukung Luthfi-Yasin dan 4,1 persen lainnya tak menjawab.
Kemudian ada 40,4 persen pemilih Partai Demokrat yang beralih mendukung Andika-Hendi. Sementara 58,4 persen lainnya tetap mendukung Luthfi-Yasin dan 1,1 persen tak menjawab. Sementara ada 39 persen pemilih Partai NasDem memilih Andika-Hendi.
Lalu sebanyak 34,2 persen pemilih PKS mendukung Andika-Hendi dan 52,4 persen mendukung Luthfi-Taj Yasin. Dari pemilih Partai Golkar ada 35,7 persen mendukung Andika-Hendi. Sementara 57,8 persen lainnya tetap memilih Luthfi-Taj Yasin.
"Kita tahu KIM plus kan dukung Luthfi. Kalau kita lihat hasil Pileg 2024 [di Jateng] itu kan 72 persen [suara parpol KIM Plus]. Harusnya kalau linier kan seharusnya pak Luthfi dapat 72 persen, ini Luthfi-Taj Yasin mendapatkan 47,19 persen," kata Burhan.
"Kebocoran ada di dua belah pihak, tapi karena pendukung pak Luthfi banyak, yang rugi pak Luthfi," tambahnya.
Adapun survei oleh Indikator digelar 7-13 November 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 3.500 orang. Sampel dipilih dengan metode simple random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) survei diperkirakan ±2,3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.



















