Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indikator Politik: Basis Massa KIM Plus Arahkan Dukungan ke Andika-Hendi

Kota Semarang
Indikator Politik: Basis Massa KIM Plus Arahkan Dukungan ke Andika-Hendi
Cawagub PDIP, Hendrar Prihadi alias Hendi saat berada di posko pemenangan Pandanaran Nomor 100 Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Share Article

Semarang, IDN Times - Hanya sepekan menjelang coblosan Pilgub Jateng, sebagian massa pendukung KIM Plus yang membelot dengan memberikan dukungan penuh kepada paslon nomor urut 1, Andika-Hendi. 

Fakta tersebut terungkap dalam hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang dilakukan dia minggu terakhir.

  1. 1. Banyak massa tidak loyal ke Luthfi-Yasin

    Indikator menyebutkan para pemilih partai politik yang bergabung di Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus banyak yang tidak loyal memilih Luthfi-Yasin lantaran beralih memilih Andika-Hendi.

    Padahal Luthfi-Taj Yasin didukung delapan partai yaitu Gerindra, PKB, Golkar, PPP, PKS, Demokrat, PAN dan NasDem. Sementara Andika-Hendrar hanya diusung oleh PDIP.

  2. 2. Partai pendukung Luthfi-Yasin bocor

    Cagub dan cawagub Jateng Ahmad Luthfi-Taj Yasin kampanye akbar di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
    Cagub dan cawagub Jateng Ahmad Luthfi-Taj Yasin kampanye akbar di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

    Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebut kondisi ini menjadi kerugian bagi pasangan Luthfi-Yasin karena Jokowi dan Prabowo dinilai sudah habis-habisan. 

    "Artinya banyak partai pendukung Pak Luthfi yang masih bocor di sana-sini. Ketum memilih Pak Luthfi, tapi konstituen di bawahnya belum samikna wa atokna," ungkapnya, Senin (18/11/2024). 

  3. 3. Hampir mayoritas massa KIM Plus gak milih Luthfi

    Kader Demokrat Jateng memakai seragam bertuliskan jargon khas S14P!. (IDN Times/Fariz Fardianto)
    Kader Demokrat Jateng memakai seragam bertuliskan jargon khas S14P!. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Berdasarkan survei Indikator, ada 36,6 persen pemilih Partai Gerindra membelot ke Andika-Hendi. Sementara 59,3 persen telah menyatakan mendukung Luthfi-Yasin dan 4,1 persen lainnya tak menjawab.

    Kemudian ada 40,4 persen pemilih Partai Demokrat yang beralih mendukung Andika-Hendi. Sementara 58,4 persen lainnya tetap mendukung Luthfi-Yasin dan 1,1 persen tak menjawab. Sementara ada 39 persen pemilih Partai NasDem memilih Andika-Hendi.

    Lalu sebanyak 34,2 persen pemilih PKS mendukung Andika-Hendi dan 52,4 persen mendukung Luthfi-Taj Yasin. Dari pemilih Partai Golkar ada 35,7 persen mendukung Andika-Hendi. Sementara 57,8 persen lainnya tetap memilih Luthfi-Taj Yasin.

    "Kita tahu KIM plus kan dukung Luthfi. Kalau kita lihat hasil Pileg 2024 [di Jateng] itu kan 72 persen [suara parpol KIM Plus]. Harusnya kalau linier kan seharusnya pak Luthfi dapat 72 persen, ini Luthfi-Taj Yasin mendapatkan 47,19 persen," kata Burhan.

    "Kebocoran ada di dua belah pihak, tapi karena pendukung pak Luthfi banyak, yang rugi pak Luthfi," tambahnya.

    Adapun survei oleh Indikator digelar 7-13 November 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 3.500 orang. Sampel dipilih dengan metode simple random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) survei diperkirakan ±2,3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More