Semarang, IDN Times - Perundungan atau bullying di sekolah tidak selalu mudah dihadapi anak. Ada yang memilih diam karena takut, malu, khawatir tidak dipercaya, atau merasa tidak punya keberanian menghadapi pelaku.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mendorong anak untuk berani menyampaikan pendapat hingga melawan tindakan yang mereka anggap tidak benar. Namun, keberanian bukan berarti membalas dengan kekerasan.
“Apa yang kalian inginkan sampaikan saja. Jangan takut ya. Kalau kalian juga melihat sesuatu yang menurut kalian tidak benar, lawan. Berani bukan berarti berkelahi, tetapi berani adalah melawan tidak adil,” katanya saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kota Semarang di Balai Kota, Selasa (28/7/2026).
Pesan tersebut juga berlaku ketika anak menghadapi perundungan di sekolah. Lantas, bagaimana mendorong anak agar berani bersuara dan tidak memilih diam ketika mengalami atau menyaksikan bullying? Ini pesan wali kota.
