Jateng Punya Stok Beras 372.362 Ton, Bulog Pastikan Ketersediaan Aman Hingga Akhir 2026

- Bulog Jawa Tengah memastikan stok beras mencapai 372.362 ton dan aman hingga akhir 2026 untuk kebutuhan bantuan pangan serta program SPHP.
- Realisasi serapan gabah petani sudah 200 ribu ton dari target 374 ribu ton, dengan dukungan gudang mitra agar hasil panen tetap tertampung.
- Pemerintah dan DPR menegaskan distribusi pangan tetap lancar meski kondisi global tidak menentu, sambil memperkuat investasi logistik demi ketahanan pangan berkelanjutan.
Brebes, IDN Times - Perum Bulog menjamin ketersediaan stok beras di wilayah Jawa Tengah dalam kondisi aman dan mencukupi hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini mencakup ketersediaan untuk program bantuan pangan maupun penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi masyarakat.
Pemimpin Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah, Sri Muniati, mengungkapkan bahwa saat ini tersedia stok sebanyak 372.362 ton setara beras. Sekitar 80 persen dari jumlah tersebut sudah dalam bentuk beras siap konsumsi, sementara sisanya masih dalam tahap pengolahan.
"Kami terus melakukan serapan gabah petani. Hingga 1 Mei 2026, realisasi serapan sudah mencapai 200 ribu ton dari target tahunan sebesar 374 ribu ton," jelas Sri Muniati saat meninjau gudang Bulog di Brebes, Sabtu (2/5/2026).
Mengingat besarnya target serapan gabah dari petani lokal, Bulog juga melakukan langkah proaktif dengan bekerja sama dengan pihak swasta dan BUMN untuk penyediaan gudang tambahan.
"Kapasitas gudang induk kini sudah penuh. Kami menjalin kemitraan untuk menyediakan gudang mitra guna mengoptimalkan serapan gabah agar hasil panen petani tetap tertampung dengan baik," tambahnya.
Selain itu, Bulog tengah mempercepat penyaluran bantuan pangan yang saat ini progresnya sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Mei ini.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Hekal. Ia menegaskan bahwa pemantauan langsung ke gudang-gudang Bulog sangat penting untuk memastikan ketahanan pangan nasional di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
Hekal menyampaikan pesan positif kepada warga di wilayah Jawa Tengah, khususnya Brebes dan Tegal, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu kelangkaan.
"Masyarakat tidak perlu khawatir. Meskipun ada konflik di luar negeri, kami memastikan distribusi pangan tetap lancar dan harga tetap terjangkau. Pemerintah siap melayani kebutuhan pokok masyarakat," tegas Hekal.
Kedepannya, pemerintah berkomitmen untuk terus berinvestasi pada aspek logistik dan pengemasan melalui berbagai skema investasi. Hal ini bertujuan agar program swasembada pangan berjalan lebih stabil dan modern, sehingga ketahanan pangan masyarakat tidak hanya terjaga dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.

















