Semarang, IDN Times - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang memastikan proyek penanganan banjir di kawasan pusat kota atau Simpang Lima tetap berjalan meskipun ada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional mulai 11 September 2026. Sebab, proyek tersebut ditargetkan rampung sesuai kontrak pada akhir Desember 2026.
Jelang MTQ Nasional, Proyek Drainase di Simpang Lima Semarang Dikebut

1. Percepat pengerjaan gorong-gorong
Saat ini DPU mempercepat pengerjaan pada tiga titik utama gorong-gorong agar sistem aliran air bawah tanah dapat berfungsi ketika kawasan Simpang Lima digunakan untuk rangkaian kegiatan MTQ.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto mengatakan, proyek drainase tersebut merupakan program prioritas yang proses penganggarannya telah direncanakan sejak tahun sebelumnya sehingga tetap harus direalisasikan pada tahun anggaran berjalan.
“Proyek drainase Simpang Lima ini masa pengerjaannya memang lama, sampai akhir Desember. Maka itu, saat pelaksanaan MTQ nanti area pengerjaan proyek akan kami tutup rapat seluruhnya,” ungkapnya, Kamis (3/9/2026).
Untuk mencegah aktivitas konstruksi mengganggu pelaksanaan MTQ sekaligus menjaga keselamatan pengunjung, DPU akan menutup area pengerjaan secara rapat selama kegiatan berlangsung.
2. Proyek penataan taman akan disterilkan
Penutupan tidak hanya dilakukan pada proyek drainase yang dikerjakan DPU. Proyek penataan taman di sekeliling Simpang Lima yang berada di bawah kewenangan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) juga akan disterilkan.
Area konstruksi akan dipasangi pembatas fisik atau barikade kokoh sehingga masyarakat tidak dapat masuk ke titik pengerjaan.
“Untuk keamanan, area konstruksi kita beri pembatas rapat yang tidak bisa diterobos warga, didukung juga dengan pengawasan dari tim di lapangan,” tegas Suwarto.
3. Pengawasan lapangan akan ditingkatkan
Pengawasan lapangan juga akan ditingkatkan secara berkala untuk memastikan pembatas tidak diterobos dan aktivitas konstruksi tidak membahayakan masyarakat yang datang mengikuti maupun menyaksikan kegiatan MTQ.
Bagi Pemkot Semarang, persoalannya bukan memilih antara kelancaran MTQ atau pembangunan drainase. Keduanya harus berjalan bersamaan dengan mengatur titik pengerjaan, pengamanan konstruksi, dan kesiapan aliran air.
Dengan pengerjaan tiga gorong-gorong yang diprioritaskan serta penutupan rapat area konstruksi selama MTQ, DPU berharap kawasan Simpang Lima tetap aman digunakan masyarakat, termasuk ketika hujan turun.
Curated For You
- Jelang MTQ Nasional, Simpang Lima Disterilkan hingga PKL Pindah Lokasi27 Aug 2026, 04:00 WIB
- Jelang MTQ Nasional, UMKM Simpang Lima Diminta Urus Sertifikat Halal06 Aug 2026, 14:59 WIB