Surakarta, IDN Times - Presiden ke-7 RI, Joko “Jokowi” Widodo memilih tidak menanggapi kabar yang menyebut adanya sejumlah tokoh sebagai koordinator penyebaran isu ijazah palsu yang menyeret namanya. Ia menegaskan tidak ingin berspekulasi maupun menuduh pihak tertentu terkait isu tersebut.
Jokowi Enggan Tanggapi Isu Koordinator Tuduhan Ijazah Palsu

1. Jokowi Pilih Tak Berspekulasi soal Tuduhan
Saat ditemui di kediamannya di Solo, Jumat (3/4/2026), Jokowi menegaskan dirinya tidak ingin ikut dalam spekulasi terkait kabar yang beredar.
Ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut meminta agar seluruh proses diserahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku.
“Saya tidak mau berspekulasi dan saya juga tidak mau menuduh siapapun. Biarkan proses hukum dan proses yang lain berjalan apa adanya,” ujarnya.
2. Nama Sejumlah Tokoh Muncul dalam Narasi Video
Isu ini mencuat setelah beredarnya video dari kanal YouTube Dibikin Channel pada 22 Maret 2026. Dalam narasi video tersebut, sejumlah tokoh disebut sebagai pihak yang mengoordinasikan penyebaran isu ijazah palsu Jokowi.
Nama-nama yang disebut antara lain Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, mantan pimpinan FPI Rizieq Shihab, serta Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
Dalam video itu, ketiganya dinarasikan memiliki peran dalam mengatur alur penyebaran informasi ke publik, bahkan disebut harus melalui persetujuan pihak tertentu.
3. Jokowi Minta Klarifikasi ke Pihak Terkait
Saat ditanya apakah isu tersebut berasal dari Rismon Sianipar, Jokowi kembali menolak memberikan tanggapan.
Ia justru meminta awak media untuk mengonfirmasi langsung kepada pihak yang bersangkutan, termasuk ahli digital forensik tersebut.
“Ya tanyakan ke dia,” katanya singkat.
Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlibat dalam polemik yang berkembang, dan memilih fokus pada proses hukum yang sedang berjalan di Polda Metro Jaya.